Kisruh Politik Berdarah Terjadi Iran, Tapi Anehnya Ada Segelintir Politisi AS Ada Yang Lancang, Sok Hebat Tapi Malah Jadi Salah Tuding Ke Muka OBAMA


Jakarta 19/6/2009 (KATAKAMI) Ada saja yang dijadikan kontroversi oleh pihak yang telah berlalu kekuasaannya dan juga yang jelas-jelas KALAH MUTLAK pada pertarungan politik di AMERIKA SERIKAT. Baik itu rezim dari duet yang dicaci-maki oleh mayoritas warga dunia karena kejahatan kemanusiaannya yaitu Bush – Cheney, atau pihak John McCain yang terbukti “TAK BERKUKU” dalam memenangkan Pilpres AS bulan Novvember 2008 lalu. Dan yang dijadikan target sasaran selalu Barack Hussein Obama !

Ada yang dianggap salah, lemah, berlebihan atau berkekurangan. Seakan-akan, pihak pengkritik yang sudah “BERLALU MASANYA” ini, menjadi figur yang paling sempurna dibandingkan seluruh rakyat Amerika yang ada di muka bumi ini.

Ahmadinejad - Mousavi

Tidak lantas karena ia sekarang menjadi PRESIDEN AS ke-44 (yang notabene BERHASIL menyingkirkan John McCain) dari panggung persaingan politik yang alot tahun 2008 lalu), maka Obama bisa seenaknya intervensi dan COMEL merecoki urusan dalam negeri negara lain.

No way !

Percayalah, Barack Hussein Obama tidak akan pernah mau lancang dan kurang kerjaan merecoki urusan dalam negeri negara lain — seakan-akan, tugas utamanya sebagai PRESIDEN AMERIKA SERIKAT sangat enteng sehingga ia sengaja mencari-cari “pekerjaan” lain di negeri tetangga manapun di muka bumi ini.

Bush, Cheney atau McCain, serta para politisi pendukung mereka yang agenda utama partainya adalah mau menyodok kredibilitas dan wibawa pemerintahan Obama lewat “beraneka-ragam” isu yang diramu dengan bermacam-macam bumbu, sebaiknya tahu diri dan tahu malu sedikitlah.

Bush, Cheney atau McCain, serta para politisi pendukung mereka yang terbiasa merecoki negara lain — bahkan Bush dan Cheney yang sok hebat melakukan INVASI di sejumlah negara atas nama PERANG MELAWAN TEROR — harus segera menyadari bahwa kelakukan-kelakuan yang buas bagai binatang serigala sehingga menjungkir-balikkan nilai-nilai kemanusiaan, hukum dan HAM di muka bumi ini, sudah tak laku lagi untuk terus dipertahankan.

Situasi terakhir yang di Iran, adalah situasi logis yang bisa saja terjadi dimanapun juga, sebagai dampak dari percaturan politik yang carut marut antar elite politik di negara tersebut. Disinilah dibutuhkan kelenturan sikap dari Ahmadinejad bahwa kemenangan tak harus dijaga dengan “TANGAN BESI”

Situasi terakhir di Iran, adalah situasi logis yang bisa saja terjadi di manapun juga, sebagai dampak dari kekecewaan pihak yang kalah dan TAK SIAP KALAH dalam percaturan politik yang carut marut antar elite politik di negara tersebut.

Mari kita sejenak mengingat situasi menjelang Pilpres di Iran beberap waktu lalu. Ahmadinejad dan rival utamanya yaitu Mousavi “jualan kecap kampanye” dengan topik menggempur ISRAEL sampai luluh lantak.

Coba diingat kembali, bagaimana garang dan lantangnya mereka menegaskan bahwa bila mereka yang terpilih maka ISRAEL akan dihancurkan sampai titik darah penghabisan.

Luar biasa !

Ahmadinejad dan Mousavi sama-sama lupa bahwa jangankan ISRAEL, negara mereka sendiripun yaitu IRAN akan mudah mencapai dan tiba pada titik kehancuran kalau antar elite politik di sana tidak punya satu kesamaan yang fundamental yaitu : SIAP MENANG DAN SIAP KALAH.

Sekali lagi, dalam percaturan politik di negara manapun maka semua kandidat harus secara kesatria menyadari dan melaksanakan asas yang paling mutlak diberlakukan dalam diri mereka masing-masing yaitu : SIAP MENANG DAN SIAP KALAH.

Jangan jauh-jauh bermimpi atau berencana menyerang dan menggempur ISRAEL sampai rontok rata dengan tanah. Bagaimana mereka mau menggempur Israel, antar elite politik didalam negeri mereka sendiri saja, tak bisa akur !

Kasihan sekali, seluruh dunia menyaksikan cakar-cakaran dan demonstrasi yang menelan korban jiwa, hanya karena tidak punya itikat baik di masing-masing kubu yaitu SIAP MENANG DAN SIAP KALAH.

Aparat keamanan di Iran, tentu harus tunduk sepenuhnya kepada perintah dari Yang Mulia Presiden Ahmadinejad. Selain karena saat ini kekuasaan yang sah secara konstitusi ada di tangan Ahmadinejad, ternyata pemenang Pemilu Pilpres adalah Ahmadinejad juga.

Jika memang ada kecurangan disana-sini, pihak yang kalah atau pihak yang merasa dirugikan tak perlu mati-matian mengorbankan nyawa lewat serangkaian aksi unjuk rasa yang berdarah-darah. Tempuh saja proses hukum yang berlaku di negara itu !

Dan sekarang kalau pertanyaannya di balik, hak apa yang dimiliki oleh Barack Hussein Obama untuk memerintahkan Ahmadinejad tidak menangkapi demonstran atau memerintahkan Ahmadinejad untuk membatalkan kemenangannya dalam Pemilu Pilpres agar rival utamanya yang keluar sebagai pemenang ?

Barack Hussein Obama, tentu sangat tahu menempatkan dirinya.

Barack Hussein Obama, tentu sangat menghormati urusan dalam negeri dari negara lain.

Barack Hussein Obama, tentu tidak ingin menjerumuskan bangsa dan negaranya menjadi pihak yang lancang untuk mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

Apakah yang diharapkan oleh sebagian pihak, Barack Hussein Obama mengumumkan bahwa AMERIKA SERIKAT akan menginvasi Iran atas nama demokrasi dan membela hak-hak para demontran pendukung Mousavi ?

Kalau ada yang berharap seperti itu didalam hati atau angan-angannya, maka kalimat yang paling tepat untuk disampaikan — seperti istilah anak gaul di Indonesia ini — GILA KALI LU !

Apa yang dilakukan oleh AMERIKA SERIKAT, khususnya oleh Presiden Barack Hussein Obama dalam menanggapi situasi perpolitikan di Iran, sudah sangat tepat dan memang itulah yang semestinya dilakukan.

Bukan Barack Hussein Obama yang harus didorong-dorong merecoki atau mencampuri urusan dalam negeri IRAN. Jika memang dalam pandangan dunia, sudah sangat parah situasi di Iran, maka yang harus turun tangan adalah PERSERIKATAN BANGSA BANGSA (PBB).

Sekjen PBB Ban Ki Moon harus cepat mengambil tindakan yang sesuai dengan prosedur atau ketentuan yang berlaku secara universal.

Bagi semua negara dan warga dunia yang menghormati nilai-nilai demokrasi maka yang justru harus disampaikan kepada Barack Hussein Obama adalah respek dan hormat yang tinggi.

Terimakasih Yang Mulia Presiden Obama, sedikitpun anda tidak menunjukkan hawa nafsu atau ambisi yang setara dengan kelakuan MONSTER dalam tatanan internasional.

Obama jsutru membuat dan mengangkat martabat AMERIKA SERIKAT menjadi lebih mengagumkan, karena proses demokratisasi di negara lain di hormati dan dibiarkan berjalan pada rel yang sesungguhnya.

Bukan seperti sepasang pemimpin yang barangkali sekarang menderita POST POWER SYNDROME yaitu Bush dan Cheney. Dan bukan juga seperti seorang “calon pemimpin” yang KEOK alias KALAH TELAK pada pertarungan Pilpres di AS yaitu John McCain. Kecian deh lo !

Ada satu kalimat bijak yang perlu diingatkan kepada mereka-mereka yang lancang menyalahkan Obama yang tidak mau merecoki Iran yaitu :

“MULUTMU ADALAH HARIMAUMU !

Cobalah Bush dan Cheney mematut diri alias bercermin di depan kaca. Sudah cukup hebatkah, sudah cukup berhasilkah, dan apakah memang tidak sedikitpun kesalahan atau pelanggaran di bidang hukum, HAM dan nilai-nilai kemanusiaan — semasa menjabat dulu ???

Kalau tidak salah ingat, banyak sekali desakan agar kedua pemimpin ini ditendang saja ke muka peradilan yaitu menghadapi “IMPEACHMENT”

Mau diadili ?

Dan untuk pihak yang kalah. Ya, tahu diri sajalah.

Fakta membuktikan, anda memang tidak hebat-hebat amat, Tuan Mc Cain. Mau diapakan lagi ? Urusan dalam negeri orang lain, mana bisa dicampuri. Memangnya, Iran punya nenek moyang anda ?

Jadi ? Tutup mulut anda semua, hai tuan-tuan yang tidak bisa menghormati nilai-nilai demokrasi di negara lain ! Shut up !

Lalu Presiden Ahmadinejad, juga harus lebih bijaksana serta menahan diri dalam mengambil semua kebijakan di bidang keamanan nasional negaranya. Kemenangan sudah di tangan, apalagi yang harus dikuatirkan ?

Betapa malunya Iran di kancah internasional. Selama ini sok jago dalam urusan nuklir, tetapi mengurus urusan politik dan keamanan di negaranya saja, tak bisa. Jangan membunuhi rakyat. Demokrasi, tidak harus dan tidak membutuhkan “TUMBAL NYAWA !”. Hanya orang tak beragama, sesat dan sangat kesetanan yang tega-teganya menempuh cara-cara “TUMBAL NYAWA” untuk urusan proses demokratisasi di negaranya.

(MS)

%d blogger menyukai ini: