Abdul Hakim Ritonga : Bagi Kejaksaan Tidak Ada Kompromi Untuk Terorisme Dan Narkoba, SIKAT SAJA !

WAWANCARA EKSKLUSIF

DIMUAT JUGA DI  WWW.KATAKAMI.COM

Jakarta 9/8/2009 (KATAKAMI) Tak disangka-sangka, Jaksa Agung Muda Pidana Umum (JAMPIDUM) Abdul Hakim Ritonga mendapatkan promosi jabatan sebagai WAKIL JAKSA AGUNG. Ia akan segera meninggalkan jajaran PIDUM yang sudah dipimpinnya sejak Januari 2007. Menurut rencana, Jaksa Agung Hendarman Supandji akan melantik Abdul Haki Ritonga sebagai WAKIL JAKSA AGUNG pada hari Rabu 12 Agsutus 2009 mendatang di Kejaksaan Agung.

Pemimpin Redaksi KATAKAMI Mega Simarmata melakukan WAWANCARA EKSKLUSIF dengan Abdul Hakim Ritonga di ruang kerja JAMPIDUM hari Jumat (7/8/2009) petang dan inilah hasil WAWANCARA EKSKLUSIF kami :

https://i2.wp.com/www.satunews.com/foto/foto_berita/Abdul%20Hakim%20Ritonga%20.jpg

KATAKAMI (K) : Wah, kami ikut senang Pak Ritonga medapat promosi jabatan sebagai Wakil Jaksa Agung. Bagaimana perasaan Bapak dan keluarga tentunya atas adanya promosi jabatan ini ?

ABDUL HAKIM RITONGA (AHR) : Ini sebuah amanah, keluarga tentu saja mendukung. Saya puas atas seluruh kesempatan yang saya peroleh sepanjang bertugas sebagi JAMPIDUM. Pokoknya tugas disini sudah maksimal saya lakukan.

K : Oke, apa yang Bapak harapkan ke depan ini dalam penanganan terorisme dari sudut pandang KEJAKSAAN ?

http://redaksikatakami.files.wordpress.com/2009/03/1-ritonga.jpg

AHR : Begini, saya bertugas di PIDUM sejak UU Terorime itu dibuat. Waktu itu saya masih sebagai Direktur Penuntutan (DIRTUT) pada Jampidum. Saya dibenam sampai UU itu selesai dibuat dan diberlakukan. Saya juga yang menangani eksekusi mati terhadap ketiga terpidana mati kasus Bom Bali I Amrozi CS pada bulan Oktober 2008. Jadi ada perasaan lega dan puas karena saya sudah lakukan yang terbaik dalam tugas saya. Jadi perasaan saya tenang.

K : Kalau kami tidak salah, Kejaksaan Agung sedang ikut terlibat dalam proses revisi UU Grasi. Sampai diman perkembangan proses revisi UU Grasi ?

AHR : Sekarang draft revisi itu sudah sampai ke BPHN (Badan Pembinaan Hukum Nasional) untuk dibawa nantinya ke DPR.

K : Kembali pada masalah terorisme tadi, apa yang Bapak harapkan ke depan ini ?

AHR : Dalam penanganan kasus Abu Dujana dan Zarkasih tahun 2008 lalu, akhirnya divonis bahwa kelompok Al Jamaah Al Islamyah itu dinyatakan bersalah sebagai korporasi. Mereka dinyatakan dilarang berdiri di Indonesia. Kalau dari KEJAKSAAN, tidak ada yang berubah dalam konteks penanganan terorisme. Pokoknya berlanjut, SIKAT ! Saya juga sudah perintahkan agar Tim Satgas Anti Teror yang kami miliki untuk turun ke lapangan guna memantau situasi dan perkembangan dari kasus peledakan bom MEGA KUNINGAN pertengahan bulan lalu. Saya sengaja terjunkan mereka agar melihatt apakah ada persaman-persamaan yang dilakukan terorisme sekarang dengan yang dulu. Apakah ada benang merahnya ?

https://i1.wp.com/newsimg.bbc.co.uk/media/images/44586000/jpg/_44586440_zark_duj_afp226b.jpg

K : Yang mau ditekankan disini, KEJAKSAAN tidak akan mentolerir kasus-kasus terorisme ya ?

AHR : Tentu, harus itu ! Pokoknya SIKAT. Kejaksaan harus tetap tegas menangani terorisme. Apalagi setelah ada peledakan bom Mega Kuningan kemarin itu, ya sekarang digalakkan kembali sikap tegas tadi. Bagi Kejaksaan, tidak ada kompromi untuk kasus-kasus terorisme. SIKAT ! Begitu juga halnya dengan kasus-kasus narkoba, SIKAT. Sepanjang saya menjadi JAMPIDUM, kasus terorisme, narkoba dan perlindungan anak pasti saya hantam dengan tuntutan yang paling maksimal. Yang dimaksud perlindungan anak itu, misalnya kasus perkosaan terhadap anak-anak. Tidak ada ampun dari Kejaksaan, pasti kami tuntut maksimal !

K : Diterjunkannya Tim Satgas Anti Teror Kejaksaan untuk “memantau” di lapangan perkembangan dari kasus peledakan bom baru-baru ini di Mega Kuningan itu, apakah untuk misalnya mencari tahu apakah ada atau tidak keterlibatan Al Jamaah Al Islamyah ?

AHR : Ya, kira-kira begitulah …

K : Sekarang hanya dalam hitungan hari, Pak Ritonga akan segera dilantik sebagai WAKIL JAKSA AGUNG. Padahal PIDUM sedang bersiap menangani kasus pembunuhan berencana terhadap Nasrudin Zulkarnaen yang melibatkan Pak Antasari Azhar, Ketua KPK yang non aktif. Tapi rasanya masih bisa menanyakan kepada Bapak, lho ini kok penanganan kasus Pak Antasari tidak maju-maju alias jalan di tempat ? Dimana mandeknya ?

AHR : Begini ceritanya, kit ajangan melihat kasus Antasari itu sebagai kasus tunggal. Nah, secara keseluruhan itu kan ada 9 berkas. Yang namanya eksekutor, berkasnya sudah dilimpahkan Jumat (7/8/2009) ke Pengadilan Negeri Tangerang. Nah, berkas Antasari belum dikembalikan oleh Pihak Penyidik yang sebelumnya kami kembalikan. Tapi jaksa sudah merapat ke Kepolisian supaya bagaimana caranya berkas itu dikembalikan minggu depan.

K : Mengenai promosi jabatan sebagai Wakil Jaksa Agung ini, sepertinya ini sebuah kejutan ya Pak ?

AHR : Saya mendapat banyak sms, lalu ada pemberitan media, kayaknya harapan yang dipikulkan kepada jabatan itu cukup berat. Harapan kepada Wakil Jaksa Agung harus begini dan begitu. Aku kan nanti akan menjadi Wakil, tugasku ya membantu Jaksa Agung.

K : Jadi kalau Wakil Jaksa Agung, ibaratnya jadi semacam “IBU RUMAH TANGGA” di Kejaksaan ini ya ?

AHR : (Tertawa) Ya … kira-kira kayak gitulah. Pokoknya Wakil Jaksa Agung itu bertugas, sesuai perintah Jaksa Agung. Saya tidak bisa membuat rencana kerja, begitu kalau jadi Wakil Jaksa Agung. Tapi kalau dilihat dari sudut pandang perjalanan karier sebagai seorang JAKSA maka jabatan Wakil Jaksa Agung ini merupakan puncak karier tertinggi saya Penugasannya ya membantu Pak JA. Pak Jaksa Agung (Hendarman Supandji, red) sudah menyampaikan arahan kepada saya seputar konsep beliau mengeni tugas-tugas saya nantinya sebagai Wakil Jaksa Agung.

K : Apa harapan Bapak kepada JAMPIDUM yang baru ?

AHR : Tentunya dia harus melanjutkan dan meningkatkan kinerja. Kasus-kasus yang mendapat perhatian publik, harus diutamakan. Terutama penanganan terhadap terorisme, narkoba, perlindungan anak, semuanya ini harus ditangani secara serius.

(K) Baik Pak Ritonga, sekali lagi SELAMAT BERTUGAS PADA JABATAN YANG BARU.

%d blogger menyukai ini: