Terharu SBY Ke Kopassus & Berharap OBAMA Tidak Anak Tirikan Baret Merah, KOMANDO !

President Barack Obama speaks about the economy during a visit ...

Dimuat juga di WWW.KATAKAMIDOTCOM.WORDPRESS.COM & WWW.KATAKAMI.COM

Jakarta 21/8/2009 (KATAKAMI) Ada yang mencuri hati dari langkah yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yaitu saat mengunjungi Markas Kopassus hari Kamis (20/8/2009) kemarin. Kunjungan itu untuk melihat sejauh mana kesiapan dari Satuan Penanggulangan Teror (SAT GULTOR). Ini adalah Detasemen Anti Teror milik Pasukan Elite kebanggaan Indonesia, KOPASSUS. Begitu lama, Kopassus seakan dianak-tirikan.

Terutama sepanjang pemerintahan George W. Bush.

https://i0.wp.com/2.bp.blogspot.com/_En-sxfOkXP8/Sk4f-df0v4I/AAAAAAAACfE/rKJj1l3UYvc/s400/Anti+Teror_4.jpg

Amerika Serikat terus memperlihatkan sinyalemen tentang dipertahankannya sikap antipati terhadap Kopassus karena tudingan pelanggaran HAM. Atas inisiatif AS juga — yaitu dalam euforia WAR ON TERROR (yang seakan menjadi “mainan” kesukaan Bush sepanjang pemerintahannya pasca serangan 9/11) maka dibentuk Detasemen Khusus 88 Anti Teror POLRI atau Densus 88.

Kunjungan SBY ke Markas Kopassus sungguh mengundang haru.

Oh ternyata, Sat GULTOR tidak dilupakan.

Oh ternyata, Sat GULTOR memang masih sangat pantas untuk diperhitungkan kemampuan dan tingkat prestasinya yang memang nyata-nyata JAUH DIATAS Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror POLRI.

Maaf ya POLRI, Densus 88 Anti Teror baru dibentuk tahun 2003.

Sementara SAT GULTOR KOPASSUS sudah didirikan jauh sebelumnya.

Jadi untuk kunjungan SBY yang bersejarah itu, sepantasnya diucapkan, “Terimakasih Pak SBY ! Kunjungan itu sungguh menyentuh hati !”.

(BACA, BARET MERAH TAK PERNAH MATI, KOMANDO !!! dan NOORDIN M. TOP LARI KE SURIAH, AH YANG BENAR !??).

Densus 88 Anti Teror sejak didirikan tahun 2003 lalu, seakan mendominasi sendiri semua tindak penanganan terorisme di Indonesia. Tak ada celah dan kerendahan hati untuk menjalin kerjasama dan koordinasi dengan TNI.

https://i1.wp.com/data5.blog.de/media/101/3391101_349984e108_m.gif

Ada EGO SEKTORAL bahwa patut dapat diduga Densus 88 Anti Teror menjadi SALAH KAPRAH saat Tim Anti Teror POLRI dipimpin oleh Komisaris Jenderal GORIES MERE dan kelompoknya.

Ada EGO SEKTORAL bahwa patut dapat diduga Densus 88 menjadi BESAR KEPALA saat semua bantuan dan sumbangan dalam rangka penanganan terorisme — terutaam dari AMERIKA SERIKAT — dinikmati sendirian saja oleh POLRI.

Masa yang paling buruk dalam penanganan terorisme adalah masa kepemimpinan JENDERAL SUTANTO karena dalam masa itulah penanganan terorisme samasekali TIDAK MAU, TIDAK PERNAH & TIDAK SUDI menjalin kerjaasama dan koordinasi dengan TNI.

Saat JENDERAL SUTANTO terdepat dari kursi kepemimpinan sebagai KAPOLRI dan digantikan oleh juniornya yaitu Bambang Hendarso Danuri, sebenarnya sempat ada secercah harapan bahwa POLRI akan berubah.

https://i0.wp.com/www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20081221_040349_21-latgab.jpg

Itulah sebabnya, dari mulai Presiden SBY, Jajaran Polhukkam (terutama Menkopolhukkam Widodo AS) dan DPR, menyambut baik saat Kapolri BHD menggelar LATIHAN ANTI TEROR TNI -POLRI pertengahan Desember 2008.

Bayangkan, untuk menggelar hajatan seperti itu Menkopolhukkam Widodo AS mewajibkan semua JAJARAN POLHUKKAM untuk menyaksikan langsung LATIHAN ANTI TEROR TNI – POLRI itu selama beberapa hari.

Lantas pertanyaannya, untuk apa latihan itu digelar ?

Apa gunanya ada LATIHAN ANTI TEROR antara TNI & POLRI pada bulan Desember 2008, sementara sepanjang tahun 2009 ini POLRI kembali kumat dan kambuh tidak mau, tidak pernah dan tidak sudi menjalin kerjasama dan koordinasi dalam penanganan terorisme !

Hei Bung, buka mata kalian untuk anda-anda yang ada MABES POLRI ! Sadari bahwa Densus 88 Anti Teror itu anak bawang yang baru dibentuk tahun 2003.

Sementara KOPASSUS sudah membentuk TIM ANTI TEROR sejak puluhan tahun lalu dan berprestasi di tingkat dunia.

https://i1.wp.com/1.bp.blogspot.com/_4Ulhsnr0_Co/SU4gcD1cd9I/AAAAAAAAAgk/Kwauz9HDrWo/s400/tniad-juangkartika2004-06.jpg

Bandingkan dengan DENSUS 88 ANTI TEROR yang sejak didirikan tahun 2003 lalu, patut dapat diduga menjadi BIANG KEROK gunjang ganjingnya Islam dan umat Islam di Indonesia.

Atas nama penanganan teror, Pondok Pesantren diobrak-abrik selama beberapa tahun terakhir ini ! Apa itu ?

Dan lihatlah bagaimana kesalnya kalangan Islam di daerah.

Contoh kecil saja, Majelis Mujahidin Indonesia memprotes bahwa Densus 88 Anti Teror POLRI melakukan RAZIA JENGGOT & JUBAH. Apa itu ?

Indonesia seakan sakit kepala sekarang melihat kekalapan dan kepanikan dari POLRI, khususnya dari Densus 88 Anti Teror.

Patut dapat diduga, ada gerakan yang sistematis untuk menciptakan FIGUR BARU yang seolah-olah hebat dan diopinikan sebagai TUNAS BARU GEMBONG TERORIS. (Maaf, kami malas memuat namanya disini !).

Patut dapat diduga, ada kesengajaan untuk mengarang istilah PENGANTIN bagi korban (hipnotis ?) yang mau dijadikan pelaku bom bunuh diri ! Apa itu ?

Pemberitaan seolah mau dikendalikan oleh fantasi-fantasi kosong !

https://i2.wp.com/th03.deviantart.net/fs44/300W/i/2009/069/2/7/Stop_terrorism_by_V_IMAgine_L.jpg

Mari kita berteori.

Jika ada jaringan terorisme, dimana dedengkot teroris patut dapat diduga berkewarganegaraan malaysia (Noordin M Top).

Kemudian, ia merekrut kalangan bawah yang notabene dari kalangan bersuku tentu di Pulau Jawa. Teroris-teroris ini sudah tahu bahwa POLRI memiliki perangkat TEKNOLOGI & ALAT PENYADAP yang super canggih — bahkan, alat penyadap dari DENSUS 88 ANTI TEROR yang bermerek GI-2 dibeli dari ISRAEL).

Teroris-teroris ini tentu tahu bahwa Almarhum Imam Samudera ditangkap hanya karena iseng main internet yaitu membuat SITUS.

Apakah teroris-teroris itu MASIH MAU main internet, main email, membuat situs, berteleponan, berkiriman sms dan menggunakan istilah-istilah yang LAZIM di tengah masyarakat Indonesia ?

Jawabannya, besar kemungkinan teroris-teroris itu ya TIDAK MAU !!!

Gila kaleee !

Bagaimana sih ?

Apa dikira rakyat Indonesia ini, bodoh semua ? Yang benar saja dong !

http://iwandahnial.files.wordpress.com/2009/07/top-1.jpg

Lalu, tidak ada satupun manusia di INDONESIA ini yang tahu bagaimana dan seperti apa sebenarnya NOORDIN M. TOP ! Kita cuma disuguhkan dengan satu kali kemunculan NOORDIN M. TOP yang disebut-sebut sebagai salah seorang Komandan Al Qaeda di Asia lewat tayangan video.

Dengan jari telunjuk, NOORDIN M TOP marah-marah dan penuh ancaman. Tapi, tidak jelas apakah itu memang NOORDIN M. TOP betulan atau abal-abal.

Sebab, dia menggunakan TOPENG penutup wajah (seperti yang terlihat di foto).

Dari tayangan video itu, sangat jelas terdengar bahwa NOORDIN M TOP sangat buruk kemampuannya berbahasa Indoensia. Logat atau langgam bicara MELAYU sangat kental dalam tutur katanya. Ini menunjukkan, ia tak fasih berbahasa Indonesia.

Dengan keberadaannya sebagai salah seorang Komandan Al Qaeda di Asia dan berkewarganegaraan asing yaitu MALAYSIA, Noordin diprediksi tak akan mau menggunakan istilah-istilah standar dalam bahasa Indonesia.

Kalaupun misalnya ia mau menggunakan bahasa Indonesia, maka ia akan menggunakan bahasa Indonesia yang sangat SUMIR untuk menutupi kosa kasa dari kode-kode terorismenya.

https://i2.wp.com/www.inilah.com/data/berita/foto/4873.jpg

Pengantin misalnya, ini masih sangat tanggung.

Besar kemungkinan, kosa kasa yang lebih ditepat digunakan adalah PENGANTIN BARU. Orang lebih percaya pada istilah PENGANTIN BARU adalah sepasang manusia yang baru saja melangsungkan pernikahan atau ijab kabul.

Bukan cuma PENGANTIN !

Kembali pada Sat GULTOR KOPASSUS, kini saatnya Pemerintah Indonesia memang secara resmi mengatur sesuai dengan UU dan peraturan yang resmi bahwa penanganan terorisme harus MUTLAK dilakukan bersama antara TNI dan POLRI. Tidak cuma omong doang.

Mana peraturannya ?

Mana UU yang RESMI yang mengatur kewajiban tentang pentingnya kerjasama dan koordinasi dalam penanganan anti teror di Indonesia ini ?

Dengan segala hormat dan penuh harapan, mari kita berharap seraya mengetuk hati Presiden SBY, “Siap, Permisi Bapak Presiden, bukankah pemerintah sudah menyusun Rancangan Undang Undang Keamanan Nasional atau RUU KAMNAS ?”.

Bapak Presiden, tanpa UU maka akan sia-sia semua harapan tentang pentingnya kerjasama dan koordinasi TNI – POLRI dalam penanggulangan anti teror di negara ini.

https://i0.wp.com/i.peperonity.com/c/A50E1E/948620/ssc3/home/054/chavroel/mabes_polri_15227.jpg_320_320_0_9223372036854775000_0_1_0.jpg

Lupakan (sok) keras kepala dari JENDERAL SUTANTO yang menjadi batu penghalang digelindingkannya RUU KAMNAS. Cukup, sudah cukup waktunya bagi POLRI untuk “merajalela” sendiri menguasai dan mendominasi urusan penanganan teror.

Kebenaran dari kedalaman penanganan terorisme itu sendiri, seakan hanya menjadi milik POLRI semata.

Enak aja lu !

Sekarang tidak bisa lagi. Cukup, Densus 88 minggir !

Anda semua sudah besar kepala dan patut dapat diduga makin aneh-aneh. Rakyat Indonesia masih sakit kepala mengingat bagaimana MELODRAMA TEMANGGUNG (Baca : POLRI Kehilangan Muka, Bukan Noordin M. Top Yang Mati Pada Melodrama Teroris Temanggung) yang disiarkan langasung beberapa waktu lalu.

Semua heboh.

Giliran dikritik di KATAKAMI tentang PEMBOCORAN RAHASIA NEGARA lewat tayangan langsung seperti itu, buru-buru yang namanya Kapolri BHD memerintahkan agar dikeluarkan pernyataan resmi bahwa seolah-olah tayangan langsung itu bukan kebijakan resmi.

Apa-apaan lu !

Masak iya, ada siaran langsung peneyrbua TERORIS kelas dunia bisa disiarkan secara langsung puluhan jam, tanpa diketahui oleh satupun PEJABAT TERAS POLRI ?

Kalau semua tidak tahu ada siaran langsung, kemana aja lu ? Lempar batu, sembunyi tangan saja bisanya.

Malu dong, POLRI !

President Barack Obama steps off Marine One as he arrives on ...
Dan kalau boleh melebarkan harapan, kita semua sangat wajar jika berharap lebih pada Presiden AS Barack Obama.
Ia sudah memerintah selama 7 bulan sebagai Presiden AS yang ke 44.

Dunia sungguh menantikan langkah-langkah dan kebijakan CERDAS dari seorang Barack Obama dalam segala hal.

Walaupun saat ini, ia cukup dipusingkan dengan SUARA SUMBANG lawan politik — terutama figur yang sebenarnya sudah KEOK dalam Pilpres AS 2008  tetapi tidak tahu diri  dan sok PD alias percaya diri sehingga kini “si figur KEOK tadi” lagi asyik dan terlena dalam ambisi menghantam Presiden Obama lewat dalam isu “Reformasi Kesehatan AS atau HEALTH CARE REFORM” — Indonesia masih tetap dimungkinkan untuk berharap pada Obama.

Obama perlu mengkaji ulang seluruh bantuan dan kerjasama yang masih tertahan, ditahan atau dibatalkan sepanjang pemerintahan Bush untuk TNI — khususnya untuk PASUKAN ELITE bernama KOPASSUS –.

President Barack Obama gestures during a town hall on health ...

Obama perlu mempertimbangkan kembali semua sikap antipati dan sanksi yang sangat tidak bersahabat kepada TNI — khususnya untuk PASUKAN ELITE bernama KOPASSUS — sepanjang rezim BUSH.

Obama perlu tahu bahwa Indoensia begitu bangga pada TNI dan sudah sejak puluhan tahun lalu memiliki PASUKAN ANTI TEROR yang sangat mendunia prestasinya yaitu DETASEMEN 81 SATUAN PENANGGULANGAN TEROR KOPASSUS.

Obama perlu mengubah kebijakan apapun pada rezim BUSH yang seakan menganak-tirikan TNI — khususnya PASUKAN ELITE bernama KOPASSUS –.

Tahukah Bush, bahwa patut dapat diduga Komisaris Jenderal GORIES MERE yang selama ini menangani Tim Anti Teror POLRI terlibat dalam peledakan bom itu sendiri dan menjadi beking bandar narkoba LIEM PIEK KIONG alias Monas pemilik 1 juta PIL EKSTASI saat ditangkap di Apartemen Taman Anggrek November 2007 ?

(Masya Allah, GORIES MERE !!!! )

Jadi, Presiden Barack Obama perlu mendapat laporan yang rinci, transparan dan kapabel bahwa patut dapat diduga penanganan terorisme di tangan DENSUS 88 ANTI TEROR POLRI — yang dibentuk atas dukungan dan sokongan kuat dari AS tahun 2003 — menjadi sangat mengecewakan dan membuat CITRA ISLAM di Indonesia menjadi carut marut dan tercoreng.

US President Barack Obama, seen here on August 12, 2009, in ...

Obama sudah menegaskan berulang kali bahwa AS ingin menjalin kerjasama yang kuat dan dekat dengan Negara-Negara Islam.

Tentu, salah satu diantaranya adalah INDONESIA.

INDONESIA adalah negara berpenduduk muslim terbesar di DUNIA !

Obama perlu tahu bahwa STIGMA BURUK bahwa Islam seakan identik dengan terorisme di Indonesia ini, patut dapat diduga karena ulah DENSUS 88 ANTI TEROR yang menangani terorisme dengan jurus ego sektoral memang tak mampu mengendalikan gerak langkah yang benar menangani terorisme.

ISLAM adalah sebuah agama yang mengajarkan KASIH SAYANG.

ISLAM tidak identik dengan terorisme.

ISLAM bukan bagian dari terorisme itu sendiri.

ISLAM adalah sebuah agama yang mengagumkan dan tidak pernah mengajarkan kekerasan — bahkan dalam pemahaman tentang JIHAD –.

Ke depan, AS harus lebih bijaksana dan murah hati dalam menjalin kerjasama dan memberikan segala bentuk bantuan.

Jangan lagi digunakan teori-teori buruk sangka ala Bush pada era kepemimpinan BARACK OBAMA.

Brevet Komando

Semoga ada perubahan yang memang dijanjikan OBAMA sepanjang kampanyenya dulu. Ia bukan cuma milik rakyat AMERIKA. Obama adala milik dunia, warga internasional yang berharap agar Obama mau dan mampu berbuat lebih banyak untuk kebaikan dunia.

Salah satu yang berharap itu adalah INDONESIA !

Sudah saatnya Den 88 SATUAN GULTOR KOPASSUS dan seluruh Pasukan Anti Teror TNI diberdayakan bersama-sama dengan POLRI — sekali lagi POLRI, jadi tidak cuma Densus 88 Anti Teror saja — untuk menangani ancaman terorisme.

Mengulangi judul tulisan yang pernah kamu muat 2 tahun lalu tentang Kopassus, izinkan kami menggunakannya lagi sebagai wujud rasa haru dan sungguh sangat menyentuh hati saat SBY datang mengunjungi KOPASSUS.

BARET MERAH TAK PERNAH MATI, KOMANDO !!!!

(MS)

%d blogger menyukai ini: