Alamak, Soal Heboh Ada "Say No To Megawati", Eh Ternyata "Say No To SBY" Juga Ada Lho Di FACEBOOK

1 sangdwiwarna

Megawati SoekarnoputriSCTV menayangkan gambar saat Presiden SBY marah dan menunjuk ke arah muka seorang peserta acara

TULISAN INI DIMUAT JUGA DI WWW.KATAKAMI.COM DAN DI WWW.KATAKAMI.BLOG.FR

JAKARTA 6 APRIL 2009 (KATAKAMI) Tak ada hujan, tak ada angin, tiba-tiba di Hari Senin (6/4/2009) muncul berita di media massa bahwa ada alamat FACEBOOK anti Megawati. Wah, ada apa ini ? Kami sempat bertanya-tanya demikian. Persis memasuki hari tenang, ada permainan politik yang memanfaatkan “kepolosan” media massa. Bad news is a good news ? No, bad news is a bad news.

Kita semua tahu bahwa kampanye terbuka resmi ditutup hari Minggu (5/4/2009).

Dan hari Selasa (6/4/2009), sudah tidak boleh ada atribut parpol dan para caleg-nya. Tiba-tiba muncul berita yang menohok Megawati, persis hanya beberapa hari menjelang pelaksanaan PEMILU LEGISLATIF 2009 pada tanggal 9 April mendatang.

KATAKAMI sengaja tidak mau buru-buru ikut secara bombastis memberitakan hal semacam ini. Kami dalami baik-baik dan penuh kecermatan.

Patut dapat diduga pelemparan isu soal Say No To Megawati itu adalah gerakan politik adu domba dan upaya untuk melakukan pembunuhan karakter. Membuat alamat di FACEBOOK itu sangat mudah dan bisa dengan memalsukan data diri. Yang penting, sebelum mendaftarkan diri ke FACEBOOK, kita harus punya alamat EMAIL. Dan untuk membuat alamat EMAIL itupun, sangat mudah dan bisa memalsukan bagi siapapun juga. Entah itu di Yahoo, Google, Gmail, Aol, Lycos, dan entah apalagi.

1 a logo_facebook1 a okezone_logo

Misalnya, nama kami adalah ARZENIC KIONG MONAZ, ketika hendak membuat alamat EMAIL maka kami bisa menuliskan disitu bahwa nama kami adalah MUNIR GINTUNG misalnya. Setelah alamat EMAIL berhasil dibuat, maka tinggal daftar saja ke FACEBOOK. Beres, selesai.

Tetapi, kalau ada begitu banyak pendukung yang diraih untuk mau bergabung atau patut dapat diduga sengaja dipersiapkan menjadi sebuah alat pemukul politik menggembosi Megawati maka pihak tertentu yang memang punya patut dapat diduga punya perangkat, alat, jaringan dan anggota atau bawahan, bisa dengan mudah membuat disitu angka pendukung yang disukainya.

Patut dapat diduga juga, kehebohan soal Say To No Megawati ini sudah dipersiapkan jauh jauh sebelumnya oleh pihak tertentu yang memang sangat ketakutan kalau Megawati & PDI Perjuangan menang, baik dalam ajang Pemilu Legislatif 2009 ataupun Pemilu Pilpres 2009.

Saat kehebohan ini digulirkan persis di HARI TENANG, patut dapat diduga ini adalah sebuah trik atau taktik yang berlandasakan gaya agitasi dan propaganda. Barangkali niat untuk menggembosi Megawati ini mau dihembuskan sampai tanggal 9 April mendatang.

Yang jadi pertanyaan, siapakah yang mempraktekkan cara-cara kotor yang sangat busuk seperti ini ?

Kelihatan sekali kok, bahwa patut dapat diduga amunisi pembusukan atas figur Putri Sulung BUNG KARNO ini memang sudah sangat dirancang jauh-jauh hari sebelumnya. Seperti yang tadi kami singgung, dari segi pemilihan waktu untuk meledakkan isu ini persis di HARI TENANG, gerakan pembusukan itu sudah sangat tercium bau anyirnya yang menyengat.

Kita cuma bisa menyayangkan saja bahwa di era semaju dan semodern ini, tidak membuat pihak tertentu semakin maju dan modern cara berpolitiknya.

Lagi-lagi, SOK JENIUS dengan gaya agitasi dan propaganda tadi.

Tetapi semua pihak memang harus tetap tenang dan sabar. Pelaksanaan PEMILU LEGISLATIF hanya tinggal 2 hari lagi. Disinilah dibutuhkan kematangan dari semua pihak untuk sama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif.

Cara mencontreng atau mencentang

Kembali pada masalah heboh Say No To Megawati tadi, KATAKAMI jadi sangat penasaran sekali.

Apakah di FACEBOOK itu, hanya MEGAWATI seorang yang diperlakukan seperti itu atau CAPRES lainnya yang akan maju dalam gelanggang politik PILPRES 2009, juga ada yang menjadi sasaran ?

Ternyata ada, yaitu SUSILO BAMBANG YUDHOYONO.

Di FACEBOOK, ada lumayan banyak alamat yang dibuat oleh kelompok ANTI SBY yaitu SAY NO TO SBY, ANTI SBY, SAY NO TO SBY – JK dan TOLAK SBY-JK.

Menampilkan ke semua 6 hasil untuk: say no to sby

Halaman:
Say no to SBY
Jenis:
Pejabat Pemerintahan

Grup:

Say no to SBY

Halaman:

Say “NO!!!” to SBY & Jusuf Kalla, Say “YES!!!” to lainya….

Tapi herannya, gerakan anti SBY ini tak mencuat ke permukaan lewat media massa ? Sama-sama CAPRES kok. Dan kalau ada perbedaan, saat ini MEGAWATI sudah tidak berkuasa di EKSEKUTIF, sedangkan SBY masih berkuasa (walaupun cuma beberapa bulan lagi).

Disaat media massa ramai membahas alamat FACEBOOK anti Megawati ini, Senin pagi KATAKAMI Justru terkesima oleh munculnya sebuah berita di media online OKEZONE yang menuliskan IBAS BAGI-BAGI UANG DI PONOROGO ?

Kami sempat takjub juga karena selama ini OKEZONE termasuk media yang sangat baik kerjasama dan hubungannya ke pusat kekuasaan. Eh, ternyata beberapa jam kemudian berita itu dicabut dan disertai dengan permohonan maaf yang isinya sebagai berikut :

Hary Tanoe Pimpiman Group MNC yang menaungi OKEZONE.COM

JAKARTA – Sehubungan dengan berita dari Okezone pada hari ini (6/4/2009) jam 09:15 WIB, dengan judul “Ibas Bagi-Bagi Uang di Ponorogo?”, kami dari jajaran Redaksi Okezone.com mengajukan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan kepada putera Bapak SBY, Edhie Baskoro.

Berita tersebut pertama kali kami ketahui dari Harian Jakarta Globe, lebih spesifiknya pada situs Harian Jakarta Globe di alamat website http://www.thejakartaglobe.com/ hari ini 6 April 2009 pukul 01:30 WIB sebagaimana diketahui melalui situs tersebut.

Karena berita tersebut kami nilai tidak akurat dan tidak mencerminkan sebuah berita yang seimbang, maka berita ini kami nyatakan untuk dicabut dari situs Okezone.com dan dinyatakan tidak ada.

Demikian kami sampaikan dan kedepannya kami tidak akan mengulangi kelalaian yang serupa dan kami berkomitmen akan selalu mengembangkan berita yang seimbang dan akurat. Dengan penuh kerendahan hati kami berharap agar permintaan maaf ini bisa diterima dengan baik oleh Bapak Presiden SBY dan putera Bapak SBY. (mbs)

1 Your_Voice_Your_Vote_logo

Kalau tadi permohonan maaf dari REDAKSI OKEZONE, kami sempat mencari berita BAGI-BAGI UANG itu di Indeks OKEZONE tetapi ternyata memang sudah benar-benar dicopot.

Namun saat kami lakukan pencarian data di GOOGLE, berita IBAS BAGI-BAGI UANG DI PONOROGO itu juga dimuat di Tempo Interaktif yang isinya sebagai berikut :

ANAK SBY DITUDING LAKUKAN POLITIK UANG

Sabtu, 04 April 2009 | 14:08 WIB

TEMPO Interaktif, Ponorogo: Panitia Pengawas Pemilu Ponorogo tengah menyelidiki dugaan praktik politik uang yang dilakukan tim sukses Edhie Baskoro Yudhoyono. Sejumlah warga mengaku menerima uang sebesar Rp 10 ribu agar memilih anak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu.

Menurut Edi Waluyo, anggota panitia pengawas, aksi bagi-bagi uang itu dipergoki di Kecamatan Jambon, pada Jumat (3/4). Salah seorang anggota tim sukses Edhie Baskoro yang diketahui bernama Samuji, warga Desa Blembem, Kecamatan Jambon, Ponorogo kepergok menebar uang kertas Rp 10.000 kepada warga .

Kepada penerima, dia meminta untuk memberikan suaranya kepada anak Presiden Yudhoyono ini.
“Dia tidak bisa mengelak lagi karena pemberian uang itu disertai gambar caleg yang bersangkutan,” kata Edi Wiyono kepada Tempo, Sabtu (4/4).

Atas temuan itu, Panitia Pengawas Pemilu Ponorogo mengumpulkan bukti pendukungan dan memeriksa beberapa saksi. Di antaranya adalah Samuji, perangkat Desa Blembem, serta warga yang menerima uang.
“Kami akan memplenokan kasus ini bersama anggota lainnya untuk menentukan sanksi yang dijatuhkan,” kata Edi.

Sby sudah menjual anaknya

Tidak heran kalau Pres SBY tidak menindak Suharto & keluarganya. Sebab ternyata SBY juga melibatkan anak-2-nya sendiri seperti Suharto.

Dan dibagian bawah berita TEMPO INTERAKTIF itu dimuat komentar dari pembaca yang rata-rata berasal dari luar negeri. Berikut ini kami muat komentarnya :

— Handoko, Frankfurt, 04/04/2009 22:58:11 wib

Nggak malu

Kalau politik uang itu benar, dimana muka SBY, karena anaknya masih muda udah bertingkah, kalau menjadi pemimpin nanti “ya bakal main uang” dan arahnya ke “korupsi”. saya anjurkan para pemilih untuk terima uangnya, tapi cobloslah pilihan hati
— Sugiman P, Marseille, 04/04/2009 15:18:34 wib

Kurang pd?,inilah salah satu budaya ORBA yang masih melekat dalam pemerintahan SBY
apakah kita menginginkan pemimpin seperti ini?

Setelah memberi uang, pemimpin seperti ini biasanya meminta kesetiaan total dari penerima uang untuk mengikuti semua kemauannya, jadilah dia pemimpin yang otoriter?
walahualam…….. Katanya pemerintahan SBY adalah pemerintahan yang bersih? apanya?
— Dony anggara, Jakarta utara, 04/04/2009 13:55:22 wib

1 domba

Janganlah ada pihak tertentu yang terbiasa bertindak liar menggunakan POLITIK ADU DOMBA Tanpa ingin banyak mengomentari lagi, yang harusnya dilakukan oleh semua pihak menjelang pelaksanaan PEMILU LEGISLATIF 2009 ini adalah menahan diri dan tetap menjaga sikap saling hormat-menghormati.

Janganlah ada pihak tertentu yang meyakini bahwa cara-cara pembunuhan karakter lewat media massa dan dibuka alamat FACEBOOK anti seseorang akan akan mampu menggiring rakyat untuk ikut menolak tokoh tersebut.

Dan media massa manapun, hendaknya bersikap arif dan bijaksana. Jangan main hajar saja. Mengapa tidak dilakukan check and recheck ?

Ketika KATAKAMI mendengar selentingan ada ALAMAT FACEBOOK menolak Megawati, maka yang muncul didalam pemikiran kami adalah bagaimana dengan CAPRES lainnya, apakah mereka juga mengalami hal yang sama ?

Disinilah, peran media massa dibutuhkan untuk cermat. Tidak akan ada media massa yang murni 100 persen netral. Pemasangan iklan yang jor joran misalnya dari parpol atau tokoh tertentu di media pertelevisian, itu sudah menjadi salah satu keberpihakan. Walaupun tokoh atau parpol tertentu membayar, ya tetap saja yang ruang yang diberikan kepada pihak tertentu untuk lebih diutamakan dan diistimewakan.

slogan presiden barack obama saat mengikuti pilpres 2008 di as,  yes we can change1 a we want change

Sehingga kalau ada yang mengatakan mereka adalah MEDIA PEMILU, rasanya kurang bijak. Sebab, jika media PEMILU maka mereka akan memberikan porsi yang sama besar dan sama rata kepada seluruh PARTAI POLITIK. Ini kan tidak, yang bisa muncul atau ditayangkan adalah yang kantongnya tebal saja untuk memasang iklan dengan tarif yang lumayan besar kalau di media pertelevisian.

Lalu satu hal lain, kita juga rasanya perlu mengingatkan pihak manapun yang patut dapat diduga mengadopsi warisan kolonial BELANDA dalam berpolitik di era kekinian ini yaitu POLITIK ADU DOMBA. Jadi rupanya, tak hanya tanggul yang jebol di SITU GINTUNG saja yang diwariskan oleh Belanda kepada INDONESIA, tetapi termasuk juga GAYA BERPOLITIK.

Gaya Berpolitik yang bagaimana warisan Belanda itu ? jawabannya adalah GAYA BERPOLITIK ADU DOMBA. Sana diadu, sini diadu, manusia sudah disama-ratakan dengan binatang ayam atau banteng — dimana kedua hewan ini yang bernasib malang karena ada budaya permainan adu atau sabung ayam di Indonesia. Serta gaya berpolik adu domba.

Atau, yang lebih keren lagi kalau digunakan istilah GAYA BERPOLITIK DEVIDE ET AMPERA atau memecah belah.

Mengapa tidak menggunakan gaya politik yang elegan, cerdas dan terhormat ? Untuk apa sibuk seperti petinju dalam masalah perpolitikan nasional ? Jangan dibiarkan menggunakan gaya POLITIK ala petinju. Saling pukul, saling jotos, sudahlah. Jangan terpancing.

Sebab mau SEJENIUS adapun caranya, patut dapat diduga semua aksi kotor yang hendak menjegal lawan politik semacam ini akan terbongkar dan bisa diketahui secara pasti. Mari kita sama-sama menjaga agar situasi di TANAH AIR tetap tenang. Jangan ada yang sibuk sendiri mencari pembenaran diri atau dengan lantang menjawab kritikan si tokoh A, B atau C.

Jadi, biarlah kami merupakan media massa yang paling bontot atau belakangan dalam memberitakan alamat FACEBOOK anti Megawati. Sebab, ternyata tak hanya Megawati yang kena.

Say No To SBY juga ada dalam ALAMAT FACEBOOK.

Barisan pendukung ANTI SBY ini banyak lumayan banyak. Dan SBY juga tak perlu panik kalau KATAKAMI memberitakan bahwa barisan anti SBY banyak tersebar di FACEBOOK. Dan tak cuma di FACEBOOK, sebuah media online semacam OKEZONE juga patut dapat diduga sudah sempat mencemarkan nama Presiden SBY Sekeluarga, khususnya IBAS YUDHOYONO yang diberitakan bagi-bagi uang di Ponorogo.

Tanpa ingin banyak mengomentari lagi, yang harusnya dilakukan oleh semua pihak menjelang pelaksanaan PEMILU LEGISLATIF 2009 ini adalah menahan diri dan tetap menjaga sikap saling hormat-menghormati.

Janganlah ada pihak tertentu yang meyakini bahwa cara-cara pembunuhan karakter lewat media massa dan dibuka alamat FACEBOOK anti seseorang akan akan mampu menggiring rakyat untuk ikut menolak tokoh tersebut.

Dan media massa manapun, hendaknya bersikap arif dan bijaksana. Jangan main hajar saja. Mengapa tidak dilakukan check and recheck ?

Semoga di Hari Selasa (7/4/2009) dan seterusnya sampai memasuki tanggal 9 April 2009, , tak ada lagi yang kasak-kusuk melemparkan isu negatif lewat media massa untuk menjegal atau menjatuhkan pihak lain. Dan semoga juga, tak ada lagi dan tak perlu ada gaya berpolitik ADU DOMBA yang sangat pakar dalam memecah-belah.

Tidak usah dan jangan pernah ada lagi, yang sangat berani menggunakan cara-cara penggembosan yang seradikal ini.

iklan katakan tidak pada narkoba

Kalimat “SAY NO TO …” tadi, jangan ditujukan kepada pemimpin-pemimpin bangsa. Lebih baik, kita konsisten dan sepakat untuk mengatakan “SAY NO TO DRUGS” atau “SAY NO TO BANDAR LIEM PIEK KIONG Alias Monas” yang belakangan ini gencar kami soroti kejanggalan dan keganjilan dalam upaya penegakan hukumnya.

(MS)

Iklan KATAKAMI

%d blogger menyukai ini: