Hei POLRI, Patut Dapat Diduga Kalian Over Acting Tuding “Arab Saudi” Danai Terorisme !

https://i0.wp.com/portal.unesco.org/education/en/files/40152/11829581971saudi-arabia.jpg/saudi-arabia.jpgDIMUAT JUGA DI WWW.KATAKAMIDOTCOM.WORDPRESS.COM

Jakarta 27/8/2009 (KATAKAMI) Coba kita perhatikan dengan seksama, perkembangan penanganan terorisme di Indonesia sepanjang bulan Ramadhan yang baru berjalan beberapa hari ini. POLRI — khususnya Densus 88 Anti Teror – tidak berhenti mengumandangkan hasil-hasil lakon mereka.

Mungkin dipikir, semua rakyat Indonesia akan menelan bulat-bulat informasi sepihak versi Densus 88 dalam penanganan terorisme. Eh, tunggu dulu bung ! Rakyat Indonesia tidak bodoh !
https://i0.wp.com/1.bp.blogspot.com/_WPjZST8SC40/R-l9IYAM2lI/AAAAAAAAQE0/3Ht5NhtGRak/s400/king_abdullah.jpg

Eh, tunggu dulu bung, walaupun patut dapat diduga ada oknum POLRI yang kalap melakukan teror & intimidasi kepada KATAKAMI terkait pemberitaan dalam penanganan terorisme, kami punya tanggung-jawab moral sebagai JURNALIS INDEPENDEN untuk menyuarakan kebenaran dan keadilan.

Kali ini, yang menjadi sorotan utama kami adalah pengumuman dari POLRI bahwa aliran dana TERORISME berasal dari “PAKISTAN & ARAB SAUDI”.

Mohon maaf Densus ya, coba anda semua menerangkan kepada Presiden SBY dan seluruh rakyat Indonesia, siapa di Pakistan & Arab Saudi itu yang memang mengirimkan dana terorisme ?

Anda semua jangan main sebut nama negara orang dong !

Gila kali !

https://i2.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/d/da/Animated-Flag-Pakistan.gifhttps://i2.wp.com/www.abflags.com/_flags/flags-of-the-world/Saudi%20Arabia%20flag/Saudi%20Arabia%20flag-XL-anim.gif

Presiden SBY harus berpikir jernih di bulan suci Ramadhan ini bahwa tindakan POLRI — khususnya Densus 88 Anti Teror mengumbar informasi ke semua media massa bahwa aliran dana yang mendanai jaringan terorisme di Indonesia untuk meledakkan BOM di Hotel JW Marriot bulan Juli lalu adalah tindakan yang gegabah dan tidak bijaksana.

Presiden SBY harus mengingatkan POLRI bahwa tudingan sepihak itu bisa merusak hubungan baik — khususnya hubungan diplomatik — Indonesia dengan Pakistan & Arab Saudi.

Kalau memang POLRI menemukan indikasi pengiriman dana terorisme, bukankah itu bukti yuridis yang akan sangat berguna dalam proses persidangan ?

Sekarang, jangan dulu banyak omong soal yang aneh-aneh !

bom-jw-marriott-rit-carlton-009

Umumkan dulu secara resmi, siapa pelaku peledakan bom di Hotel JW Marriot ?

Siapa MASTER MIND dari semua jaringan terorisme di Indonesia ? Jangan banyak omong yang aneh-aneh. Ngaco sekali ! Di bulan suci Ramadhan seperti ini, Densus 88 seperti kalap dan kejar setoran untuk terus menguasai pemberitaan di media massa.

Patut dapat diduga, Densus 88 mau mencari PEMBENARAN dan bukan justru menegakkan KEBENARAN.

Tahukah Densus 88 bahwa mengumumkan aliran dana itu dikirim dari “ARAB SAUDI” beresiko sangat tinggi untuk merusak hubungan diplomatik kita dengan Kerajaan Arab Saudi ?

https://i2.wp.com/www.indonesia-riyadh.org/bilateral/sby-abdullah-1.JPG

Tahukah Densus 88 bahwa Kerajaan Arab Saudi adalah KEBANGGAAN UMAT ISLAM sedunia ? Apa belum kapok bahwa selama bertahun-tahun ini, patut dapat diduga Densus 88 — terutama disaat Tim Anti Teror POLRI dipimpin oleh KOMJEN GORIES MERE — sudah merusak citra Islam di mata dunia internasional.

Ingat itu ! Seorang sahabat baik dari kalangan ISLAM sependapat dengan KATAKAMI bahwa diumumkannya bahwa aliran dana untuk jaringan TERORISME berasal dari Arah Saudi & Pakistan, berpotensi untuk merusak hubungan diplomatik.

Bagaimana tidak merusak ? ARAB SAUDI adalah pelayan 2 kota suci bagi umat ISLAM sedunia yaitu Mekkah & Medinah.

Tidakkah disadari bahwa Pemerintah Indonesia harus sangat menjaga hubungan baik dengan PEMERINTAH ARAB SAUDI ?

normalramadan205hh2.jpg

Kita memiliki kepentingan yang sangat amat besar terkait pengiriman HAJI & Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ? Bukankah PEMERINTAH INDONESIA harus sangat cerdas dan gigih mengupayakan keselamatan & kenyamanan bagi JEMAAH HAJI INDONESIA ?

Lalu, kalau ada mulut yang “LANCANG” dari Indonesia menuding seenaknya bahwa ada kiriman dana dari ARAB SAUDI untuk jaringan terorisme di Indonesia, bukankah itu berpotensi untuk menyinggung perasaan PEMERINTAH ARAB SAUDI ?

Presiden SBY harus menertibkan Densus 88 Anti Teror.

Presiden SBY harus menelusuri dugaan KORUPSI pembelian alat penyadap DENSUS 88 dari Israel.

https://i1.wp.com/data5.blog.de/media/101/3391101_349984e108_m.gif

Patut dapat diduga, karena KATAKAMI membongkar indikasi KORUPSI POLRI terkait pemberitaan pembelian alat penyadap merek GI 2 buatan ISRAEL, oknum KOMISARIS JENDERAL GORIES MERE dan komplotannya bermanuver memainkan pemberitaan soal beredarnya senjata gelap buatan PT PINDAD tetapi berlabel Israel. (BACA : Tabir Rahasia GORIES MERE Di Spanyol Soal Alat Penyadap Buatan Israel, Ayo Siapa Korupsi Di POLRI ? )

Copot, tangkap, penjarakan dan segera adili KOMJEN GORIES MERE yang patut dapat diduga menjadi beking bandar narkoba Liem Piek Kiong (MONAS) pemilik 1 juta pil ekstasi saat ditangkap di Apartemen Taman Anggrek November 2007, terlibat dalam korupsi pembelian alat penyadap buatan ISRAEL dan tidak adanya pertanggung-jawaban seluruh bantuan penanganan terorisme sejak Densus 88 didirikan tahun 2003.

Densus 88 Anti Teror sudah terlalu kebanyakan omong di media.

OVER ACTING !

OVER EXPOSE !

Tidak pernah ada penanganan terorisme, tiap detik tiap menit NGEMBER ke media massa. Tiada hari tanpa pemberitaan. Semua cuma untuk memberitakan apa yang POLRI kehendaki.

https://i0.wp.com/i.peperonity.com/c/A50E1E/948620/ssc3/home/054/chavroel/mabes_polri_15227.jpg_320_320_0_9223372036854775000_0_1_0.jpg

Keterlaluan ! Akhir kata, kita semua harus bersama-sama dan terus bersatu padu “mengawal” POLRI dalam menangani tindak pidana terorisme di Indonesia. POLRI tidak bisa dibiarkan seperti dulu yaitu JALAN SENDIRIAN SEENAKNYA dalam penanganan terorisme.

Jangan ada lagi oknum PERWIRA TINGGI POLRI yang lancang dan kurang ajar mengedepankan ego sektoral menangani terorisme, seperti yang dilakukan KOMJEN GORIES MERE dan komplotannya. Tidak usahlah bermanuver terus menerus di media massa untuk mencari pembenaran dan menutupi RAHASIA KOTOR atau aib tentang apapun juga.

GORIES MERE , anda yang patut dapat diduga KORUPSI lewat SKANDAL PERTEMUAN MADRID terkait pembelian alat penyadap TIM ANTI TEROR tapi tidak mau disentuh oleh hukum.

Kasihan sekali !

(MS)

%d blogger menyukai ini: