Hei Bung, JK Masih Tetap Wapres & Tetap Dicintai Rakyat Indonesia

https://i0.wp.com/www.republika.co.id/images/news/2009/02/20090222230315.jpg

Dimuat juga di WWW.KATAKAMIINDONESIA.WORDPRESS.COM

Jakarta 3/8/2009 (KATAKAMI)  Ada sebagian kalangan yang apriori terhadap kalangan PERS & MEDIA. Bagi kalangan yang berpikiran sempit ini, PERS & MEDIA senantiasa mengedepankan intuisi yang kebablasan bahwa berita yang buruk adalah berita yang justru sangat bagus untuk kalangan PERS & MEDIA.

Atau dalam istilah asingnya adalah “Bad News Is A Good New !”.

Perlu diluruskan disini bahwa dalam setiap tarikan nafas insan PERS & MEDIA — atau kerap dijuluki JURNALIS — setiap berita adalah berita.

Mau itu berita yang jelek atau bagus, bagi JURNALIS … berita adalah tetap berita. Kemanapun sumber berita itu harus dikejar maka ke titik itulah para JURNALIS akan mengejarnya.

Pasca kemenangan Susilo Bambang Yudhoyono pada putaran TUNGGAL Pemilu Pilpres 2009, banyak kalangan menyoroti mulai renggangnya hubungan dan kerjasama antara SBY dan Muhammad Jusuf Kalla (JK).

https://i0.wp.com/www.presidensby.info/imageD.php/3306.jpg

Di akhir pekan, SBY main angklung bersama isteri dan barisan pejabat pendukungnya. Sementara JK main “panser” bersama sang cucu dan kalangan pendukungnya.

Tapi setidaknya tudingan tentang kerenggangan itu terkikis tajam saat SBY dan JK hadir bersama-sama di Gedung DPR-MPR hari Senin (3/8/2009) ini.

Yang ingin disoroti disini adalah perfoma KEJAKSAAN AGUNG di tengah kabar merenggangnya hubungan SBY – JK.

Lho, ada apa dengan Kejaksaan Agung ?

https://i2.wp.com/www.kejaksaan.go.id/uplimg/muchtar_arifin.gifhttps://i2.wp.com/www.kejaksaan.go.id/uplimg/wisnu.gif

Tahukah publik bahwa Wakil Jaksa Agung Muchtar Arifin sudah pensiun dan digantikan dalam kapasitasnya sebagai Pejabat Sementara Wakil Jaksa Agung oleh Jampidum Abdul Hakim Ritonga ?

Tahukah juga publik bahwa Jaksa Agung Muda Intelijen (JAMINTEL) Wisnu Subroto sudah memasuki masa pensiun dan saat ini posisi itu dirangkap oleh Sekretaris Jamintel ?

Lalu, tahukah juga publik bahwa penentuan pejabat eselon di seluruh instansi ditentukan oleh RAPAT TIM PENILAI AKHIR (TPA) yang diketuai Wakil Presiden JK ?

Lalu, bagaimana nasib negeri ini kalau figur JK perlahan tapi pasti disingkirkan atau dipinggirkan ?

Apa landasan hukumnya jika seorang WAKIL PRESIDEN sudah dianggap mahluk asing dalam kabinet ?

https://i1.wp.com/www.jpnn.com/uploads/berita/dir18052009/img180520091797011.jpg

Ada atau tidak … akal yang sehat dan waras dari seluruh jajaran pejabat manapun di negeri ini … kalau didalam sebuah sistem yang bekerja, ada struktur kepemimpinan nasional yang patut dapat diduga menjadi TIMPANG ?

SBY tidak bisa dan tidak boleh meminggirkan seenaknya terhadap figur Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla !

SBY tidak bisa dan tidak boleh memberikan contoh kepada seluruh jajarannya di pusat dan di daerah bahwa patut dapat diduga ada gerakan untuk memerintahkan loyalitas wajib satu arah kepada Kepala Negara saja — dan tidak boleh lagi ada yang berkomunikasi atau bertemu dengan Muhammmad Jusuf Kalla ! —

Ini negara apa kalau sistem ketata-negaraan diobrak-abrik hanya karena rasa SUKA & TIDAK SUKA (Like & Dislike).

http://redaksikatakami.files.wordpress.com/2009/03/1-sby-bhd-djoko1.jpg

Semua pihak harus menyadari — apalagi manusia-manusia yang pangkat dan jabatannya hanyalah level-level MENTERI, PANGLIMA TNI, KAPOLRI, Pejabat-Pejabat Eselon I, Para Gubernur dan sebagainya — bahwa Negara lewat KONSTITUSI & UNDANG UNDANG telah secara legal mengamanatkan kepada seorang Muhammad Jusuf Kalla untuk menjadi WAKIL PRESIDEN periode 2004-2009.

Yang namanya Muhammad Jusuf Kalla baru resmi LENGSER KEPRABON sebagai Wakil Presiden apabila Presiden & Wakil Presiden Terpilih telah secara resmi dilantik tanggal 20 Oktober 2009.

Maka dari itu, tolong dilihat kalender atau tanggalan masing-masing, tanggal berapa sekarang ?

Tidak ada kesantunan dan sangat tidak elok jika ada yang patut dapat diduga lancang meminggirkan sosok dan figur WAKIL PRESIDEN MUHAMMAD JUSUF KALLA.

https://i2.wp.com/foto.detik.com/images/content/2007/06/12/157/WapresJK3.jpg

Daeng Ucu — demikian panggilan Muhammad Jusuf Kalla — masih sah dan resmi sebagai Wakil Presiden di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jangan ada lagi yang patut dapat diduga sengaja mau menggembosi dan mempermalukan sosok dan figur JK hanya karena ia maju dalam putaran Pemilu Pilpres 2009.

Jangan ada lagi yang patut dapat diduga sengaja mau MENJILAT kepada SBY sehingga dengan kasak kusuk di belakang layar melakukan pembunuhan karakter terjadap sosok dan figur JK.

Negara ini masih membutuhkan seorang Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla & Joe Biden Di Washinton DC
Jusuf Kalla & Wapres AS Joe Biden di Washington DC

Dan sampai masa jabatannya berakhir per tanggal 20 Oktober 2009, Jusuf Kalla harus tetap bekerja sebagaimana mestinya. Ini bukan negara milik nenek moyangnya pihak tertentu.

Indonesia adalah negara hukum dan demokrasi. Jadi, hormatilah pilar-pilar hukum dan demokrasi di negeri ini.

Contoh tentang OMPONG-nya struktur kepemimpinan dalam organisasi atau INSTITUSI KEJAKSAAN AGUNG yang dikemukakan diatas, bisa jadi terjadi juga pada INSTANSI lain.

Barangkali dipikir, biar saja kosong, daripada Jusuf Kalla keenakan dikasih tempat sebagai Ketua Tim TPA.

https://i2.wp.com/www.aclu.org/images/safefree/stop_abuse.gif

Negara  ini sudah aneh dan ajaib kalau dalam menyikapi kalah menangnya pada pertarungan politik, patut dapat diduga KEANGKUHAN & AROGANSI KEKUASAAN yang ditampakkan dan dimunculkan oleh SBY serta kalangan pendukungnya jika benar meminggirkan Muhammad Jusuf Kalla dari struktur kenegaraan.

Keterlaluan sekali jika itu yang memang terjadi.

Hei, buka mata, telinga dan pikiran anda semua, selama 5 tahun terakhir ini Jusuf Kalla memang punya andil, peran, kontribusi dan JASA yang tidak sedikit.

Perdamaian di Aceh, perdamaian di POSO,  mengurus korban-korban gempa disemua daerah  dan  masih banyak lagi.

TNI / POLRI, siapa yang membela dan mendukung anda sangat kuat selama 5 tahun terakhir ?

Jawabannya adalah Muhammad Jusuf Kalla.

Pengabdiannya kepada bangsa, negara dan rakyat Indonesia, bukanlah hal sepele yang bisa dianggap main-main.

Jangan bertindak semaunya di negara ini. Lakukanlah segala sesuatu sesuai dengan aturan main yang berlaku.

Istana Wakil Presiden
Istana Wakil Presiden Jalan Merdeka Selatan Jakarta

Ada panggilan moral dari lubuk hati yang terdalam untuk membela dan mengangkat HARKAT, MARTABAT & KEHORMATAN seorang Jusuf Kalla.

Jangan pamerkan kemabukan atau kegegapgempitaan yang sesat jika ternyata harus menyakiti perasaan, harkat, martabat dan kehormatan seorang pemimpin bangsa.

JK juga pemimpin bangsa di negara ini.

Ia juga dicintai dan dihormati oleh rakyat Indonesia.

Jangan ada yang lancang membusukkan harkat, martabat dan kehormatan Muhammad Jusuf Kalla, hanya karena ia kalah dalam Pemilu Pilpres 2009.

Jangan berpikir dan jangan GR bahwa semua rakyat Indonesia mendukung dan mencintai secara meluap-luap hanya kepada SUSILO BAMBANG YUDHOYONO.

Eh, biarpun kalah dalam Pilpres 2009, Muhammad Jusuf Kalla tetap dicintai dan dihormati oleh rakyat Indonesia.

Jangan anggap enteng dan seenaknya saja mau merendahkan JK !

Pertanyaan berikutnya adalah, sudahkah Pemilu Pilpres 2009 ini berjalan dengan jujur, adil dan terhormat ?

Entah kepada siapa, harus ditanyakan pertanyaan yang sangat tajam ini ?

Kepada rumput yang bergoyangkah ?

Atau kepada SBY yang kekuasaannya patut dapat diduga tak ingin “bergoyang” samasekali sehingga terus menerus ingin tetap berkuasa di negeri ini sehingga tak heran memenangkan PILPRES 2009.

Alamak, ngeri kali!

PS : Daeng Ucu, anda sungguh membanggakan sebagai seorang pemimpin, anda sungguh ada di hati rakyat Indonesia. Percayalah, terimalah rasa hormat kami yang tinggi kepada sosok anda Daeng !

(MS)

%d blogger menyukai ini: