Beranda > Uncategorized > Kapolri Jenderal BHD: Densus 88 Sedang Kerja Keras Tapi Beri Waktu, Insya Allah POLRI Mampu Mengungkap !

Kapolri Jenderal BHD: Densus 88 Sedang Kerja Keras Tapi Beri Waktu, Insya Allah POLRI Mampu Mengungkap !

24/07/2009

 Bomb Animation

WAWANCARA EKSKLUSIF

Dimuat juga di WWW.KATAKAMI.COM


Jakarta 24/7/2009 (KATAKAMI) Seusai memberikan keterangan pers kepada puluhan wartawan dari dalam dan luar negeri di Mabes Polri, Jumat (24/7/2009) siang, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri berkenan memberikan kesempatan WAWANCARA EKSKLUSIF kepada Situs Berita KATAKAMI.

Dan inilah hasil wawancara eksklusif  Pemimpin Redaksi KATAKAMI Mega Simarmata dengan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri :

KATAKAMI (K) : Terimakasih Pak Kapolri untuk kesempatan ini, yang pertama bagaimana perkembangan dari pergerakan Tim Densus 88 Anti Teror  POLRI dalam menangani kasus peledakan Bom Mega Kuningan ini ?

Kapolri BHD (BHD) : Begini Dan …(Komandan, red) … sampai sejauh ini oke, anak-anak saya itu (anggota Densus 88 Anti Teror POLRI, red) tidak ada yang istirahat, semua turun. Kerja keras. So far so good. Ada yang signifikan diperoleh tapi anda tentu bisa memaklumi kalau semua itu belum bisa kami sampaikan dulu secara terbuka.

(K) : Masih menyoroti Densus 88 Anti Teror, apakah ada kesulitan atau kekurangan personil misalnya ? Bukankah dulu … sekitar  awal 2008, Bareskrim POLRI sendiri yang mengambil kebijakan untuk membubarkan Tim Satuan Tugas (Satgas) Bom sehingga semua memang dilebur jadi satu dalam wadah Densus 88 Anti Teror. Disaat ada kasus terorisme seperti ini, kekurangan personilkah Densus 88 ?

(BHD) : Kalau Tim Satgas Bom yang dulu, ya memang sudah dibubarkan. Tetapi sekarang untuk bisa memperkuat Densus 88 Anti Teror …  ini karena kekuatan Densus 88 Anti Teror POLRI juga terbatas, padahal tantangan yang harus dihadapi dan kasus yang ditangani cukup banyak, tentu kami harus merekrut tim untuk diperbantukan ke Densus 88 Anti Teror. Dan tadi ada rekan wartawan yang bertanya, apakah Densus 88 dibubarkan ? Tidak ada pembubaran terhadap Densus 88. POLRI tidak bisa seenaknya membubarkan Densus 88. Yang terjadi justru sebaliknya, kalau memang POLRI membutuhkan kekuatan tambahan maka itu adalah Tim Satuan Tugas Khusus untuk membantu tugas-tugas Densus 88.

(K) : Oke, bergeser sekarang ke salah satu target utamanya yaitu Noordin M. Top. Berdasarkan keterangan dari isteri Noordin M. Top yang sudah diambil Densus 88 kemarin dulu, diperoleh keterangan bahwa menurut sang isteri … Noordin M. Top banyak berada di kawasan Sulawesi Selatan. Fokus pengejaran Noordin M. Top selama bertahun-tahun, dipusatkan di Jawa Barat dan Jawa Tengah sebagai daerah yang dicurigai menjadi basis Noordin M. Top. Apakah keberadaan Noordin M. Top di Sulawesi Selatan itu  sebenarnya termasuk yang diawasi POLRI ?

(BHD) Pokoknya tunggu saja hasilnya. Kita jangan mendahului Tuhan, yang POLRI bisa katakan adalah … Insya Allah. Insya Allah POLRI akan bisa menyampaikan kepada masyarakat semuanya pengungkapan kasus bom ini. Kami semua ini … terutama yang saya katakan tadi, anak-anak saya di Densus 88 itu tidak ada yang bisa istirahat. Tidak pernah beristirahat. Semua bekerja keras mengungkap kasus bom ini. Itu sebabnya saya selaku pimpinan memohon kepada masyarakat agar memberikan kesempatan dulu seluas-luasnya kepada POLRI untuk mengungkap kasus bom ini.

Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri saat Latihan Anti Teror TNI – POLRI (Des 2008)

(K) : POLRI yakin bahwa Densus 88 Anti Teror mampu menangani kasus bom Mega Kuningan ini, performa dan kinerja secara keseluruhan ?

(BHD) : Oke, bagus semua kok. So far so good.

(K) :  Kasus Bom Mega Kuningan itu sendiri bagaimana perkembangannya ?

(BHD) Kasus peledakan bom ini memang sangat mengejutkan kita bersama karena sebenarnya sejak 4 tahun terakhir ini situasi keamanan di Indonesia sebenarnya sudah kondusif. Sejak sepekan ini, kita semua memang kaget akibat peristiwa yang memilukan ini. Langkah yang dilakukan POLRI dengan dibantu berbagai komponen adalah mengamankan TKP, korban diselamatkan dan yang meninggal dunia segera diidentifikasi. Lalu dalam waktu yang relatif cepat, POLRI bisa mendapatkan data dari korban yang meninggal dunia sehingga jenazah bisa dibawa pihak keluarga. Bahkan dikembalikan ke negara mereka masing-masing. Ini langkah konkrit yang secara cepat dilakukan POLRI.

(K) Kita soroti kasus bomnya sendiri, POLRI yakin bahwa ini memang bom bunuh diri ?

(BHD) : Ya, ini bom bunuh diri dan bisa dibuktikan bahwa ada 2 pelaku yang sampai saat ini masih kami cari informasi di lapangan. Siapa sebenarnya 2 orang ini. POLRI juga membutuhkan feed back … informasi dari masyarakat yang memang mengetahui tentang 2 orang yang telah diumumkan Kadiv Humas sketsa wajahnya. Sekali lagi, berikanlah kesempatan kepada kami agar kasus ini menjadi terang. Siapa sebenarnya pelaku peledakan bom ini agar bisa kami jadikan sebagai tersangka dalam pengungkapan jaringan pelaku bom ini. Insya Allah, berkat doa masyarakat maka kasus ini akan kami ungkap.

(K) Ada suara miring, ini siapa sebenarnya yang kecolongan ? Badan Intelijen Negara (BIN) yang kecolongan karena tidak bisa mendeteksi ancaman teror ? Atau POLRI yang sebenarnya yang kecolongan ? Tapi kalau dari penugasan pokok masing-masing institusi, deteksi dini dan cegah dini itu kan menjadi porsi terbesar dari BIN. Nyatanya BIN gagal mendeteksi ancaman teror. Tapi bagaimana tanggapan dari Pak Kapolri, siapa ini yang kecolongan ?

(BHD) Saya sudah sampaikan tadi. Tidak ada yang kecolongan. Ini kan  sebenarnya adu cepat, kita sebagai aparat keamanan atau kelompok jaringan teroris itu. Kita sudah berusaha melakukan upaya pencegahan dengan strategi kepolisian masyarakat kita lakukan. POLRI lewat Densus 88 Anti Teror terus melakukan pengejaran dan penangkapan sebelum aksi terorisme itu terjadi. Contohnya penangkapan di Wonosobo, DI Yogyakarta, Palembang, lalu di Kelapa Gading pada tahun 2009 ini. Lalu ada di Banjarmasin, operasi digelar tanggal 5 Mei dan tanggal 9 Mei ditangkap . Yang di Banjarmasin inilah yang merencanakan aksi di berbagai temapat, kami sita CD dan foto-foto. Dengan mengembangkan penangkapan di Banjarmasin itulah, POLRI menangkap lagi pelaku terorisme jaringan dari Singapura yang ditangkap di Malang. Kemudian, ditangkap lagi pelaku lainnya di Lampung. Dan terakhir tanggal 12 Juni 2009, POLRI berhasil menangkap pelaku terorisme berinisial Z dan kemudian menyeret inisial BRD yang menjadi mertua dari salah seorang buronan POLRI. Dari situlah kami sita bom yang terindentifikasi sama dengan kasus di Palembang dan peledakan di Mega Kuningan.

(K) Atau POLRI yang rendah hati untuk tidak terjebak dalam kritikan keras masyarakat terhadap BIN yang dianggap tidak mampu melakukan deteksi dan cegah dini  kasus terorisme. Sebab sebenarnya kan intelijen harusnya bisa mengantisipasi ancaman teror ?

(BHD) Begini, mereka … jaringan teroris itu punya pola. Tapi kita sebagai aparat keamanan juga punya pola. Jadi sekali lagi, jangan disebut kecolongan. Tidak ada yang kecolongan. Semua aparat keamanan, terutama POLRI bekerja keras secara signifikan. Hanya sekarang, didepan mata kita ada tantangan besar agar kasus terorisme ini tidak terjadi lagi. Semua komponen masyarakat harus mau bersatu dan bersama-sama memerangi kejahatan terorisme ini.

Korban Ledakan

(K) Semua pihak sudah banyak yang tidak sabar menunggu hasil kerja Densus 88, siapa sebenarnya di balik kasus bom Mega Kuningan ini. Bagaimana tanggapannya Pak Kapolri ?

(BHD) Kami belum bisa menyampaikan sekarang. Nanti pada harinya … bila waktunya sudah tiba dan kasus peledakan bom ini sudah bisa kami ungkap, kami pasti sampaikan. Doakan saja agar POLRI bisa menghasilkan sesuatu untuk disampaikan.

(K) Baik, terimakasih Pak Kapolri !

%d blogger menyukai ini: