Amien Rais Ingatkan Waspadai Kecurangan IT ! & Instansi Yang Punya Perangkat Teknologi, Penyadap & Personel Kemampuan Tinggi

Bendera Merah Putih

Pemilu 2009Amien Rais

Oleh : MEGA SIMARMATA, Pemred KATAKAMI (Tulisan Bagian Pertama)

<Dimuat di WWW.KATAKAMI.COM Dan Di WWW.REDAKSIKATAKAMI.WORDPRESS>COM>

JAKARTA 7 APRIL 2009 (KATAKAMI) Ada kalimat bijak yang mengatakan, “Dimana ada harapan maka disitu akan selalu ada kehidupan”. Dan ada juga kalimat bijak lainnya yang mengatakan, “Seribu Jalan Menuju Roma”.

Semua Partai Politik (tak terkecuali), pasti menginginkan ada sebuah pelaksanaan Pemilihan Umum yang jujur, adil, tertib dan damai. Dan dalam hitungan kurang dari 48 jam ke depan, Indonesia akan menggelar Pemilu Legislatif 2009 yaitu tanggal 9 April mendatang.

Semua Partai Politik (tak terkecuali), pasti menginginkan ada sebuah pelaksanaan Pemilihan Umum yang jujur, adil, tertib dan damai. Dan dalam hitungan kurang dari 48 jam ke depan, Indonesia akan menggelar Pemilu Legislatif 2009 yaitu tanggal 9 April mendatang.

Mantan Ketua MPR Amien Rais, hari ini menyampaikan nasihatnya agar semua Pihak bersama-sama mengawasi “software dan seluruh perangkat IT yang digunakan Jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena kecurangan dimungkin muncul dari bidang IT.

Berikut ini pernyataan dari Amien Rais yang dimuat DETIK.COM hari Selasa (7/4/2009) :

Mantan Ketua MPR RI, Amien Rais meminta masyarakat untuk mewaspadai dan mengawasi software dan IT yang digunakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sebab pembuatan software yang digunakan sangat tertutup dan KPU tidak pernah membeberkannya.

“Di samping DPT yang masih morat-marit. Kita juga harus waspada soal software KPU,” tegas Amien saat diskusi Refleksi Jelang Pemilu 2009, Sebuah Catatan Keprihatinan di kantor Pusat Pengkajian Strategi dan Kebijakan (PPSK) di Terban, Blimbingsari Yogyakarta, Selasa (7/4/2009).

1 Your_Voice_Your_Vote_logo

Semua celah atau peluang apapun juga, baik yang kecil atau yang besar, dimana patut dapat diduga akan bisa dimanfaatkan bagi pihak tertentu untuk melakukan kecurangan demi meraih KEMENANGAN YANG DIPAKSAKAN, motto PERUBAHAN yang selama ini digelindingkan dan dikumandangkan oleh semua Tokoh Nasional, Partai Politik, Capres atau Kandidat Capres dan semua Caleg yang inginkan PERUBAHAN menuju Indonesia yang lebih baik maka bayangkanlah terlebih dahulu binatang GURITA. Kaki dan tangannya di semua arah. Banyak sekali. Benar bukan ?

Yang akan kami sampaikan disini adalah tempatkanlah ahli, pakar dan kader Partai Politik anda di titik-titik yang dicurigai bisa dimanfaatkan oleh pihak tertentu yang kebetulan saat ini punya “kekuatan”.
KATAKAMI terkesan dengan peringatan yang disampai Mantan Ketua MPR-RI Amien Rais, yang mengatakan agar DIWASPADAI KECURANGAN DALAM PEMILU LEGISLATIF 2009 dari bidang IT atau Information & Technology.

Sehingga, tak perlu terlalu jauh mencari-cari pihak mana kira-kira yang perlu diwaspadai.

Satu hal yang bisa jadi masukan di saat-saat akhir menjelang pelaksanaan PEMILU LEGISLATIF 2009 ini, KATAKAMI punya beberapa masukan dan analisa.

Janganlah ada yang mau memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan untuk mendapatkan kepentingan dirinya sendiri atau kelompoknya.

Misalnya, untuk mencari aman dan selamat dari jabatan yang diduduki pada saat, dan karena patut dapat diduga memang terpojokkan ke sudut kehidupan karena ada perbuatan melawan hukum yang selama ini masih “samar-samar dan mengawang-awang” maka potret tragis semacam ini harus diwaspadai.

Kalau ada cermat dan bisa dengan sangat tepat menyadari kemana arah analisa kami kali ini, maka anda akan mengerti dan langsung tahu harus melakukan apa.

Untuk bisa melakukan kecurangan pada tanggal 9 April nanti, pihak yang patut dapat diduga hendak meraih KEMENANGAN DENGAN CARA DIPAKSAKAN, akan berpikir seribu kali untuk beraksi di lokasi tempat pemungutan suara berlangsung.

Mengapa ?

Sebab sejumlah Tokoh Nasional, salah seorang diantaranya adalah CAPRES dari Partai Gerindra (PRABOWO SUBIANTO) yang mengingatkan agar masyarakat tidak “absen” pada saat menjelang penutupan jadwal pemungutan suara. Tunggui dan ikutlah semua menjadi saksi di tempat kejadian.

Peringatan ini pasti sudah langsung didengar oleh “siapa saja” yang memang bertelinga.


Sehingga, trik canggih atau gerakan siluman yang seperti apa bisa dilakukan untuk MENDOBRAK KEMENANGAN itu ?

Sehingga, patut dapat diduga peluang terjadinya kecurangan yang paling besar adalah dari bidang IT dan siapapun juga akan sangat sulit membuktikannya jika yang melakukan justru oknum aparat negara.

Waspadai kecanggihan teknologi, seluruh alat-alat atau perangkat dan personelnya yang memang memiliki kemampuan sangat tinggi di bidang IT atau Information and Technology.

Rangkaian aksi pengrusakan yang terjadi selama ini terhadap SITUS KATAKAMI adalah sebuah pembelajaran dan masukan yang sangat penting kepada semua CAPRES dan semua PARPOL.

Patut dapat diduga yang melakukan aksi pengrusakan itu adalah oknum PERWIRA TINGGI dari Instansi yang dibiayai negara untuk bisa membeli alat-alat atau peralatan teknologi yang dibayar dengan “uang rakyat”.
Dan walaupun ada alat atau perangkat teknologi yang sangat canggih, kalau tidak ada yang mahir menguasai dan mengoperasikan.

Widodo AS & Sjamsir SiregarDemonstrasi Mahasiswa yang menuntut mundurnya Presiden Soeharto tahun 1998

Mari, kita ketuk hati Laksamana TNI Purnawirawan Widodo Adisucipto selaku Menko Polhukkam.

Mari, kita ketuk hati dari Sjamsir Siregar selaku Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Widodo dan Sjamsir adalah 2 anggota tim sukses SBY pada Pilpres 2004 dan saat ini posisi mereka di Kabinet Indonesia Bersatu sangat strategis.

Terutama Sjamsir Siregar, bayangkan lembaga yang ia pimpin terdapat alat penyadap dan semua perangkat teknologi yang bisa mengetahui apa saja, dimana saja dan tentang apa saja. Keduanya aktif sebagai Pejabat senior di KABINET.

Dan Widodo AS, sebagai mantan Panglima TNI dan dalam kedudukannya saat ini sebagai Menko Polhukkam, Widodo punya posisi yang tidak kalah strategisnya.

Jangan pernah lupakan jatidiri PRAJURIT TNI, walau sudah purnawirawan sekalipun tetaplah pegang jiwa korsa sebagai abdi negara yang tak akan pernah mengorbankan rakyatnya.

Apa yang terbaik bagi rakyat, maka itulah yang terbaik bagi TNI dan seluruh Prajurit TNI (termasuk pada sesepuh atau purnawirawan TNI).

Ingatlah bagaimana sejarah perjalanan bangsa Indonesia, terutama di era 1998 saat Pak Harto lengser dari jabatannya.

Ingatlah bagaimana kuatnya MAHASISWA bersatu saat melakukan aksi unjuk rasa di Gedung DPR-MPR dan akhirnya berhasil membuka lembaran baru bagi Indonesia.

Tinta emas mencatat dalam lembaran sejarah perjalanan bangsa bahwa pada saat itu TNI tidak memihak kepada KEKUASAAN yang sangat otoriter dan tak pernah ada yang bisa membantah atau mengalahkan selama 32 tahun.
Sehingga, yang harus dipahami oleh semua pihak disini adalah biarkan Pemilu Legislatif tanggal 9 April nanti berjalan secara apa adanya, tanpa ada rekayasa, pemaksaan kehendak atau kecurangan yang sangat canggih.

Selain Widodo AS dan Sjamsir Siregar, semua pihak harus mengamati kelompok atau kubu dari Komisaris Jenderal GORIES MERE.

Kesalahan utama dari PEMERINTAH INDONESIA adalah membiarkan GORIES MERE menguasai sendiri penanganan terorisme sejak peledakan bom malam Natal 24 Desember 2000 sehingga selama lebih dari 6 tahun, semua hal ihwal menangani penanganan terorisme itu dikuasai hanya oleh kubu Gories Mere.

Ia dan kelompoknya yang secara terus menerus mendapatkan berbagai pelatihan dan dukungan peralatan yang super canggih untuk menangani terorisme. Singkat kata, jangan tanya sehebat apa KEMAMPUAN BIDANG IT dari jagoan jaogan ANT I TEROR ini.

Kombes Petrus Golose, seorang perwira menengah dari kelompok Gories Mere adalah pakar IT yang tingkat kemampuannya tertinggi saat ini di Indonesia. Bukan karena ia memang dilahirkan dari rahim ibunya dalam kondisi yang sangat jenius.

Tetapi, patut dapat diduga kemampuan di bidang IT secara sempurna itu adalah atas berbagai bantuan serta pelatihan dari AMERIKA SERIKAT.

Kombes Petrus Golose adalah tangan kanan Gories Mere. Dan saat ini, Kombes Petrus Golose adalah DIREKTUR CYBER CRIME BARESKRIM MABES POLRI.

Seluruh unit Cyber Crime di POLDA yang ada di Indonesia adalah bawahan dari Kombes Petrus Golose.

Mengapa ini kami singgung ?

Patut dapat diduga, saat ini secara pribadi Komjen Gories Mere sedang resah karena semakin terkuak fakta-fakta dari perkembangan kasus bandar narkoba Liem Piek Kiong yang sudah 3 kali lolos dari jerat hukum.


MABES POLRI sendiri mengakui bahwa ada pelanggaran dalam internal POLRI saat menangani kasus narkoba Taman Anggrek yang menangkap sindikat atau kelompok jaringan MONAS bulan November 2007.

Monas sebagai pemilik 1 juta pil ekstasi yang ditemukan di Taman Anggrek itu, justru tidak diadili untuk kasus tersebut. Ia diloloskan dan sampai saat ini sengaja “didiamkan” dan tidak diutak-atik. Harusnya, POLRI wajib menangkap kembali bandar narkoba MONAS.

Kenapa tidak ditangkap ?

Patut dapat diduga akibat gencarnya KATAKAMI menyoroti kasus-kasus hukum yang melihatkan pihak-pihak yang super canggih kemampuan dan dukungan peralatan teknologi, maka aksi pengrusakan itu sudah dianggap seperti mainan baru.

Tidak ada rasa malu. Semua CAPRES dan PARTAI POLITIK yang ada di negara ini, bisa jadi ikut terkesima. Wah, laki-laki atau bukan yang patut dapat diduga DIPERINTAHKAN untuk “menghajar” karena berani mengkritik. Sehingga, akibat adanya sinyalemen ini, sejumlah oknum bawahan patut dapat diduga jadi tambah semangat dan kalap kesetanan. Malu dong, Boss. Semua orang melihat, masak tidak ada rasa malu karena patut dapat DIDUGA oknum PERWIRA TINGGI berkomplot alias bersekongkol untuk menghajar sebuah media karena dinilai berani dan terlalu banyak tahu.

Tentu saja, kami banyak tahu karena sudah malang melintang sebagai seorang JURNALIS selama lebih dari 16 tahun. Dan Presiden SBY, maaf saja, bukan presiden pertama yang kami kenal. Kami tidak takut mendapat ancaman dan intimidasi (teror fisik) yang sebrutal apapun.

Tuhan Maha Adil dan Maha Mendengar. Tuhan Maha Kuasa& Maha Bijaksana.

Dan perlu diingatkan bahwa bisa jadi saat ini semua pihak takjub, mengapa seorang Presiden SBY atau Menko Polhukkam Widodo AS tutup mata dan tutup telinga terhadap atraksi menyimpang yang patut dapat diduga dilakukan OKNUM APARAT NEGARA.

Belagak diam, belagak tidak tahu tetapi patut dapat diduga, apa saja yang ditulis di KATAKAMI akan sangat cepat membuat “panik” pihak tertentu di pusat kekuasan dan mencari cara untuk mengimbangi.

Kami tahulah, media mana yang sejak awal kepemimpinan SBY di negara ini menempel kepada ISTANA KEPRESIDENAN.

Tapi patut dapat diduga, dimanfaatkanlah sejumlah pihak yang bisa diatur untuk memuja dan memuji, tetapi menohok pihak lain secara tidak seimbang.

Orang malah tersenyum melihat situasi ini. Tersenyum simpul !

Mohon izin Boss, kebenaran itu ibarat air yang mengalir dan ia akan tetap mengalir walau dibendung. Janganlah ada yang patut dapat diduga sok mau kelihatan bagaikan pahlawan sempurna yang berjasa menyelamatkan bangsa dan negara dari segala keterpurukan.

Ngomong-ngomong, mengapa ada bandar narkoba yang sangat FATAL pelanggaran hukumnya patut dapat diduga dibiarkan oleh Presiden SBY untuk tidak disentuh kasusnya ? Sehingga, rakyat jadi geli melihat semua gaya yang patut dapat diduga terlalu dibuat-buat sebab BEKING UTAMA BANDAR DAN MAFIA paling berbahaya di bidang narkoba justru dibiarkan agar seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Waduh, sebelum memutuskan untuk berkunjung ke INDONESIA ini, bisa jadi PRESIDEN BARACK OBAMA saja akan sangat “takjub” bahwa bandar narkoba yang sangat mengerikan bisnis haramnya bisa tiga kali diloloskan dari jerat hukum di negara ini. Sementara di AS, terutama PRESIDEN OBAMA, komitmennya dalam pemberantasan narkoba sangat tinggi. Apalagi Menlu Hillary Clinton, tidak ada ampun bagi kejahatan kotor di bidang NARKOBA.

Darimana bisa disebut keberhasilan yang sempurna di bidang pemberantasan korupsi ?

Bagaimana dengan proyek senilai Rp. 35 MILIAR yang diberikan Sekjen Depdagri tahun 2007 lalu untuk pembuatan buku 33 provinsi kepada BIRO PERS & MEDIA ISTANA KEPRESIDENAN ? Patut dapat diduga, itu adalah KASUS KORUPSI karena proyek itu DIBERIKAN DENGAN PENUNJUKAN LANGSUNG dan tanpa melalui tender.

Seorang pimpinan lembaga penegakan hukum di Indonesia, memberitahu KATAKAMI bahwa patut dapat diduga proyek itu memang bisa dikategorikan KASUS KORUPSI karena dengan nilai proyek yang sebesar itu tidak boleh dilakukan dengan cara penunjukan langsung alias HARUS MELALUI TENDER.

Mengapa kasus itu “dikubur dalam-dalam ?”

Patut dapat diduga, ini memang diamankan sebab dengan dana itu PIHAK ISTANA KEPRESIDENAN membuat film berdurasi pendek yang diperankan oleh PRESIDEN SBY & IBU NEGARA ANI YUDHOYONO. Saat shooting itu berlangsung, Pemimpin Redaksi KATAKAMI Mega Simarmata menyaksikan dengan mata dan kepala sendiri.

Mengapa kami bisa tahu bahwa patut dapat diduga kasus dugaan korupsi yang satu ini “dipeti-eskan”?

Sebab, kami yang melaporkan alias memberikan informasi yang akurat kepada JAJARAN POLHUKKAM karena pada saat proyek itu diberikan Widodo AS menjabat juga sebagai Mendagri Ad Interim. Tak cuma kepada WIDODO AS, kami juga menginformasikannya kepada MENTERI PERTAHANAN PROF. JUWONO SUDARSONO.

Ada urusan apa kami menceritakan itu kepada MENHAN JUWONO ?

Sebab, Kepala Biro Pers & Media yang menerima proyek pembuatan buku 33 provinsi itu adalah seorang Pejabat yang diberi “PROMOSI HEBAT” dari sekedar pegawai perpustakaan di DEPARTEMEN PERTAHANAN, yang tadinya kalah dalam Pilkada di Sumatera Selatan maka diberi “kesibukan” sebagai pegawai perpustaan.

Kami juga sudah menginformasikan secara informal kepada JAKSA AGUNG HENDARMAN SUPANDJI dan bahkan kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar. Tapi, tak ada yang “berani” bertindak. Sementara untuk urusan kasus korupsi menyangkut perbaikan AC, Kejaksaan Agung sigap sekali karena menyangkut pejabat yang pada era pemerintahan MEGAWATI.

Bagaimana dengan kasus dugaan korupsi senilai Rp. 35 MILIAR menyangkut proyek buku itu, Pak Hendarman, Pak Antasari ?

Ya, janganlah ada pihak manapun yang patut dapat diduga memanfaatkan kekurangan, kelemahan atau dugaan pelanggaran hukum siapapun juga, demi mendaaptkan keuntungan-keuntungan tersendiri. Misalnya saja, dengan tingkat kemampuan yang sangat tinggi sekali maka patut dapat diduga akan ada pihak yang akan diuntungkan dari situasi ini.

Tapi jangan lupa, rakyat Indonesia tidak tidur. Semua waspada dan tetap terjaga.

Sehingga, semua CAPRES dan PARTAI POLITIK harus bersiap-siap mengantispasi jika ada oknum-oknum yang punya tingkat kemampuan IT paling sempurna dan perangkatan peralatan teknologi yang tidak kalah canggihnya.

Seruan-seruan terbuka, tidak bakalan mempan.

Belajarlah dan ambil hikmah dari rangkaian atraksi oknum pejabat yang patut dapat diduga berlomba memberi pelajaran kepada KATAKAMI saat memutuskan untuk tetap tegar berdiri sebagai media yang menyuarakan kebenaran dan keadilan.

Dan di bagian kedua nanti, kami akan sampaikan ada sejumlah kesaksian yang sangat mencengangkan menyangkut kejahatan-kejahatan teknologi dari oknum POLRI yang patut dapat diduga memonopoli semua pelatihan, ilmu dan bantuan dari Pemerintahan Asing atas nama penanganan terorisme.

Jangan lewatkan !

(BERSAMBUNG KE BAGIAN 2)

Tulisan ini juga dimuat di WWW.KATAKAMI.BLOG.FR Dan WWW.REDAKSIKATAKAMI.WORDPRESS.COM

%d blogger menyukai ini: