Tak Setuju Pada Silet RCTI Yang Menyilet Gosip Hamil Sheila Marcia

Oleh : Mega Simarmata, Direktur & Pemimpin Redaksi KATAKAMI

Jakarta 7/9/2009 (KATAKAMI) Beberapa hari yang lalu, secara tak sengaja kami ikut menyaksikan tayangan acara SILET di RCTI. Yang membuat hati kami miris, dari awal sampai akhir tayangan itu begitu “percaya diri” menyuguhkan informasi soal gunjingan kehamilan artis belia Sheila Marcia (22 tahun).

18 Desember 2008, ia divonis 1 tahun penjara oleh Majelis Halim Pengadilan Negeri Jakarta Utara karena menyalah-gunakan narkoba jenis shabu-shabu.

Kami tak ingin ikut terbawa arus pada gunjingan soal kehamilan diluar perkawinan ini. Tapi ada sesuatu yang perlu disampaikan demi kebaikan.

Seingat kami, ada motto yang cukup manis dari sebuah tabloid hiburan di tanah air yang mengatakan “JURNALISME KASIH SAYANG”.

Ada poin “kasih sayang” dari sudut pandang jurnalistik yang rasanya perlu dipelihara, walau sajian berita hanya berkisar pada masalah kehidupan kalangan artis atau selebriti.

Walau selama belasan tahun fokus konsentrasi peliputan dan penulisan karya jurnalistik kami adalah di bidang politik, hukum dan keamanan, kami tergugah untuk mewakili sang artis belia yang baru dibebaskan untuk sementara waktu dari tahanan.

Tetapi kini artis cantik SHEILA MARCIA harus masuk kembali ke tahanan untuk menuntaskan sisa masa tahanannya selama 5 bulan ke depan — pasca penolakan kasasi dari Mahkamah Agung –.

Tayangan SILET RCTI soal gunjingan kehamilan tadi sangat bias dan sulit diterima oleh akal sehat. Mungkin karena kami sangat terbiasa pada topik serius di bidang politik, hukum dan keamanan, ada sebuah sikap dan prinsip kehati-hatian untuk secara “TEMBAK LANGSUNG” tanpa tedeng aling-aling.

Ada sebuah kalimat “aman” yang menjadi senjata utama jika ingin memaparkan sebuah “kejutan” atau “bidikan” dalam pemberitaan yaitu kalimat yang bunyinya “PATUT DAPAT DIDUGA”.

Akan lain ceritanya jika disebut dalam tayangan itu, PATUT DAPAT DIDUGA artis muda SHEILA MARCIA saat ini sedang mengandung 2 bulan.

Bukan cuma “DIDUGA” tetapi harus lengkap “PATUT DAPAT DIDUGA”.


Kamipun mengetahui keampuhan kalimat aman ini dari sumber di kalangan aparat penegak hukum.

Sehingga bagi pembaca setia KATAKAMI, akan sangat sering menemui kalimat “PATUT DAPAT DIDUGA” dalam sajian karya-karya jurnalistik kami. Apalagi, KATAKAMI sangat dalam menelusuri laporan investigasi dan sajian-sajian tajam di bidang yang sangat amat “serius”.

Dalam tayangan itu, secara langsung dan “telanjang bulat” didengungkan berulang-ulang kali, artis SHEILA MARCIA hamil 2 bulan dan dicampakkan oleh kekasihnya.

Tidak ada konfirmasi dari SHEILA MARCIA. Selain ini berbahaya dan riskan bagi media yang menyampaikan, kita perlu mencoba untuk merasakan bagaimana malu dan beratnya beban di hati SHEILA MARCIA.

sheila marcia

Sekali lagi, tayangan itu sudah main “tembak langsung”.

Kami sungguh mohon maaf jika selama ini tak biasa dan kurang punya waktu untuk melahap semua tayangan INFOTAIMENT.

Hanya satu tayangan ini yang kami dengarkan secara tak sengaja.

Sekali lagi, kepintaran jurnalis menggunakan kalimat ampuh “PATUT DAPAT DIDUGA” akan sangat mujarab untuk menyelamatkan dari pasal pencemaran nama baik.

Dan sekarang khusus soal gunjingan soal kehamilan, jika memang ingin main “TEMBAK LANGSUNG” maka yang justru dimintakan komentarnya adalah SHEILA MARCIA, dan bukan justru penyanyi Syahrini dan Manohara Pinot.

“Oh ya, hamil 2 bulan ? Masak sih ? Kasihan amat ya, padahal dia masih muda belia begitu ?”

Demikian salah satu komentar dari penyanyi Syahrini. Penyanyi ini tentu tidak bisa disalahkan. Ia dalam posisi ditanya dan saat pertanyaan itu disampaikan, kamera sudah dalam keadaan “on”.

Manohara Pinot lebih bijaksana dalam berkomentar bahwa itu bukan kapasitas dirinya untuk mengomentari kehidupan pribadi orang lain.

Lantas ditayangkan rekaman pembicaraan dengan seorang dokter. Tidak jelas ini dokter yang berpraktek di rumah sakit mana di bilangan Jakarta Selatan.

Dan saat disimak rekaman pembicaraan itu, tidak ada samasekali kata-kata atau kalimat yang mengiyakan atau menidakkan kabar kehamilan itu. Bahkan si dokter tidak tahu, artis SHEILA MARCIA mana yang dimaksud.

Dokter pria itu terdengar suaranya secara jelas mengatakan bahwa sebaiknya pasien mendaftarkan diri dan nanti di bagian pendaftaran akan diberitahu data-datanya.

Sementara SILET RCTI menggunakan kalimat bersayap bahwa dokter tidak mengiyakan tetapi tidak menidakkan kabar kehamilan itu.

Yang lebih memprihatikan lagi, di wawancara juga mantan kekasih dari artis cantik SHEILA MARCIA. Dan ia pun terkejut dan mau tak mau terpaksa mengikuti saja arus pertanyaan jika seandainya SHEILA MARCIA kawin muda.

Intinya, ada ketegaan dalam pemberitaan saat menyampaikan kepada pemirsa bahwa seorang artis muda hamil diluar nikah 2 bulan dan kini dicampakkan secara keji oleh kekasihnya.

Jurnalisme Kasih Sayang !

Mari sebagai media massa, kita ikut secara konsisten membantu pemulihan para penderita atau mantan pengguna narkoba. Mari kita gunakan “hati yang tulus” untuk mengulurkan tangan kepada kalangan muda yang sempat terjatuh dalam dunia kelam penggunaan obat-obat terlarang (DRUGS).

Tak harus demikian jika ingin bergosip. Tayangan itu akan lebih EKSKLUSIF jika si reporter atau perwakilan dari tayangan SILET ikut masuk ke dalam ruang praktek sang dokter misalnya.

Atau bisa EKSKLUSIF mewawancarai SHEILA MARCIA atau dokter yang menangani kehamilannya jika memang benar artis cantik ini mengandung anaknya. Tayangan itu akan lebih EKSKLUSIF jika si reporter atau perwakilan dari tayangan SILET mendapatkan bukti otentik atau bukti yuridis yang berguna secara ganda yaitu landasan ditayangkannya informasi yang sangat sensitif seperti itu dan pegangan jika ada tuntutan dengan pasal pencemaran nama baik.

Bayangkan bagaimana sakit hatinya SHEILA MARCIA jika ia menyaksikan tayangan itu.

Bukan sakit hati kepada RCTI saja tetapi kepada rekan sesama artis yang bisa jadi dianggapnya berkomentar yang semakin mempermalukan.

Bayangkan bagaimana semakin depresinya seorang gadis belia yang “baru saja lepas” dari masa hukuman terkait penggunaan obat-obat terlarang, jika kini ia dihadapkan pada ejekan atau fitnahan yang menyakitkan hati.

Bukan urusan kita, jika artis ini memang benar-benar hamil atau tidak !

Terkecuali kalau ia memang sudah siap mengabarkan kehamilan itu dengan segala konsekuensi.

Cobalah rasakan bagaimana kegundahan hati SANG BUNDA (Maria Caecilia Josef, Red) jika kini ia mendapat beban baru karena puteri kesayangannya “diramaikan” lagi di media massa untuk topik yang buruk.

Janganlah kita menjadi media yang kejam dan tidak berperikemanusiaan.

Mari, mari kawan, kita sama-sama membantu dan menguatkan setiap generasi muda yang tak berdaya melawan keganasan narkotika dan obat-obat terlarang. Ada perkecualian dalam konteks artis SHEILA MARCIA.

Ia perlu dibimbing. Ia perlu dimengerti. Ia perlu dikuatkan.

Dan bukan justru dihajar oleh pemberitaan yang lagi-lagi sangat menusuk hati. Kalau ia malu dan semakin depresi, itu akan membuatnya menjadi sangat tak berharga di mata Tuhan dan sesama manusia.

PS : Untuk Sheila Marcia, Tuhan tidak akan memberikan cobaan yang melebihi kemampuan manusia untuk menanggungnya. Tuhan sungguh baik, percayalah. Mazmur 23.

Be yourself and be nice, Sheila !

Percayalah juga bahwa semua ada “waktunya”.

Ada waktunya untuk berbuat kesalahan tetapi ada waktunya untuk memperbaiki kesalahan itu. Ada waktunya untuk menjalani masa hukuman tetapi “PASTI” akan ada waktunya untuk menjalani kebebasan yang sesungguhnya.

(**MS**)

%d blogger menyukai ini: