Politik Yang Akan Tentukan Siapa Kapolri Baru

Dimuat Di INILAH.COM tgl 09/09/2008 – 19:19
 Oleh :  Mega Simarmata


Mahfud Siddiq
(inilah.com/Abdul Rauf)

INILAH.COM, Jakarta – Memilih Kapolri tidaklah semudah membalik telapak tangan. Harus ada pertimbangan profesionalitas; dalam, luas, dan tepat. Sedikit banyaknya, pemilihan juga akan memperhitungkan kepentingan politik.

Jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan pergantian Kapolri, kepentingan politik, bisa jadi salah satu faktor penentu. Panggung politik nasional akan diramaikan jadwal pesta demokrasi lima tahunan, tahun depan. Sedikit saja Polri lengah, terbuka peluang terjadinya chaos dan anarkis.

Kepada INILAH.COM, Selasa (9/9/2008) di Jakarta, Ketua Fraksi PKS di DPR, Mahfud Siddiq, mengatakan Presiden SBY harus cepat membuat keputusan.

Siapapun pilihannya, terserah Presiden. Kami menghormati hak prerogatif Presiden. Tetapi sebaiknya jangan terlalu lama agar DPR juga bisa membahasnya. Kalau Sutanto diperpanjang silahkan. Mau mengangkat Makbul atau Bambang Hendarso Danuri juga silahkan,” kata Mahfud.

Menurutnya, SBY harus selalu ingat pentingnya memberikan kepastian tentang siapa yang akan memimpin Polri. Ini terkait akan pensiunnya Sutanto pada 30 September 2008.

Kepastian pimpinan di Polri itu sangat mempengaruhi konsolidasi kelembagaan Polri. Apalagi menyangkut pengamanan pemilu yang tinggal dalam hitungan bulan. Banyak kalangan memprediksi situasi politik akan panas. Figur Kapolri harus netral. Ketiga perwira tinggi ini sama-sama punya kemampuan yang tinggi. Mereka harus netral. Kalau bikin salah, ya kita semprit!” pungkas Mahfud.

Sementara itu Gayus Lumbuun, anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP menyatakan berdasarkan UU No 22/2003, ditetapkan bahwa dibutuhkan waktu 20 hari sejak surat Presiden dikirim ke DPR, nama calon Kapolri harus mendapat klarifikasi.

DPR juga perlu mengevaluasi. Apakah Sutanto yang diperpanjang atau mengangkat yang lain, DPR tetap harus memberikan persetujuan. Dan dalam kurun waktu 20 hari, DPR akan meminta dulu masukan dari masyarakat terhadap figur Kapolri,” kata Gayus.

Siapa yang akan menjadi Kapolri, memang menjadi teka teki yang pasti akan segera terjawab dalam waktu dekat. Tak wajar jika ada yang bermanuver dengan cara apapun untuk mengganggu proses yang sedang berjalan. Apapun alasannya, hak prerogatif Kepala Negara dalam menentukan posisi Kapolri ini harus dihormati semua pihak.

Sutanto, Makbul, dan Bambang adalah perwira tinggi Polri yang sama-sama berpeluang. Cakap, berkemampuan tinggi, dan berprestasi. Makbul dan Bambang, angkatan 1974, memang berhak dinominasikan kalau memang Sutanto dianggap telah selesai masa baktinya.

Polri di bawah kepemimpinan Sutanto selama 38 bulan ini sudah meraih banyak prestasi. Di bidang pemberantasan judi, pembalakan liar (illegal logging), illegal fishing, narkoba, terorisme, atau kejahatan tradisional.

Semua memiliki prestasi signifikan. Keberhasilan menonjol dari kepemimpinan Sutanto adalah hasil dari kerja keras dari jajaran Bareskrim Polri yang dipimpin Bambang.

Bambang dinilai cakap dan tegas mengendalikan Tim Anti Teror Polri. Ia memutuskan mengendalikan Tim Satgas Bom Polri untuk menghindari salah paham antara Tim Satgas Bom Polri dan Densus 88 Anti Teror. Seiring berlalunya waktu, pada awal 2008 ini Bambang memberangus Tim Satgas Bom Polri dan meleburkannya menjadi satu ke dalam organisasi Densus 88 Anti Teror.

Prestasi gemilang Polri terbukti saat berhasil menangkap Abu Dujana selaku Panglima Militer Jamaah Al Islamyah dan Zarkasih selaku Amir (pimpinan tertinggi) JI pada Juni 2007. Prestasi lainnya adalah membongkar kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir, yang kemudian menyeret mantan Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN), Muchdi Pr ke kursi pesakitan.

Kini, Presiden SBY berhak menentukan pilihannya untuk kebaikan Polri. Apapun pilihan itu, haruslah untuk kepentingan bangsa dan negara. Dengan sifat kenegarawanannya, SBY diharapkan bisa dengan sangat cermat menentukan siapa yang akan menjadi Tri Brata 1 untuk mengawal Indonesia menghadapi pesta demokrasi pada 2009 mendatang. (Selesai)

Filed under: Tak Berkategori , , , ,

%d blogger menyukai ini: