Hidup Terus Berputar, GORIES …..

Gories Mere

Gories Mere

Dimuat di INILAH.COM tgl 03/05/2008 – 08:52

(Menyoal MUTASI DI TUBUH POLRI POLRI)

Oleh : Mega Simarmata

INILAH.COM, Jakarta – Nama Irjen Pol Gories Mere termasuk dalam daftar yang terkena mutasi di jajaran perwira Polri. Jabatan Wakil Ketua Bareskrim tak lagi melekat. Kini, porsinya hanya sebagai Wakil Sementara Kalakhar BNN.

Hidup memang terus berputar. Tak ada yang abadi di dunia. Kedudukan seseorang pun begitu. Ada kalanya di atas, ada kalanya di bawah. Hukum kehidupan itu, tentu, berlaku pula bagi Gories.

Kapolri Jenderal Pol Sutanto perlu cermat dan bijaksana dalam memberikan kesempatan kepada perwira-perwira menengah terbaik di Polri untuk mulai tampil di garis terdepan penanganan terorisme.

Berbagai kesalahan, kekurangan, dan kelemahan Tim Anti Teror Polri dalam tujuh tahun terakhir hendaknya dijadikan bahan pertimbangan dan pelajaran oleh seluruh jajaran pimpinan Polri.

Termasuk di dalamnya adalah tindakan diskriminatif yang terjadi sejak penanganan kasus Bom Bali I, yaitu hanya memberikan eksklusivitas pemberitaan kepada satu media.

Dari dulu sampai sekarang, hanya kepada satu media itu. Tidak pernah mau memberikan akses, peluang, komunikasi, dan kerja sama dengan media massa nasional lain yang ada di Tanah Air.
Entah ada hubungan atau tidak, dicopotnya Gories dari jabatannya sebagai Wakabareskrim bersamaan waktunya dengan protes dari banyak media massa karena Densus 88 Anti Teror Polri (kini dipimpin Brigjen Pol Surya Darma) memfasilitasi sebuah media televisi nasional untuk mewawancarai tersangka teroris yang ditangkap di Jawa Tengah, 22 April 2008 lalu.

Pimpinan dari media televisi itulah yang mendominasi seluruh pemberitaan dan yang jadi langganan tetap penayangan berita tentang terorisme di Indonesia dalam tujuh tahun terakhir. Tidak ada media massa lain bisa mendapatkannya.

Kepada INILAH.COM lewat sebuah wawancara khusus, Jumat (2/5/2008), Kapolri Jenderal Pol Sutanto mengatakan, Kabareskrim Komjen Pol Bambang Hendarso Danuri telah memanggil Gories dan Surya untuk ditegur sekaligus ditindak tegas.

“Saya sudah perintahkan agar pelaku-pelakunya ditindak tegas. Perbuatan itu sangat tidak dibenarkan. Tidak boleh mereka hanya memberikan keistimewaan kepada satu media secara terus menerus. Kabareskrim sudah menyampaikan kepada mereka berdua bahwa Polri harus bersikap adil kepada semua media massa,” kata Sutanto.

Sumber INILAH.COM mengungkapkan, Gories dan Surya sama-sama tidak mengakui kepada Kabareskrim bahwa mereka yang memerintahkan sebuah media televisi bisa mendapatkan wawancara eksklusif dengan tersangka teroris.

“Gories dan Surya tidak ngaku. Mereka malah menyalahkan perwira-perwira pangkat Kombes di lapangan sebagai pihak yang membiarkan reporter perempuan dari televisi itu mendapat akses eksklusif,” kata sumber itu.

Masih menurut sumber, dicopotnya Gories akan menjadi pukulan buat kelompoknya di lingkungan internal Polri. Tapi, sekali lagi, begitulah hidup dan kehidupan.

Orang bijak bilang, pengalaman adalah guru terbaik.

Jangan ulangi kesalahan yang sama, yang dilakukan orang lain atau dir sendiri.Para wartawan bukanlah warga negara kelas dua yang bisa disepelekan begitu saja. Pers adalah salah satu pilar kokoh dalam membangun sebuah bangsa.

Semua pasti ada hikmahnya. Sutanto selaku Kapolri jelas harus didukung dalam melakukan banyak pembenahan untuk memajukan Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Gories harus siap-siap menghadapi semua jalan terjal dan berliku di depan jika memang dicalonkan Mabes Polri untuk menjadi Kalakhar BNN definitif. Kini, hayati saja dulu kewenangannya sebagai Wakil Sementara Kalakhar BNN.

Jabatan adalah amanat. Karenanya, manusia tidak perlu terlalu ambisius mengejar jabatan. Yang terbaik adalah mengerjakan semua tugas dan kewajiban sebaik-baiknya. Tak perlu melihat atau memimpikan sesuatu yang teramat jauh.

Pengabdian tak mengenal batas ruang dan waktu. Pengabdian tak mengenal pangkat dan jabatan. Pengabdian adalah sebuah kerendahan hati untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebaik-baiknya bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, bangsa, negara, dan seluruh rakyat Indonesia.

Gories sudah memberikan kontribusi terbaik menurut kemampuannya bagi Indonesia dalam penanganan terorisme. Ia pantas dihormati sebagaimana adanya.

Selanjutnya, semoga saja Irjen Paulus Purwoko (kini Kapolda Bali) yang diplot menggantikan Gories sebagai Wakabareskrim mampu meneruskan tugas-tugas penting dalam mengatasi terorisme di negeri ini.

(Selesai)

%d blogger menyukai ini: