Beranda > Uncategorized > Patut Dapat Diduga Ada Permainan Intelijen Tingkat Tinggi Korea Utara & Iran Sengaja Menculik Sejumlah Wartawati Untuk Dituduh Sebagai MATA-MATA

Patut Dapat Diduga Ada Permainan Intelijen Tingkat Tinggi Korea Utara & Iran Sengaja Menculik Sejumlah Wartawati Untuk Dituduh Sebagai MATA-MATA

25/04/2009
 
TULISAN UTAMA DI WWW.KATAKAMI.COM

JAKARTA 24 APRIL 2009 (KATAKAMI)  Dari pemberitaan Radio Voice Of America (VOA) edisi hari Jumat (24/4/2009) ini dilaporkan bahwa 2 wartawati AS akan segera diadili di KOREA UTARA. Mari, kami ajak anda untuk menyimak pemberitaan dari Radio Voice Of America (VOA)  :

Media pemerintah di Korea Utara  mengatakan hari Jumat bahwa para penyelidik telah selesai menginterogasi dua wartawan Amerika yang ditahan dan akan mengenakan tuduhan resmi terhadap mereka.

Kantor berita resmi Korea Utara mengatakan keduanya akan diadili berdasarkan kejahatan mereka, tetapi tidak menjelaskan tuduhan tersebut.  Wartawan Euna Lee dan Laura Ling dari Current TV yang berbasis San Fransico, ditahan tanggal 17 Maret ketika melaporkan pengungsi Korea Utara di Tiongkok. Korea Utara telah menuduh mereka memasuki negara itu secara tidak syah.

Wartawan Tanpa Tapal-batas telah mengutuk pemerintah Korea Utara karena memperlakukan perempuan tersebut sebagai penjahat hanya karena melakukan pekerjaan mereka.

Sementara pada pekan lalu, dunia internasional memberitakan bahwa Wartawati AS lainnya yaitu ROXANA SABERI telah mendapatkan vonis 8 tahun penjara dari Pengadilan Iran atas tuduhan yang “sama persis” dengan KOREA UTARA yaitu dituduh menjadi MATA-MATA ASING.

Kami tidak berbicara mengenai negara asal dari masing-masing wartawati ini.

Kebetulan ketiganya memang bekerja untuk media AS. Yang kami ingin soroti adalah ada indikasi sejumlah PIMPINAN DUNIA saat ini patut dapat diduga sudah kehilangan rasionalitasnya sehingga dengan enak saja menangkapi dan menyeret WARTAWAN / WARTAWATI atas tuduhan sebagai agen intelijen.

Kami mengecam dengan sangat keras penangkapan itu, apalagi korbannya adalah perempuan.

Dimana rasionalitas Pemimpin Korea Utara KIM JONG IL dan Pemimpin di Iran yaitu Presiden Ahmadinejad ?

Dimana rasionalitas dari APARAT-APARAT KEAMANAN di kedua negara ini yaitu di KOREA UTARA & IRAN ?

Kami berbicara sebagai JURNALIS.

Dan kami ingin memberitahukan kepada KIM JONG IL dan AHMADINEJAD, JURNALIS adalah JURNALIS. Yang ada dalam hati, pikiran, tindakan, perkataan dan seluruh totalitas hidup seorang JURNALIS, adalah bekerja, bekerja dan bekerja.

Untuk apakah JURNALIS bekerja ?

Untuk memberikan informasi yang akurat, berimbang, cepat dalam penyampaian dan bermutu. Bagi semua media, pengiriman TIM REPORTER ke kawasan yang rawan atau sedang mendapat sorotan dunia internasional terkait isu-isu global adalah kebijakan yang strategis.

Media manapun akan sangat tegas untuk memerintahkan kepada para WARTAWAN mereka untuk bertugas di Iran misalnya.

Dan di Korea Utara. Tetapi karena akses di KOREA UTARA sangat tertutup, maka “seribu satu macam akal” dari para wartawan akan digunakan untuk bisa menembus sumber berita di Pyongyang.

Dimana rasionalitas dari sejumlah PEMIMPIN DUNIA ini jika ada kaum jender PEREMPUAN dituduh seenaknya sebagai MATA-MATA.

Tak ada penghormatan kepada perempuan yang bekerja di lapangan dengan penuh ejrih payah, pengorbanan dan semangat yang membanggakan.

Tak ada manusia yang sempurna sebab kesempurnaan itu adalah MILIK TUHAN.

Dan dalam agama apapun, akan selalu ada ajaran yang baik untuk menghormati sesama manusia (terutama menghormati perempuan). Alangkah teganya, menuduh WARTAWATI sebagai mata-mata !

Kami berbicara mengenai ROXANA SABERI, dimana saat ia tertangkap sebenarnya karena kedapatan membeli minuman beralkohol dan tidak memiliki identitas resmi sebagai WARTAWAN ketika diringkus.

Oke, apakah minuman beralkohol adalah IDENTIK dengan minuman dari kalangan DINAS INTELIJEN RAHASIA IRAN ?

Apakah di Iran, semua AGEN INTELIJEN mereka meminum minuman beralkohol sehingga siapa saja yang meminum minuman beralkohol akan dituding sebagai MATA-MATA ?

Sekali lagi, dimana letak rasionalitasnya ?

Lalu jika pada saat penangkapan, tidak ada kartu identitas resmi.

Ya, bisa saja ROXANA SABERI lalai membawa kartu identitasnya.

Berikan ia kesempatan untuk membuktikan bahwa ia memang seorang JURNALIS. Berikan kesempatan kepada media tempatnya bekerja untuk membuktikan bahwa ROXANA SABERI adalah wartawati yang mereka tugaskan untuk meliput di negara IRAN.

Kami sangat kecewa kepada Pemimpin Dunia sekaliber KIM JONG IL dan AHMADINEJAD.

Semua pihak di seluruh dunia sudah menyerukan agar wartawati-wartawati ini dilepaskan. Organisasi-organisasi PERS INTERNASIONAL sudah ramai-ramai menyerukan agar REKAN KAMI yang bernasib malang ini dilepaskan.

Mengapa, tak ada respon ?

Kami mempertanyakan dimana SUARA dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Sekjen PBB Ban Ki Moon biasanya akan selalu rajin memberikan komentar tentang hal-hal global, terutama jika negara ada yang mengalami musibah, bencana, dsb.

Kami perlu menyampaikan bahwa insiden penangkapan dan diseretnya sejumlah WARTAWATI ini ke muka hukum untuk tuduhan yang sangat menyakitkan hati seperti itu, sangat pantas untuk mendapatkan KEPEDULIAN & ATENSI KHUSUS dari Perserikatan Bangsa Bangsa.

Tolong, Sekjen PBB Ban Ki Moon berbicara kepada Korea Utara dan Iran !

Jangan hanya diam saja. Disini ada 3 nyawa manusia yang “tersandera dan terpasung” oleh arogansi yang patut dapat diduga dibungkus dengan label HUKUM.

Hati, pikiran dan seluruh kepedulian kami ada pada KETIGA WARTAWATI ini.

Semoga ketiga WARTAWATI ini jangan pernah berpikir bahwa wartawan lain didunia ini tak peduli. Sungguh kami peduli. Yang membuat kami heran adalah dimana kepedulian dari PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA ?

Hanya PBB yang akan didengar oleh KOREA UTARA & IRAN.

Didalam diri kami sebagai manusia, mengalir darah wartawan. WARTAWAN YANG INDENPENDEN !

Profesi kami adalah JURNALIS. Bukan AGEN RAHASIA atau MATA-MATA.

Kami, seluruh wartawan didunia ini, adalah kalangan yang menjalankan profesi dengan sepenuh hati dan tanggung-jawab yang penuh. Jangan tuduh KETIGA WARTAWATI ITU, jangan tuduh kami seluruh JURNALIS didunia ini sebagai AGEN RAHASIA atau MATA-MATA.

Jangan hilangkan rasionalitas yang wajib dimiliki dan dipertahankan di era kekinian.

Sekali lagi, hati – pikiran – dan seluruh kepedulian kami ada pada KETIGA JURNALIS yang tangguh dan berani menembus sumber pemberitaan ke daerah yang sangat rawan sekalipun sektor keamanannya.

Tolonglah mereka, dengan semua cara yang terbaik.

KIM JONG IL dan AHMADINEJAD harus melihat KETIGA JURNALIS ini sebagai sosok profesional yang berada di lokasi peliputan untuk menjalankan tugas kewartawanan.

Maaf, jika kami punya prasangka tersendiri yaitu patut dapat diduga antara KIM JONG IL & AHMADINEJAD memiliki sebuah kesepakatan yang terselubung untuk menjebak para wartawati ini agar dapat menyulitkan posisi AMERIKA SERIKAT.

Sungguh tidak masuk diakal, terutama pada permasalahan ROXANA SABERI.

 

Ia sudah bertahun-tahun bertugas di Iran. Dan foto saja terlihat jelas bahwa ia dekat dengan kalangan PEMIMPIN IRAN.

Ada apa dengan Presiden Ahmadinejad ?

Patutkah dapat diduga ada “persoalan pribadi” antara Presiden Ahmadinejad dengan ROXANA SABERI ?

Patutkah dapat diduga persoalan pribadi itu, misalnya ketersinggungan pada pemberitaan atau malah ada relasi kedekatan yang tampaknya sudah mulai tidak berimbang ?

Siapapun bisa berpraduga macam-macam tetapi kuat analisa dari sesama JURNALIS bahwa patut dapat diduga ada “SESUATU” dibalik proses peradilan di Korea Utara dan Iran.

Janganlah ada negara manapun didunia ini yang “MENYANDERA” kalangan JURNALIS dan patut dapat diduga semua muara dari misi tersebut adalah untuk mencapai kepentingan dari si negara yang menyandera kebebasan PERS dan kalangan JURNALIS.

Patut dapat diduga ada permainan intelijen ala KOREA UTARA & IRAN ini, yang sudah terlalu jauh dan salah kaprah sebab mengorbankan independensi dan totalitas profesi kewartawanan.

Patut dapat diduga ini adalah sebuah kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran HAM !

Membunuh kalangan JURNALIS tidak harus dengan menggunakan senjata, tetapi bisa dengan cara memfitnah, menyandera, menangkap dan menimpakan tuduhan yang tidak berdasar.

Lalu, sekali lagi, mengapa seorang BAN KI MOON sebagai Sekjen PBB hanya diam membeku dalam singgasana kursi jabatan yang sangat prestisius itu. Apakah profesi kewartawanan, bukan termasuk salah satu unsur yang wajib dihargai dan dibantu oleh negara manapun didunia ini ?

Arogansi kekuasaan itu ternyata ada dimana-mana !

 

Bahkan di Indonesia inipun, patut dapat diduga SEJUMLAH JENDERAL (baik purnawirawan TNI atau JENDERAL AKTIF di kalangan POLRI) melakukan teror, intimidasi, pelanggaran dan aksi pengrusakan terhadap SITUS KATAKAMI secara terus menerus tanpa henti hanya karena dugaan pelanggaran hukum mereka diberitakan.

Harusnya tidak ada yang tahu, akhirnya sekarang semua jadi tahu.

Harusnya “HUKUM” tak akan pernah bisa atau sudah lupa untuk memproses pelanggaran hukum mereka, sekarang mau tak mau semua pihak menyaksikan bahwa mereka memang harus diproses secara HUKUM yang riil.

Bahkan di Indonesia inipun, patut dapat diduga SEJUMLAH PERWIRA TINGGI yang mengais-ngais rezeki dari AMERIKA SERIKAT selama bertahun-tahun dengan menjadikan isu terorisme sebagai komoditi dagangan, terus semangat merusak hanya untuk mengemis perhatian dari kami karena sudah parahnya kebusukan yang membungkus nama mereka sebagai manusia.

Lalu ada yang karena patut dapat diduga kebusukan perselingkuhannya terkuak, juga ikut diam-diam memerintahkan anak buah untuk merusak KATAKAMI tetapi beraninya cuma di belakang layar agar kalau dihadapan publik terlihat bagaikan pejabat publik yang santun.

Kemudian ada yang patut dapat diduga karena ketakutan terseret dalam masalah hukum dari kasus pembunuhan aktivis HAM Munir antusias memamerkan keahlian mereka membunuh sesama manusia, juga terus gigih menteror dan merusak Situs KATAKAMI.

Luar biasa kalau di Indonesia ini.

Kasihan. Seakan tak ada bedanya kelakuan hewan atau binatang buas dengan orang-orang yang mengemis perhatian dari kami ini.

Kalau kata anak gaul, KECIAN DEH LO !

 

(MS)

 

 

 

%d blogger menyukai ini: