Permisi Kapolri & Wakapolri, Polwan VIVICK TJANGKUNG Main Ancam Mau Tembak Orang. Plis Deh !

https://i0.wp.com/data5.blog.de/media/888/3412888_6c8bb45a3b_m.gif

Jakarta (KATAKAMI)  Begitu banyak pembaca yang ingin tahu kelanjutan kisah tentang oknum POLWAN yang patut dapat diduga berselingkuh sana sini. Sesungguhnya kami tidak tega juga menyampaikan semua perkembangannya sebab sangat “buruk rupa” dari sisi moralitas.  Tapi baiklah, sedikit saja kami akan sampaikan beberapa hal yang pasti akan sangat mencengangkan dan mengejutkan bagi banyak pihak. Terutama kepada para petinggi di JAJARAN KEPOLISIAN. Tahukah anda, apa saja kelakuan dari si oknum polwan ini ?

Kepada kATAKAMI.COM beberapa hari lalu, seorang Ibu muda yang berprofesi sebagai PARANORMAL mengaku bahwa ia mendapat ancaman penembakan dari oknum POLWAN ini.

“Polwan itu mengatakan kepada temannya bahwa ia akan menembak saya. Teman yang diajak bicara oleh Polwan itu langsung memberitahu saya agar hati-hati. Saya sih pasrah saja Mbak. Saya juga dihubungi oleh orang yang mendampingi Polwan ini menemui seorang Perwira Tinggi berinisial GM pada tanggal 18 Desember 2008 lalu. Oknum Perwira Tinggi itu memerintahkan kepada Polwan itu untuk datang ke sebuah restoran kecil di Jalan Dr Saharjo Jakarta Selatan sekitar Pukul 14.30 WIB. Selama 2 jam mereka bicara. Tetapi tidak berdua karena Perwira Tinggi itu tidak sudi menemui Polwan ini berduaan. Dihadapan orang, Polwan ini ditampar mukanya berkali-kali oleh Perwira Tinggi itu. Dan saya langsung dihubungi dari restoran itu oleh orang yang ikut dalam pertemuan itu. Semua diceritakan kepada saya,” kata Ibu muda ini dengan suara lirih saat menemui KATAKAMI.COM baru-baru ini untuk menceritakan rangkaian teror yang diterimanya dari oknum Polwan tadi.

“Ditampar, kenapa ditampar Bu ?” tanya KATAKAMI.

“Menurut orang yang ikut dalam pertemuan itu, Perwira Tinggi ini sudah kehabisan kesabaran. Kelakuan Polwan itu sudah sangat mempermalukan, terutama perihal kabar PERSELINGKUHAN Polwan ini dengan seorang wartawan senior yang sudah berkeluarga. Sebab, Polwan khan masih terus dapat BIAYA HIDUP dari Perwira Tinggi itu. Setelah terus DIBIAYAI HIDUPNYA, malah untuk berhubungan dengan lelaki lain. Saya malah diceritakan bagaimana bahasa yang digunakan, kau minta uang tapi untuk dipakai untuk CUKI .. ! Kepala si Polwan itu di kelepak,” jawab Ibu PARANORMAL itu.

“Waduh, benar-benar ada selingkuh rupanya, buktinya terus dibiayai. Hebat betul ya, terus si Polwan SELINGKUHAN JENDERAL itu bagaimana reaksinya ?” tanya KATAKAMI lagi.

Oknum Polwan yang mengancam akan menembak paranormal ... weleh weleh, serem amat !

Oknum Polwan yang mengancam akan menembak paranormal … weleh weleh, serem amat !

“Nangislah Mbak, bisa apa dia. Mewek. Nangis meraung-raung. Bikin malu saja. Dan itu disaksikan orang. Di tempat terbuka kok. Dulu, Polwan ini dikasih RUMAH di daerah Bekasi, orangtuanya si Polwan ikut mendiami rumah itu. Tapi si Polwan ini bikin masalah, urusan moral juga. Dia dianggap SELINGKUH dengan seorang Pria Non Pribumi. Pemberian RUMAH di Bekasi itu ditarik oleh Perwira Tinggi tadi. Belakangan dikasih 2 RUMAH sekaligus, dekat rumah si Perwira Tinggi itu di Tebet. Yang satu bertingkat 2 ukuran 500 meter persegi dan ada paviliunnya sekitar 200 meter persegi. Nah waktu kejadian ditampar bulan Desember itu, rumah pemberiann yang bertingkat malah diminta lagi oleh Perwira Tinggi itu. Kasarnya, Polwan ini diusir. Tapi anehnya masih tetap dikasih RUMAH yang kecilan” ungkap si IBU PARANORMAL.

“Lucu benar ya, rumah sudah dikasih kok diminta lagi. Kalau cuma bawahan, kok sampai dikasih 3 rumah. Ada hubungan gelap apa itu. Banyak sekali rumah yang dikasih, apa isteri dan anak-anaknya tidak tahu kalau si Perwira Tinggi itu seperti juragan rumah dan memberikan 3 rumah sekaligus kepada SELINGKUHANNYA yang malah sudah berselingkuh dengan pria beristri lainnya. Ada apa ya, kok ngotot sekali mempertahankan hubungan gelap yang jelas-jelas melanggar hukum dan norma-norma agama seperti ini ! Pakai acara menampar dan memukul kepala. Harusnya perwira tinggi ini dilaporkan ke POLRI, bisa dipidana karena melakukan kekerasan kepada perempuan. Dan bisa dicopot dari jabatannya karena melakukan hubungan asusila dan bobrok moralnya” kata KATAKAMI.

Lalu, bagaimana ceritanya sampai ada ancaman penembakan itu ?

Sang PARANORMAL ini mengisahkan seperti ini,

“Jadi Mbak, setelah kejadian yang sangat tragis, dia ditampari berulang kali oleh Perwira Tinggi tadi – naik pitamlah si Polwan karena ia merasa bahwa saya yang menghalangi hubungannya dengan Krng (inisial nama wartawan senior asal NTT yang kini menjadi kekasih gelap si oknum Polwan, redaksi). Darimana ceritanya saya menghalangi. Justru saya tidak mau ikut campur. Gak Cuma saya yang dapat ancaman penembakan. Saya juga diberitahu oleh sahabat si Polwan itu bahwa si Polwan ini pernah mendatangi seorang reporter muda belia dari sebuah media televisi yang seumur dengan anak perempuan si Bapak itu. Kabar kedekatan dengan reporter muda itu kan sudah kemana-mana beritanya. Polwan itu janjian bertemu di satu tempat dengan si reporter. Lalu, si reporter tadi diancam agar jangan pernah lagi mendekati si Perwira Tinggi dengan mengatakan … Saya tembak kamu kalau berani-berani mendekati Pak GM ! Gitu katanya. Sahabat si Polwan itu yang langsung menghubungi dan memberitahu saya mengenai kejadian itu” ungkap si PARANORMAL.

Luar biasa.

Si PARANORMAL melanjutkan lagi ceritanya tentang hasil pertemuan yang penuh tamparan untuk si oknum Polwan yang gemar merokok CAPRI ini.

“Pertemuan sebelum NATAL itu, dipakai si Perwira Tinggi itu untuk mengatakan bahwa si Polwan jangan sok ikut campur terhadap semua urusan dan kehidupan si Perwira Tinggi. Urusan apa saja. Si Bapak itu bilang bahwa si Polwan itu tidak tahu diri dan harus tahu diri bahwa dia itu siapa, dia bukan siapa-siapa. Jadi maksudnya jangan lancang ikut campur. ” Kata si PARANORMAL.

Akibat sakit hati, akhirnya si Oknum Polwan yang modal airmata saat diusir dari tumpangan rumah yang diberikan, yang jadi sasaran tembak justru sang PARANORMAL yang tidak bersedia memberikan bantuan apapun kepada oknum Polwan ini.

Nah, Yang Ini Juga Sama Sakitnya, Mau Main Tembak Aja Lu Kucing Liar ... !

Tetapi, sahabat dekat dan sejumlah warga NTT (teman sedaerah dari oknum Polwan ini) sangat banyak yang mengenal baik dan bersimpati pada sang PARANORMAL dari daerah Solo ini. Sehingga, semua bisa diketahuinya.

Itulah sebabnya, saat si oknum Polwan itu ditampari dan diusir secara tegas, langsung dari lokasi pertemuan itu si PARANORMAL bisa dihubungi oleh sahabat si Polwan.

Oknum Polwan ini, perlu mendapat tindakan tegas dari Pimpinan POLRI. Apakah harus menunggu sampai  mati bergelimpangan sejumlahg korban akibat brutalisme penggunaan senjata api, baru nanti ada tindakan tegas ?

Oknum Polwan yang bertugas di Direktorat Narkoba jajaran Kepolisian tertentu ini, harus secepatnya dipindahkan ke bagian administrasi di Polda lain yang ada di daerah agar jangan memberikan ancaman kepada banyak orang. Betapa buruknya pengawasan dari atasan jika ada bawahan yang sisi moralitasnya sangat buruk.

Kami telah menyampaikan lewat tulisan sebelum ini bahwa sejak periode September – Oktober 2008, oknum Polwan ini menjalin perselingkuhan dengan seorang oknum wartawan senior yang bekerja di sebuah harian berbasis bisnis perekonomian.

Pria yang sudah memiliki isteri dan anak itu, kini menjadi Ketua Tim Sukses dari seorang kandidat pimpinan nasional. Isteri dari pria itu berprofesi sebagai seorang wartawati di Media Asing dan KATAKAMI mengenal sangat baik sang isteri sejak belasan tahun silam.

Oktober 2008, oknum Polwan ini mendatangi ibu PARANORMAL yang bermukim di daerah Krukut (Cinere) Jakarta Selatan. Ia meminta agar seorang Perwira Tinggi “dipaksa” untuk mau memberikan uang sebagai biaya hidup. Namun permintaan si oknum Polwan ini t idak digubris oleh sang PARANORMAL.

Hubungannya dengan seorang wartawan senior banyak dikecam oleh sejumlah wartawan karena isteri dari wartawan itu adalah sosok yang sangat lembut dan keibuan sekali. Tak pernah ada masalah dalam rumah tangga pasangan wartawan ini hingga akhirnya si oknum Polwan yang gemar mengancam orang untuk DITEMBAK ini datang mengacaukan.

Kepada KATAKAMI.COM, isteri wartawan itu pernah mengeluh bahwa perilaku suaminya menjadi sangat garang sejak “rapat” dengan oknum Polwan tadi. Bahkan dalam sebuah kesempatan, sang isteri dan anak perempuan semata wayang mereka pernah disuruh datang ke sebuah restoran oleh sang suami.

Dikira mau diajak makan bersama antar mereka saja. Ternyata di restoran itu sudah menunggu si oknum Polwan yang hobi mengenakan tank top ini. Di hadapan sang isteri dan anak semata wayang yang berusia 6 tahun itu, si oknum Polwan bertingkah laku yang tak senonoh yaitu paha sengaja dibuka agak lebar saat duduk dan ketika berbicara sengaja mendekatkan wajahnya lebih dekat ke wajah sang wartawan. Sang isteri hanya diam saja di tempat duduknya.

Hal ihwal tentang perilaku oknum Polwan ini sudah pernah kami sampaikan secara lisan kepada seorang KAPOLDA berbintang dua.

“Tolong diperhatian dan diawasi Pak, sudah mulai aneh-aneh kelakuan Polwan itu” kata KATAKAMI kepada perwira tinggi berbintang dua tersebut saat bertemu dalam acara peringatan HARI ANTI KORUPSI SEDUNIA bulan Desember 2008.

KATAKAMI.COM juga pernah menyampaikan peringatan kepada oknum Polwan itu.

“Hati-hati Mbak, jangan gampang memberikan ancaman penembakan. Apalagi kepada jurnalis. Saya pasang badan untuk keselamatan dan kepentingan jurnalis manapun yang memang mendapat ancaman. Anda keterlaluan kalau mau main ancam menembak kepada junior saya. Banyaklah anda berdoa dan bertobat. Seorang perempuan akan dihargai, terutama jika dinilai baik dari segi keimanan. Kalau anda macam-macam, apalagi berani mengancam atau mau main tembak ke jurnalis, saya akan laporkan anda ke Kapolri dan Wakapolri. Saya akan laporkan anda ke PROPAM POLRI. Jangan main-main dengan senjata api ! Catat ini !” demikian pesan dari Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata kepada oknum Polwan yang tergila-gila kepada suami-suami orang ini.

Lalu, barangkali karena terkejut atau panik mendapat teguran. Inilah jawaban si oknum Polwan, “Capek deh urusan sama elu !”

Pemimpin Redaksi KATAKAMI Mega Simarmata tersenyum geli saat menyadari kepanikan si oknum Polwan ditodong dengan nasihat yang blak-blakan.

Nah, Yang Ini Juga Sama Sakitnya, Mau Main Tembak Aja Lu Kucing Liar … !

Lalu menambahkan lagi nasihat berikutnya kepada oknum Polwan ini,

“Yang capek itu sebenarnya adalah Mbak …, isteri dari Mas Krng yang dekat dengan anda saat ini. Anda itu lebih muda dari saya dari segi usia. Saya berikan nasihat yang baik. Jangan suka merusak rumah tangga orang. Belum kapok ditampar ? Malu dong. Sekali lagi, jangan pernah mengancam jurnalis itu lagi, saya seniornya. Saya lindungi dia. Mau apa kamu ? Jangan ancam wartawan manapun ” sahut KATAKAMI.

*****

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, khususnya Ibu Nani Bambang Hendarso Danuri, apakah akan mendiamkan saja jika ada oknum Polwan yang sangat morat-marit moralitasnya seperti ini ?

KATAKAMI.COM beberapa kali bertemu dan berbicara dengan Ibu Nani Bambang Hendarso Danuri. Beliau figur Ibu yang sangat lembut dan penuh belas kasih. Santun sekali. Kami ingin beliau tahu bahwa ada salah seorang “anak” beliau di jajaran Kepolisian, bertingkah laku yang sangat memalukan.

Lalu Wakapolri Komjen Makbul Padmanegara dan Ibu, apakah juga akan mendiamkan ada oknum Polwan yang main ancam sana sini untuk ditembak dengan senjata apinya ? Apalagi ancaman itu datang kepada seorang jurnalis muda ?

Irwasum Polri Komjen Jusuf Manggabarani dan Kepala Divisi Propam Polri Oegroseno, apakah akan mendiamkan saja indikasi penyimpangan semacam ini ?

Dimana letak kemacetan reformasi birokrasi jika ada seorang oknum Polwan dibiarkan mengancam dengan senjata apinya kesana kemari, lalu menggoda dan merusak rumah tangga orang lain ?

Apakah sudah lupa dengan kejadian seorang anggota Provost menembak mati atasannya sendiri ?

Briptu Hance Christanto pada bulan Maret 2007 menembak mati Wakapolwiltabes Semarang. Aksi penembakan tanggal 14 Maret 2007 itu menyebabkan Lilik Purwanto tewas di tempat. Ia ditembak berulang-ulang dari arah depan dan belakang oleh tersangka Briptu Hance Christanto. Sedikitnya, berdasarkan pemeriksaan di Labfor ada 14 butir peluru masuk ke tubuh korban.

Kalau Hance Christanto menembaki secara brutal atasannya sendiri, bukan tidak mungkin satu saat nanti oknum Polwan ini menembaki perempuan mana saja yang dianggapnya sebagai saingan atau ancaman yang kriterianya hanya berdasarkan halusinasinya.

Duh, Si Monyet Ini Main Tembak Seenaknya ....

Oknum Polwan yang tak berprestasi ini, tak layak untuk bertugas di sebuah Direktorat bergengsi yang terletak di kota besar.

Presiden dan Wakil Presiden perlu mengamati gejala sosial yang menjangkiti polisi. Mundur atau morat-matirnya moralitas anggota polisi, akan menjadi tolak ukur berhasil atas tidaknya reformasi birokrasi POLRI.

Reformasi Birokrasi POLRI bukanlah reformasi jika masih ada oknum polisi yang seenak jidatnya mengancam orang tak benar-benar tak bersalah dengan kata-kata, “SAYA TEMBAK KAMU NANTI !”.

Waduh waduh waduh. Oknum polwan ini lebih cocok jadi bintang film saja di film action yang dipadukan dengan unsur horor dan mistik.

Ih, serem deh ! Dar der dor, mending kalau yang mati di tembak bandar narkoba atau teroris. Ini bisa-bisa yang jadi korban justru warga sipil tak bersenjata, yang ketiban sial karena si oknum Polwan sedang “kumat” sakit moralitasnya.

Tolong. Plis deh … sekali-sekali, coba arahkan moncong senjata api itu ke jidat sendiri dan tarik pelatuknya. Ketika peluru tajam itu menembus masuk, enak atau tidak rasanya ? Mati atau hidup kalau menembak diri sendiri ? Lakukan dulu kepada diri sendiri sehingga jangan seenaknya menyakiti atau mengancam orang lain. Apalagi mengancam wartawan. Sekali lagi, plis deh … !

Oknum polwan dan oknum perwira tinggi itu, sudah sepantasnya dicopot dan DIBERHENTIKAN SECARA TIDAK HORMAT karena patut dapat diduga sangat kotor dan buruk moralitasnya, ini bisa menjadi virus yang sangat berbahaya dari rumah tangga atau keluarga dari KELUARGA BESAR POLRI.

(MS)

%d blogger menyukai ini: