Megawati – SBY ? Beku Dan Membatu !

Oleh : Mega Simarmata
Dimuat Di INILAH.COM tgl 7 Juli 2008
 
 

INILAH.COM, Jakarta – Delapan bulan menjelang akhir masa tugas KIB, banyak hal bisa terjadi. Satu yang pasti, di tengah melesatnya popularitas Megawati Soekarnoputri, kebekuan politik membuat Presiden SBY tak bisa menggandengnya.

Mega, mantan Presiden RI yang juga Ketua Umum DPP PDI-P dan kontestan Pilpres 2009, sejak jauh hari menyatakan kesiapannya maju sebagai salah satu capres. Ia siap berkompetisi dengan siapa saja, termasuk dengan Susilo Bambang Yudhoyono, mantan menterinya yang kini Presiden RI.

Kompetisi Mega kontra SBY, tentu, bakal jauh lebih sengit dan panas ketimbang dengan kandidat lain seperti Suryadarma Ali, Yusril Ihza Mahendra, Soetrisno Bachir, Wiranto, Prabowo Subianto, dan nama-nama lain.

Maklum, semasa Mega memimpin Kabinet Gotong Royong (KGR) dulu, ada goresan peristiwa yang hingga kini ternyata belum terkubur. Luka lama itu masih menganga dan menyebarkan rasa sakit.

Ketika Mega menjabat Presiden RI, SBY selaku Menkopolkam pergi meninggalkan tanpa pamit langsung. SBY hanya menitipkan surat pengunduran dirinya lewat ajudan Mega. Lebih dari itu, Mega juga menganggap SBY tidak fair karena maju sebagai capres 2004 secara diam-diam.

Kini, meski telah berkali-kali diupayakan Mega dan SBY bersilaturahmi agar saling rukun kembali, kebekuan politik keduanya tak kunjung mencair. Bahkan, kebekuan politik itu kian membatu.

Wapres M Jusuf Kalla, misalnya, termasuk yang pernah menemui Mega saat Lebaran 2007. JK dan Ibu Mufidah Kalla datang bersilaturahmi dalam suasana Idul Fitri ke rumah Mega di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.

Peran Taufiq Kiemas, suami Mega, cukup besar dalam silahturahmi politik itu. Sebab, sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Pusat DPP PDI-P, ia terus mendorong terjadinya koalisi besar antara PDI-P, Golkar, PPP, dan PAN.

Hasilnya? Nihil. Begitu pula pendekatan berulang-ulang yang dilakukan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sjamsir Siregar. Pertemuan Mega dengan Sjamsir boleh jadi dijembatani Theo Sjafei, salah seorang petinggi PDI-P yang juga teman seangkatan Sjamsir di AMN.

Sjamsir hanya ingin para pemimpin di negeri ini bersatu untuk membangun bangsa bersama-sama. “Saya bilang sama Bu Mega, alangkah baiknya jika para pemimpin di negeri ini akur,” kata Sjamsir kepada INILAH.COM, Senin (7/7).

Dalam pertemuan terakhir Sjamsir dengan Mega di sebuah restoran yang disukai putri Bung Karno di Jakarta, niat itu kembali diungkapkan. Tapi, senasib dengan JK, Sjamsir menghadapi sikap dingin Mega setiap kali menyinggung soal kemungkinan bertemu SBY.

Prof Dr Maswadi Rauf, Guru Besar Ilmu Politik di Universitas Indonesia, ikut angkat bicara soal kebekuan politik Mega-SBY dan prospek Pilpres 2009. Kepada INILAH.COM, ia menyatakan, sejarah memang akan berulang pada KIB pimpinan Presiden SBY.

“Hampir pasti sejarah itu terulang. Lihat saja, sekarang ini yang ada di kabinet hanya JK selaku wapres. Nantinya juga JK bakal sibuk karena ia dicalonkan parpolnya untuk maju ke Pilpres 2009,” kata Maswadi.

Golkar, menurut Maswadi, adalah parpol pemenang Pemilu. Golkar juga parpol terbesar dibandingkan parpol siapapun yang ada di KIB. Bahkan, SBY pun jika mau maju lagi di Pilpres 2009, parpolnya harus berkoalisi. “Sebab, di Pemilu Legislatif nanti, mana bisa perolehan suara Partai Demokrat melebihi jumlah suara Golkar,” tukasnya.

Di luar urusan Mega-SBY, Maswadi menyoroti posisi JK. Ia bilang, JK akan berada di posisi yang sulit menjelang Pemilu.

“JK akan pusing. Golkar idealnya sudah menetapkan capresnya di akhir tahun ini, tapi JK maunya diumumkan setelah Pemilu Legislatif. JK tak mau kinerja kabinet, khususnya terkait ia dan SBY, terganggu di tengah jalan,” jelas Maswardi.

Rumit? Begitulah politik. Dan, makin dekat ke momentum pesta demokrasi 2009, situasi bakal makin rumit, sengit, bahkan bisa juga nyelekit. Sebutlah apa yang dihadapi SBY. Sejarah seorang presiden ditinggalkan para menterinya seperti terjadi di era Mega, hampir pasti berulang. (Selesai)

 

Filed under: Tak Berkategori , , ,

%d blogger menyukai ini: