Diplomasi Cantik Hillary Saat Presiden Obama Ultah & Kepada Bill Clinton “THANK YOU, SIR !”

https://i1.wp.com/www.geckoandfly.com/wp-content/uploads/2008/08/hillary_clinton_barack_obama_running_mates.jpg

DIMUAT JUGA DI WWW.KATAKAMIDOTCOM.WORDPRESS.COM

Jakarta 5/8/2009 (KATAKAMI)  Susah memang, untuk bisa bersikap objektif dari seorang JURNALIS jika mengomentari nasib buruk atau “apapun namanya” yang nyata-nyata sangat merugikan JURNALIS lainnya.

Itu juga yang kami rasakan saat Roxana Sabery ditahan oleh Ahmadinejad yang pongah. Juga saat Laura Ling dan Euna Lee ditahan oleh KIM JONG IL yang lebih pongah lagi. Antara Roxana Sabery dan Laura – Euna, ada kesamaan nasib yaitu sama-sama difitnah oleh REZIM yang pongah tadi. Jelas-jelas mereka JURNALIS, malah dituduh agen mata-mata.

https://i0.wp.com/www.energytribune.com/live_images/Kim%20Jong%20il%20Cartoon.gif

Roxana ditangkap karena membeli “WINE” tapi saat disidangkan tuduhannya malah dicurigai sebagai agen mata-mata. Brutalisme apapun yang ditujukan kepada JURNALIS, tak dapat ditolerir.

Hillary Clinton memang patut diacungi jempol.

President Barack Obama speaks during a rally for New Jersey ...

Ia memberikan kado yang sangat MANIS kepada Presidennya yang berulang tahun ke 48 tanggal 4 Agustus kemarin (Happy Birthday, Mr President !).

Berulang tahun ke 48, di tanggal 4 bulan 8. Angka yang cantik dan memang membawa “berkah” tersendiri untuk Presiden Obama. Ia memilih dan memiliki seorang Menteri Luar Negeri yang cerdas. Dan di saat ulang tahunnya, ia mendapatkan kabar yang sangat bagus tentang pembebasan kedua wartawatinya.

Walau Pemerintah AS menegaskan berulang kali bahwa kunjungan mantan presiden BILL CLINTON ke Korea Utara adalah dalam kapasitasnya sebagai PRIBADI, tetapi misi penting dibalik kunjungan BILL CLINTON Itu tetap merupakan bagian yang tak terpisahkan dari DIPLOMASI CANTIK ala Hillary Clinton.

http://letustalk.files.wordpress.com/2008/10/bill-and-hillary-clinton-2.jpg

Antara suami dan isteri, tentu ada komunikasi yang rapat, dalam, erat dan mesra.

Begitu juga dengan Bill dan Hillary. Kalaupun boleh berandai-andai, kepergian BILL CLINTON ke Korea Utara adalah juga ada izin dan sepengetahuan Hillary sebagai isteri alias ibu rumah tangga.

Bukan sebagai MENTERI LUAR NEGERI pada kabinet Barack Hussein Obama.

Sebab sangat tak etis kalau sebagai MENTERI LUAR NEGERI, Hillary bisa menyuruh seenaknya seorang MANTAN PRESIDEN AS untuk bernegosisasi dengan seorang pemimpin yang “KEPALA BATU” dan pongah luar biasa seperti Kim Jong Il.

Hillary harus menghadiahkan ciuman yang terhangat kepada suaminya sebab misi penting itu berhasil.

Bayangkan, BILL CLINTON menginjakkan kakinya di Pyongyang disaat hubungan AS dan KOREA UTARA sedang sangat memanas. Perlu keberanian yang sangat tinggi dari seorang BILL CLINTON untuk mau secara moral berdialog langsung dengan KIM JONG IL.

BILL CLINTON, sosok yang sangat kalem ini rupanya mampu meluluhkan hati KIM yang sudah sakit-sakitan.

Tak cuma memberikan GRASI atau pengampunan kepada kedua wartawati itu. KIM juga sekaligus mengizinkan kedua wartawati itu meninggalkan Korea Utara dan kembali ke tanah air mereka yaitu AMERIKA SERIKAT.

https://i2.wp.com/3.bp.blogspot.com/_YGeU2nHmk9U/R-rxiDHOpMI/AAAAAAAAA0Q/ArhA7WRLyj0/s400/bill,+hillary+in+black+coats.jpg

Luar biasa, ini misi yang sangat tinggi nilainya dan sangat tidak terduga.

Ada RESPEK yang begitu tinggi dari Korea Utara terhadap Bill Clinton. KIM bukan orang yang gampang untuk ditemui dan dimintakan kebaikan hatinya. KIM adalah tipe pemimpin yang tak bisa diusik karena sedikit saja ia merasa terusik maka “SI KEPALA BATU” ini patut dapat diduga akan naik darah.

Bayangkan kalau untuk menyelamatkan kedua wartawati itu, yang menjadi “SPECIAL ENVOY” adalah George W. Bush atau Dick Cheney. Waduh, bisa-bisa KIM JONG IL langsung naik pitam dua kali lipat lebih parah.

https://i0.wp.com/www.topnews.in/usa/files/Hillary-Clinton-Obama-leads.jpg

Walau PEMERINTAH AS tidak ingin secara “OFFICIAL” dikaitkan dengan misi penting BILL CLINTON tetapi harus diakui inilah kecerdikan dan kecerdasan yang tak akan bisa dimiliki siapapun kecuali Hillary.

Ia mengatur semuanya menjadi sangat natural dan sungguh mengalir seperti air. Persis di saat suami tercintanya terbang ke Pyongyang, Hillary memulai lawatannya ke AFRIKA (dan baru kembali ke WASHINGTON tanggal 14 Agustus mendatang).

Hillary pasti sudah sangat memperhitungkan seberapa besar prosentase keberhasilan dari misi yang dimainkan dan dijalankan oleh BILL CLINTON. Beginilah kalau sepasang suami isteri adalah POLITISI ULUNG. Keduanya saling memberikan dukungan yang tak lekang dimakan oleh waktu.

https://i1.wp.com/cache.gawker.com/assets/images/gawker/2009/06/custom_1244131271981_linglee2.jpg

Sungguh bsia dibayangkan, betapa lega dan bahagianya kedua wartawati itu. Sebuah kehormatan untuk mereka, dijemput pulang oleh seorang MANTAN PRESIDEN.

Berbulan-bulan mereka harus mendekam dalam tahanan. Gila, hukuman yang dijatuhkan pun sangat tidak manusiawi dan sangat tidak rasional. Duabelas tahun penjara disertai KERJA PAKSA. Itu adalah sebuah hukuman yang kurang ajar dan sangat rendah moralitasnya. Penegakan hukum dimuka bumi ini, tak ada yang ajaib seperti putusan di Korea Utara tadi. Kini berlalu sudah masa yang kelam dan pahit itu untuk LAURA & EUNA.

Welcome Home, Sisters !

JURNALIS dimanapun juga tak akan ada yang mengenal kata menyerah. Pasti setelah ini, keduanya akan bangkit kembali dan siap untuk bertugas seperti biasa.

Keluarga mereka pasti sangat bahagia karena berakhir sudah masa penantian yang panjang dan penuh linangan airmata. Melepas dan berjauhan tanpa ada kabar berita dari puteri-puteri mereka yang memilih jalan hidupnya sebagai seorang JURNALIS.

Didalam setiap tetes darah yang mengalir dalam diri JURNALIS manapun didunia ini, seluruh totalitas dan pengabdian akan dipersembahlan sepenuhnya kepada bangsa, negara dan rakyatnya masing-masing. Ini kabar yang sangat menggembirakan, mengharuskan dan melegakan.

https://i0.wp.com/msnbcmedia3.msn.com/j/getty/gyi0055711287.hmedium.jpg

Seizin HILLARY yang sudah membuktikan kepiawaiannya dalam berdiplomasi sangat amat CANTIK, izinkan kami sampaikan respek dan kekaguman sangat tinggi untuk mantan presiden BILL CLINTON.

“THANK YOU, SIR !”

Thank you so much. Its very touching.

Dan semoga di hari-hari mendatang ini, jangan ada lagi pemimpin-pemimpin dunia serta aparat-aparat keamanan yang PONGAH seperti Ahmadinejad dan Kim Jong Il.

Jurnalis adalah jurnalis. Sampai kiamat dan sampai matipun, seorang JURNALIS adalah JURNALIS. Bukan agen mata-mata !

Catat itu.


(MS)

LAMPIRAN TULISAN SEBELUMNYA:

DARI INDONESIA KAMI BERHARAP, SEMOGA ROXAN, EUNA & LAURA BERTAHAN DAN SEMOGA TELINGA SEKJEN PBB, AHMADINEJAD & KIM JONG IL TIDAK SEDANG TULI…

Jakarta 5 Mei 2009 (KATAKAMI)  World Freedom Press Day 2009 atau Hari Kebebasan Pers Sedunia sudah lewat beberapa hari lalu. Tetapi tepat pada tanggal 3 Mei saat Peringatan penting ini dirayakan di seluruh dunia (kecuali di Iran, Korea Utara dan Indonesia), sejumlah aktivis wartawan dari Organisasi Dunia melakukan aksi damai di depan Markas Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York yang menuntut perhatian dari PBB agar mau turun tangan menolong sejumlah wartawan yang saat ini disekap dan dipenjara di Iran dan Di Korea Utara. Roxana Saberi ditahan di Iran. Euna Lee & Laura Ling ditahan di Korea Utara.

Yang paling tragis nasibnya adalah Roxana Saberi karena pada pengadilan tingkat pertama di Iran, ia sudah divonis 8 tahun penjara.

Yang kami heran adalah IRAN sebagai sebuah negara Islam, mengapa tidak dengan sungguh-sungguh menunjukkan dan membuktikan tentang keindahan ajaran dalam agama Islam.

Menyekap, mengintimidasi, memfitnah dan memutar-balikkan fakta, jelas-jelas bukan bagian dari ajaran agama Islam.

Dari tokoh-tokoh Islam kaliber dunia yang kami kenal, misalnya sahabat dekat yang sangat kami hormati, Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gusdur atau dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kyai Haji Makruf Amin, kami yang menganut agama non muslim ini diberitahu bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan nilai-nilai keindahan didalam hidup.

Islam tidak mengajarkan kekerasan !

Islam tidak memperbolehkan umat-Nya untuk melakukan kekerasan kepada sesama manusia.

Kami berbicara kepada Presiden Iran Ahmadinejad.

“Tuan Presiden, mengapa negara anda memutar-balikkan fakta atas diri sahabat kami (sesama jurnalis) Roxana Saberi ? Ia bukan baru seminggu di negara Anda, tetapi sudah 6 tahun. Dan setelah enam tahun menjalankan tugas kewartawanan, bahkan dikenal oleh Pemimpin Tertinggi Iran yang berkuasa sebelum Anda, Roxana Saberi sudah dikenal sebagai Wartawati yang media tempatnya bekerja memang dari Amerika Serikat. Mengapa tiba-tiba, Anda — atau tepatnya Negara Anda — memutar-balikkan fakta bahwa Roxana Saberi adalah MATA-MATA ? Yang benar saja Tuan Presiden, Anda jangan sangat keterlaluan memfitnah seorang JURNALIS yang tak berdaya ! Kasihani sahabat kami. Lepaskan ia ! Apakah patut dapat diduga, Anda sebenarnya punya ketertarikan tertentu dan ternyata SAMASEKALI TIDAK BISA mendapat sambutan sebagaimana yang Anda harapkan sebagai seorang Penguasa ? Jangan habisi masa depan dan semua harapan yang ada diri serta kehidupan sahabat kami Roxana Saberi !”.

Dan kembali kepada aksi damai yang dilakukan organisasi wartawan sedunia yang memang ditujukan kepada Markas Besar Perserikatan Bangsa Bangsa (United Nations), tuan rumah di Markas Besar PBB adalah Ban Ki Moon.

Walau itu dilaksanakan pada hari Minggu dan PBB tidak berkantor seperti di hari kerja tetapi kami yakin gaung dan inti pesannya akan didengar atau paling tidak telah dilaporkan kepada ban Ki Moon.

Singkat saja harapan dari seluruh wartawan di dunia ini, BEBASKAN JURNALIS YANG DITAWAN, DISEKAP & DIPENJARAKAN.

Jangan jadi kebiasaan menuding muka JURNALIS sebagai agen mata-mata !

Hentikan semua omong kosong itu.

Mau Ahmadinejad, atau Kim Jong Il, dan siapapun juga di muka bumi ini yang berpredikat sebagai PENGUASA, hormati dan hargai WARTAWAN yang ada di negara masing-masing.

Tidak cuma Roxana Saberi, Euna Lee dan Laura Ling saja, tetapi semua manusia didunia ini memang memiliki MATA. Ada mata yang terpasang sejak dalam kandungan sang ibu di bagian wajah. Ada mata hati. Ada mata kaki. Ada juga mata iman kita sebagai umat beragama.

Tetapi yang kalau yang dimaksud adalah MATA-MATA, itu bukan predikat dari kalangan JURNALIS.

Ahmadinejad, Kim Jong Il, salah tuding. Jari telunjuk atau semua radar teknologi mereka, arahkan saja ke semua negara untuk mencari dimana titik setral dari DINAS INTELIJEN mereka.

Kalau Ahmadinejad dan Kim Jong Il, ingin berkenalan dengan Dinas Rahasia di AMERIKA SERIKAT. Arahkan saja radar pencarian mereka ke Markas DINAS INTELIJEN, CIA.

Atau kalau mau berkenalan dengan Dinas Rahasia di INDONESIA. Arahkan saja radar pencarian mereka ke Markas BADAN INTELIJEN NEGARA (BIN).

Ini kok tudingan diarahkan kepada JURNALIS.

Kalau istilah dalam bahasa Jawa, “Yang Boten-Boten Saja, Kalian Ini, Tuan Ahmadinejad dan Tuan Kim Jong Il. Ngono Yo Ngono, Ning Ojo Ngono”.

Beraninya kok sama perempuan, malu dong !

Sama saja kelakuan dengan sejumlah oknum aparat negara di Indonesia ini, beraninya cuma sama perempuan. Itupun dengan mengandalkan ILMU HIPNOTIS, ALAT PENYADAP & PERANGKAT TEKNOLOGI untuk mengendalikan, merusak dan merampas hak-hak individu dari warga negara di Indonesia ini. Tetapi ketika jurnalis yang ditekan dan diteror, tetap tangguh dan sulit dicari kesalahan dalam tugas kewartawanannya maka semakin agresif menindas.

Waduh, Tuan Adhmadinejad dan Tuan Kim Jong Il, patut berkenalan dengan sejumlah oknum di negara kami ini yaitu di Indonesia karena punya kesamaan bakat dan kecenderungan yang sejenis yaitu sama-sama brutal terhadap JURNALIS.

PBB, harus membicarakan masalah penyekapan terhadap jurnalis di sejumlah negara.

PBB, harus mengambil tindakan tegas dengan memberikan rekomendasikan kepada Dewan Keamanan untuk membahas ini dalam sebuah rapat khusus yang memiliki legitimasi untuk mengambil tindakan.

Mengapa Dewan Keamanan (Security Council) harus turun tangan ?

Tentu harus turun tangan, Iran dan Korea Utama sama-sama sedang disorot oleh dunia internasional. Khususnya oleh Perserikatan Bangsa Bangsa.

Sama-sama disorot karena masalah NUKLIR.

Ketika sekarang, ada  JURNALIS yang disekap di kedua negara itu, dan kedua negara itupun sama-sama kompak menuding bahwa JURNALIS yang mereka sekap adalah agen mata-mata, Dewan Keamanan PBB harus mencarikan solusi terbaik untuk menjemput dan mengantarkan para JURNALIS itu pulang ke negara atau ke rumahnya masing-masing.

Apa Tuan Ahmadinejad dan Tuan Kim Jong Il tidak punya mata ? Rasanya punya, kalau melihat kedua Tokoh Terkenal ini tampil di berbagai media massa (terutama Presiden Ahmadinejad), tapi kok sulit sekali melihat bahwa TAWANAN yang mereka fitnah dan masih terus disekap itu adalah JURNALIS.

Dan bukan agen mata-mata intelijen !

Bebaskan mereka. Hentikan semua rekayasa. Hormati dan hargai hak-hak individu dari para JURNALIS itu. Mereka tidak bersalah, jangan memfitnah dan menindas para JURNALIS itu.

Dan Dinas Rahasia INTELIJEN Iran serta KOREA UTARA, harus belajar lagi lebih baik dan lebih tinggi tingkat keilmuannya dalam medeteksi musuh-musuh negara.

Yang benar saja, masak wartawan dibilang agen mata-mata !

Ngaco Lu Ah ! Ngarang aja. Beraninya kok sama perempuan. Diajak dialog dengan baik-baik, tidak bisa. Jadi apa maunya ? Kok jadi sangat berkepanjangan masa penyekapan itu !


Apakah patut dapat diduga, di dalam penjara ada kekerasan atau pelecehan seksual terhadap para jurnalis itu ?

Buka akses penahanan itu kepada publik, terutama dunia internasional. Terlebih seluruh wartawan di dunia ini, kami ingin tahu apakah sahabat kami tetap diperlakukan baik.

WARTAWATI DI SELURUH DUNIA HARUS DIHORMATI KARENA WARTAWATI BUKAN PELACUR ATAU LONTE MURAHAN !!!

WARTAWATI DISELURUH DUNIA BEKERJA DENGAN MENGGUNAKAN OTAK DAN KECERDASAN, BUKAN DENGAN MENGGUNAKAN VAGINA YANG BISA DIOBRAL. DAN WARTAWATI YANG MAU SAJA DITIDURI ATAU DILECEHKAN DARI SISI SEKSUALITAS HANYA UNTUK MENDAPATKAN BERITA, MAKA LEBIH BAIK JANGAN MENGAKU DAN BEKERJA SEBAGAI WARTAWATI.

BODOH KALAU MAU MELACURKAN DIRI HANYA UNTUK DAPAT BERITA. Catat ini !

Dan kami menaruh hormat sangat tinggi kepada ketiga wartawati yang berani mengambil resiko ini. Jika kami yang mengalami hal yang sama, maka pilihan kami juga sama. Kami akan hadapi arogansi kekuasaan yang sebusuk dan sebiadab apapun. Kehormatan bagi JURNALIS, terutama bagi WARTAWATI-WARTAWATI adalah mutlak dijaga.

Jangan karena melihat JURNALIS cantik atau seksi sedikit maka birahi penguasa atau pihak yang punya “kekuatan bersenjata” akan naik tinggi bagaikan roket misil yang ditembakkan ke udara. Dan jika gayung tidak bersambut, WARTAWATI itu akan diteror, ditekan, diintimidasi, disekap, diperangkap, disadap, dirusak situsnya dan diperlakukan sangat biadab agar terbalaskan rasa malu atau dendam karena ditampik secara tegas.

Sapa yang mau sama elo ! Sapa yang takut sama elo ! Sorry ye … !

Wajar kami — sesama wartawan — merasa sangat kuatir dan curiga karena kami tidak ingin mereka dijadikan budak seks atau korban pelecehan seksual.

Orang yang ada didalam penjara, untuk makan saja sudah tidak aman. Para tahanan harus terima nasib, memakan apapun yang diberikan. Siapa yang bisa menjamin bahwa makanan itu bersih, sehat dan higenis ?

Bisa saja, didalam makanan siapapun ditaruh racun, obat bius, obat perangsang, bahan kimia mematikan lainnya, atau dimasukkan jampi-hampi ilmu hitam dan hipnotis.

Mengapa sadis sekali memperlakukan wartawan ?

Di Indonesia ini juga ada yang patut dapat diduga berperilaku seperti itu. Ada yang mindik-mindik mengikuti kemana target sasaran pergi, atau kasak-kusuk mau mengundang bawahan dan kolega yang manapun sesering mungkin, agar ketika bertemu bisa disodori makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi dengan unsur-unsur yang sudah tidak sehat, higenis, aman dan “waras”.

Jadi, kalau menggunakan sistem urut kacang maka yang pertama perlu disebut adalah BAN KI MOON sebagai Sekjem Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Kemudian, Ahmadinejad dan Kim Jong Il. Serta para penguasa di negara tertentu, serta oknum aparat negara di Indonesia yang patut dapat diduga “agak-agak kembar siam bakat dan kecenderungannya dalam hal menindas dan menteror JURNALIS”, terimalah pesan kami :

“Jangan budek dong, jangan tuli, karena patut dapat diduga suara kebenaran yang diterus disampaikan agar semua pihak mau serta mampu menghargai, menghormati, bekerjasama dan sangat menghargai nilai-nilai HAK AZASI MANUSIA dari  JURNALIS di negara masing-masing”

Malu dong sama wartawan, menghadapi wartawan kok bersikap buas dan terlalu mengada-ada. Kasihan deh Lo !

(MS)

%d blogger menyukai ini: