Pertemuan Teuku Umar Bahas Bopeng Pemilu Legislatif 2009 Yang Dinilai Paling Ambudarul Oleh Gus Dur

JAKARTA 15/4/2009 (KATAKAMI) Begitu sang surya terbit ufuk timur pada Selasa (14/4/2009) pagi, kami sudah menebak-nebak sendiri didalam hati.

Ya, ibarat bermain teka-teki tetapi cukup untuk diri sendiri. Jika ada sejumlah lawan politik yang tingkat popularitasnya tidak bisa dianggap enteng akan bertemu di kediaman Megawati Soekarnoputri, kira-kira kegiatan apa yang akan akan dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar dari sisi pemberitaan tidak “miring atau berat sebelah”.

Pertemuan Tokoh Nasional Di Kediaman Megawati Soekarnoputri Selasa (14/4/2009)Pertemuan Tokoh Nasional Di Kediaman Megawati Soekarnoputri Selasa (14/4/2009)

Dan dari permainan teka-teki itu, kami sudah langsung menjawabnya secara cepat (juga didalam hati). Besar kemungkinan, SBY akan memilih untuk menggelar Sidang Kabinet agar bobot berita kepada media massa dan rakyat Indonesia bisa “seolah-olah” sama tinggi nilainya.Dan ternyata tebakan kami benar seratus persen !

Disaat SBY mengundang Wapres M. Jusuf Kalla dan sejumlah menteri untuk mengikuti sidang kabinet, di kedimanan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri digelar pertemuan dengan sejumlah Tokoh Nasional.

Yang hadir bukan kelas kacang goreng.

Yang hadir bukan kelas raja kancil.Yang hadir, orang penting semua bow … !

Kami cukup terkejut dan sangat respek begitu tinggi pada Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Gus Dur mengatakan Pemilu Legislatif 2009 ini Pemilu Paling AMBURADUL !Pemilu 2009

Walau baru sembuh dan dirawat di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) tetapi Gus Dur ikut menghadiri pertemuan yang digelar dalam ruangan yang bernuansa bendera “MERAH PUTIH”.

Gus Dur tetaplah Gus Dur yang nyeleneh dan ceplas ceplos. Ayah dari 4 orang putri ini menyebut PEMILU LEGISLATIF 2009 ini “PEMILU YANG PALING AMBURADUL”.

Pasca penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2009 ini, memang sudah banyak kritikan disana-sini bahwa penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2009 inilah yang paling buruk dalam sejarah.

Prabowo Subianto bertemu Wiranto, Senin (13/4/2009)Wiranto dan Prabowo Subianto

Prabowo Subianto dari Partai Gerindra dan Wiranto sebagai Ketua Umum DPP Partai Hanura memberikan pendapat yang senada yaitu Pemilu Legislatif 2009 ini adalah Pemilu yang sangat memalukan dan paling buruk citranya sejak REFORMASI 1998.

Kedua Purnawirawan Jenderal TNI ini, cukup tajam dalam memberikan pandangan mereka dan itu memang menjadi pandangan dari mayoritas rakyat Indonesia.

Memang bikin malu dan INDONESIA sebenarnya sudah kehilangan muka di hadapan bangsa-bangsa didunia.

Walau tidak menang dalam Pemilu Pilpres 2004, tetapi tinta emas mencatat dalam sejarah perjalanan bangsa INDONESIA bahwa Presiden Megawati Soekarnoputri SUKSES tanpa cacat menyelenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu) pertama yang bersifat langsung.Bandingkan dengan Pemilu 2009.Busyet deh, hamparan wajah Indonesia sekarang ini ibarat penuh bopeng yaitu bopeng kecurangan, kelicikan dan penyimpangan.

Belum lagi fakta yang lebih memalukan ada PULUHAN JUTA rakyat Indonesia tidak bisa memberikan hak suaranya karena tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Jadi kalau ada pihak tertentu yang baru sekarang bersuara bahwa pihaknya ikut prihatin terhadap kisruh soal DPT, pertanyaan yang pantas diajukan kepada pihak demikian adalah, “EH, ENTE KEMANE AJE, KENAPA BARU SEKARANG ENTE BUNYI ? NASI SUDAH JADI BUBUR !”.

Ini persoalan bangsa, nasib dari rakyat Indonesia untuk menyongsong masa depan.

Obama

Jika kami adalah Presiden di Indonesia dalam situasi yang seperti ini dan tiba-tiba harus bertatapan muka dengan Presiden AS Barack Obama, maka secara spontan tangan kanan kami akan kami gunakan untuk menutupi wajah kami.

Malu tauk !

INDONESIA jangan sok-sokan mau seperti AS.

Waduh, canggih betul dalam beberapa jam bisa memberikan QUICK COUNT terhadap hasil Pemilu. Baru tahapan hasil QUICK COUNT yang keluar, sudah ada yang gegap gempita. Manggut sana. Manggut sana.

Ada kalimat bijak yang mengatakan, “Hendaklah yang bertelinga itu, MENDENGAR !”

Dengarkan jeritan rakyat Indonesia yang kecewa dan marah karena tidak bisa memilih akibat AMBURADULNYA cara kerja KPU dan KPUD.

Dengarkan jeritan rakyat Indonesia yang kecewa dan marah karena patut dapat diduga banyak kecurangan disana sini.

Semoga saja gendang telinga para PEMIMPIN di republik belum pecah atau infeksi sehingga pendengaran mereka terhadap JERITAN RAKYAT INDONESIA masih tetap bisa digunakan untuk mendengar secara baik.

Dan kisruh soal kecurangan-kecurangan di lapangan itu, belum termasuk kecurangan yang patut dapat diduga MENGGUNAKAN cara Kejahatan IT untuk mengdongkrak perolehan suara.

Kami lebih concern untuk mengamati dan mencari tahu bagaimana agar kejahatan di bidang IT ini bisa dibuka, disingkap, dibongkar dan “DITELANJANGI” jika patut dapat diduga ada pihak-pihak tertentu yang sangat dirugikan karena perolehan suara dari partai mereka dirampas oleh kecanggihan teknologi.

Prabowo, Megawati & Wiranto (Foto : KOMPAS)

Pertemuan di kediaman Megawati pada hari Selasa (14/4/2009), menghasilkan poin utama agar seluruh kecurangan itu diselesaikan secara baik.

Jenderal Wiranto yang didaulat untuk menjadi JURU BICARA yang menyampaikan hasil kesepakatan para TOKOH NASIONAL ini kepada media massa yaitu :“Mendesak KPU, Bawaslu, dan pemerintah menindaklanjuti semua laporan kecurangan pemilu dan menegakkan hukum terhadap pelanggaran atau kecurangan yang terjadi,” demikian kata Jenderal Wiranto, saat membacakan pernyataan sikap bersama sejumlah tokoh di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/4/2009).

Para tokoh ini juga menilai Pemilu 9 April 2009 merupakan pemilu terburuk sejak reformasi.

Pemilu dipandang jauh dari prinsip jujur, bermartabat, adil, dan demokratis. Daftar pemilih tetap (DPT) yang bermasalah juga dikatakan telah mengakibatkan jutaan warga negara kehilangan hak konstitusinya untuk memilih.

“Padahal, hak memilih merupakan hak asasi manusia yang dijamin oleh UUD 1945. Pengabaian terhadap hak memilih berarti melanggar konstitusi,” lanjut Jenderal Wiranto.Pemerintah, KPU, dan KPUD juga dinilai telah menunjukkan ketidaknetralannya dalam pelaksanaan pemilu legislatif. KPU juga diminta untuk menjamin hak konstitusi warga negara untuk memilih, khususnya bagi mereka yang tercabut hak-haknya karena DPT.

Oleh karena itu, KPU didesak untuk memperbaiki DPT.

Pernyataan sikap itu ditandatangani oleh 13 parpol dan dua tokoh masyarakat, yaitu Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum PDI Perjuangan), Wiranto (Ketua Umum Hanura), KH Abdurrahman Wahid, Rizal Ramli, Prabowo Subianto (Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra), Ferry B Siregar (PDS), Bursah Zarnubi (PBR), Idham Cholid (PKNU), Yusril Ihza Mahendra (PBB, Totok Daryanto (perwakilan PAN), Syahrir MS (RepublikaN), Zulfan (PNBKI), Amelia Yani (Ketum PPRN), H Rusdi Hanafi (Ketua DPP PPP) dan Misbach Hidayat.

Against Cyber Crime

Rasanya, malang benar jadi rakyat Indonesia ini. Ada yang kalah jadi caleg, masuk Rumah Sakit Jiwa. Ada yang bunuh diri atau mati mendadak karena serangan jantung.

Dan … ya itu tadi, ada PULUHAN JUTA RAKYAT INDONESIA tidak bisa memilih karena kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT).Untuk memproses secara hukum dari semua pengaduan atau kasus pelanggaran Pemilu saja, akan membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Tetapi, INDONESIA sudah harus bersiap untuk penyelenggaraan Pemilu Pilpres 2009.

Rata-rata Tokoh-Tokoh Nasional ini berharap agar KISRUH DPT ini tidak terulang pada Pemilu Pilpres 2009.

Tapi kami sulit untuk seoptimis itu dalam menyikapi perkembangan bangsa di dalam situasi yang sangat hampa sebab ada pihak tertentu yang RAKUS LUAR BIASA pada kekuasaan sehingga patut dapat diduga menghalalkan segala cara yang terburuk, terlicik dan terkotor.

Sehingga komentar Gus Dur bahwa PEMILU LEGISLATIF 2009 ini AMBURADUL, membuat kami teringat pada lirik lagu salah seorang Diva Musik Pop Indonesia, RUTH SAHANAYA :

Ah … ah … amburadul
Ah … ah … amburadul
Ah … ah … amburadul
Ah … ah … amburadul semua ah …
Rasannya ingin meronta
Tapi aku tak bisa

Sudah amburadul semacam ini, mengapa ada yang merasa paling berhak untuk menjadi pemenang dari pertandingan yang serba amburadul dan patut dapat diduga penuh kecurangan yang buruk, licik dan kotor ?

Rumuskan formula yang terbaik untuk menyelesaikan semua kasus pelanggaran Pemilu Legislatif 2009.

Dalam hal ini perlu diingatkan kepada KEJAKSAAN AGUNG agar dalam menangani kasus-kasus hukum Dalam PEMILU LEGISLATIF 2009 ini, KEJAKSAAN AGUNG dan semua jajarannya harus NETRAL.

Katakan bahwa yang benar itu benar dan yang salah itu salah !

Katakan bahwa partai yang mengusung penguasa negeri ini salah jika patut dapat diduga partai tersebut memang melakukan kesalahan atau pelanggaran hukum dalam PEMILU LEGISLATIF 2009.

Jangan katakan bahwa benar itu salah atau yang salah itu benar !

Jaksa Agung Hendarman Supandji harus bisa membuktikan kepada RAKYAT INDONESIA bahwa KEJAKSAAN AGUNG adalah lembaga hukum yang masih tetap dapat dipercaya oleh RAKYAT INDONESIA.

Jangan mencla mencle !

Jangan jadi robot karena patut dapat diduga jika ada PERINTAH dari atas untuk memutuskan begini dan begitu terhadap kasus-kasus hukum tersebut, maka KEJAKSAAN AGUNG jangan ngekor saja.

Kami tak begitu semangat menyikapi aksi unjuk rasa terkait kasus JAKSA ESTER dan rekannya dalam yang dituding menggelapkan 300 butir ekstasi.

Apalagi hari Selasa kemarin sampai ada AKSI UNJUK RASA segala dan meminta agar bandar narkoba tidak dilindungi.

Begini, kami tidak membela secara berlebihan pada INSTITUSI KEJAKSAAN AGUNG.

Tetapi, patut dapat diduga ada aksi bau teraksi dibalik penanganan kasus narkoba ini yaitu untuk mengubur dalam-dalam kasus bandar narkoba tertentu yang jauh lebih mengerikan BOBOT KESALAHANNYA, maka dialihkan perhatian ke kasus narkoba lain.Betul, bahwa semua kasus pelanggaran hukum harus ditindak dan ditangani secara benar.

Tapi, jangan karena mau menyembunyikan aib dirinya maka patut dapat diduga dicari strategi ampuh untuk pengalihan isu.

Wah wah wah, baca dulu semua referensi mengenai kasus hukum soal NARKOBA.

Jangan hanya menuding muka KEJAKSAAN AGUNG secara garang dan lantang sehingga seolah-olah kasus JAKSA ESTER itu aib paling buruk.

Skandal hukum paling memalukan di negara ini menyangkut narkoba adalah KASUS BANDAR NARKOBA LIEM PIEK KIONG alias MONAS.Bandar pemilik 1 JUTA pil ekstasi ini, ditangkap November 2007 di Apartemen Taman Anggrek.

Monas, diciduk bersama sang isteri (CECE) dan sejumlah bandar dan anggota sindikat mereka.

Tahukah anda duduk persoalannya ?

Dari sekitar 9 orang yang ditangkap itu, justru Monas yang tidak diajukan oleh POLRI kepada KEJAKSAAN AGUNG karena patut dapat diduga ada OKNUM PERWIRA TINGGI berpangkat KOMISARIS JENDERAL menjadi beking utama dari bandar narkoba Monas.

Majelis hakim sudah menjatuhkan vonis mati kepada 3 orang dari 9 orang yang ditangkap di Apartemen Taman Anggrek itu, salah seorang diantaranya adalah CECE (isteri dari bandar narkoba MONAS).

Gories MerePresenter TV One yang muda belia GRACE NATALIE LOUISA saat memberitakan CECE mendapat vonis MATIPolwan VIVICK TJANGKUNG yang mendampingi GORIES MERE saat menangkap ZARIMA ke AS

CECE inilah yang masih tetap melakukan perdagangan gelap narkoba dari dalam Rutan Pondok Bambu. Padahal bulan September 2008 lalu, ia dan dua rekannya sudah dijatuhi VONIS MATI.

Tahukah anda, bahwa bandar narkoba MONAS diloloskan dari jerat hukum sebanyak 3 kali berturut-turut ? Mengapa tidak ada yang melakukan aksi unjuk rasa ke Badan Narkotika Nasional (BNN) ? Mengapa tidak ada yang melakukan aksi unjuk rasa ke MABES POLRI, terutama ke BARESKRIM POLRI ?

barang bukti MONASBarang bukti kasus bandar narkoba LIEM PIEK KIONG alias MONAS, siapa beking utamanya ?

Sebab, ada 5 orang PENYIDIK BARESKRIM POLRI yang sudah dicopot dari jabatatannya karena terbukti bersalah melakukan rekayasa Berita Acara Pemeriksaan (BAP) agar bandar narkoba MONAS pemilik 1 JUTA pil ekstasi tidak diajukan ke Pengadilan.

Dan beking utama dari bandar narkoba Monas ini, patut dapat diduga memang sedang berusaha mati-matian agar kasus bandar narkoba MONAS tidak lagi diungkit di media massa agar SETORAN UANG dari bandar kotor ini ke dalam kantong pribadi oknum KOMJEN tadi tidak ketahuan.

Dimana konsistensi dalam pemberantasan narkoba ?

Jangan tiba-tiba ada yang sok konsisten terhadap kasus 300 butir ekstasi, sementara ada kasus hukum yang dilakukan bandar pemilik 1 JUTA PIL EKSTASI sengaja didiamkan dan dipeti-eskan !

Ada apa dibalik semua ini ?

Kami sudah berulang kali menuliskan agar PEMERINTAH mencopot dari jabatannya, KOMJEN GM, seorang perwira tinggi POLRI yang bertugas di BNN karena patut dapat diduga terlibat dalam kasus bandar narkoba MONAS.

COPOT dong !

Ajukan ke Pengadilan dan biarkan Majelis Hakim memberikan VONIS MATI kepada Perwira Tinggi yang patut dapat diduga telah 3 kali berturut-turut melindungi dan menyelamatkan BANDAR dan MAFIA narkoba tingkat internasional.

Patut dapat diduga SBY melindungi oknum perwira tinggi ini dan mengapa tidak ada yang menyadari hal ini ?

Cece Isteri Bandar Narkoba MONAS yang telah mendapatkan VONIS MATI dari majelis hakim

Waduh, kami terkesima melihat gunjang-ganjing ini. Bayangkan, patut dapat diduga sudah 3 kali berturut-turut oknum beking ini menerima SETORAN UANG dari bandar narkoba MONAS sehingga bisa lolos dari VONIS MATI. Sementara CECE, isteri dari MONAS saja sudah mendapatkan VONIS MATI.

Dan tidak ada kata lain untuk POLRI, tangkap bandar narkoba MONAS !

Tangkap Liem Piek Kiong alias Monas, beserta 5 orang bandar narkoba yang patut dapat diduga tidak diajukan ke muka hukum. Padahal, Monas dan kelima bandar narkoba tingkat internasional ini sama-sama ditangkap di Apartemen Taman Anggrek.

Mana mereka, tangkap dong !

Jangan sok cuek, dan jangan pura-pura sibuk dengan segala macam aktivitas yang tidak ada kaitannya dengan jabatan yang fokus utamanya MEMBERANTAS NARKOBA.

Ki-Ka Kombes Petrus Golose, Gories Mere dan Surya Dharma (Washington 2007)Ki-Ka Kombes Petrus Golose, Gories Mere dan Surya Dharma, serta kolega mereka (Washington 2007)

Urus narkoba dan jangan mengurusi masalah POLITIK PRAKTIS.

Apalagi kalau patut dapat diduga ada oknum PERWIRA TINGGI yang terlibat dalam KEJAHATAN IT pada penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2009.

Kecurangan PEMILU LEGISLATIF 2009 yang patut dapat diduga akan sangat sulit untuk dibuka, dibongkar dan dibuktikan adalah KEJAHATAN IT (Informasi & Teknologi)

Orang yang dapat melakukan KEJAHATAN IT atau CYBER CRIME terkait PEMILU LEGISLATIF 2009 ialah yang patut dapat diduga justru sangat menguasai IT itu sendiri untuk tugas-tugas utamanya dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.

Disinilah fokus utama dalam mencermati kecurangan PEMILU 2009 harus diberi porsi yang lebih besar yaitu bagaimana membongkar KEJAHATAN IT jika patut dapat diduga itu terjadi dalam PEMILU LEGISLATIF 2009.

Siapa saja yang bisa membongkarnya karena memang menguasai juga bidang IT tersebut maka hendaklah ia memberikan pertolongan kepada INDONESIA.

Bahkan jauh lebih bagus, jika pihak manapun yang patut dapat diduga banyak memberikan pelatihan di bidang IT selama bertahun-tahun kepada personel tertentu untuk semakin menguasai jaringan IT dalam penanganan masalah CYBER CRIME, termasuk didalamnya penanganan terorisme misalnya.

Kembali pada masalah amburadulnya penyelenggaraan PEMILU LEGISLATIF 2009 ini, singkat kata saja untuk menutup tulisan ini yaitu “HENDAKLAH YANG BERTELINGA ITU MENDENGAR !”.

Dengarkan jeritan rakyat Indonesia yang telah nyata-nyata dirampas hak-nya dan banyak yang sangat dikecewakan.

Ilustrasi gambar kecurangan

Ilustrasi gambar kecurangan

Untuk apa diadakan agenda politik nasional semacam ini kalau penuh bopeng kecurangan ?

Jika patut dapat diduga, SBY ingin ngotot untuk terus melanjutkan kekuasaannya agar bisa 10 TAHUN berkuasa, untuk apa diadakan Pemilu 2009 kalau hanya menjadi asesori politik ?

Jika patut dapat diduga, SBY sudah tak bisa mengekang ambisi politiknya yang membludak didalam diri untuk terus memperpanjang kekuasaannya tetapi pelaksanaan Pemilu 2009 penuh bopeng kecurangan maka yang perlu dipertanyakan adalah legitimasi dari pemerintahan yang akan terbentuk dari sebuah Pemilu yang penuh kecurangan ?

Untuk apa ada reformasi ? Untuk apa ada jargon-jargon bahwa Pemilu itu harus jujur dan adil ?

Untuk apa ada slogan-slogan tentang pentingnya SIKAP NETRALITAS ?

Kalau ternyata, geliat politik di negara ini sangat morat-marit seperti lirik lagu Ruth Sahanaya tadi :

Ah … ah … amburadul
Ah … ah … amburadul
Ah … ah … amburadul
Ah … ah … amburadul semua ah …
Rasannya ingin meronta
Tapi aku tak bisa

(MS)

%d blogger menyukai ini: