Beranda > Uncategorized > Tersentak Mendengar Idiom Zaman Edan Nyudo Nyowo, Dan Tersentak Mengapa Justru JK & SDA Yang Dihujat Ramai-Ramai ?

Tersentak Mendengar Idiom Zaman Edan Nyudo Nyowo, Dan Tersentak Mengapa Justru JK & SDA Yang Dihujat Ramai-Ramai ?

23/04/2009

DIMUAT JUGA DI WWW.KATAKAMI.COM & WWW.THEBLOGKATAKAMI.WORDPRESS.COM

JAKARTA 18 APRIL 2009 (KATAKAMI) Di akhir pekan seperti ini, asyik buat dipakai untuk merenungkan banyak hal yang menjadi persoalan bangsa. Bila di hari-hari kerja saling berkejaran sangat cepat antara rutinitas dan sang waktu. Di akhir pekan ini, ritme kehidupan bisa menjadi agak tenang.

Kami termangu di akhir pekan ini oleh perkataan yang sangat lugu dari warga masyarakat yang berpikiran kritis. Walau tak sesuku sebab yang dikatakannya dalam bahasa Jawa yang sangat halus, tetapi kami bisa sedikit-sedikit menirukannya.

“Iki zamane zaman Mbak, zamane nYudo nYowo. Lah iku, rakyate modar ! Akeh sing ciloko !” kata si warga yang kami tirukan keluhannya.

(Ini zamannya zaman GILA. Zaman yang nyawa manusia banyak berkesudahan. Lah itu, banyak rakyat mati. Banyak yang celaka !).

Tapi jauh di lubuk hati kami, kami percaya bahwa kelahiran, perjodohan dan kematian itu ada di tangan Tuhan.

Sehingga percayalah bahwa apapun yang terjadi di dunia yang fana ini, Tuhan maha mengetahui.

Tak selalu dan tak mesti Tuhan merestui tindakan-tindakan yang tidak manusiawi dari pihak manapun. Sebab ada kalanya Tuhan membiarkan dulu sesuatu terjadi. Baru setelah itu, Tuhan bertindak sesuai dengan rencanya-Nya. Walau memang kita semua prihatin, 5 tahun terakhir ini begitu banyak sekali RAKYAT INDONESIA yang memang menjadi binasa karena digulung oleh kebengisan alam yang murka lewat berbagai musibah dan bencana. Belum lagi yang celaka karena musibah kecelakaan SARANA TRANSPORTASI di darat, laut dan udara.

Dan yang membuat kami terharu, idiom nYudo nYowo tadi justru datang dari kalangan bawah atau akar rumput. Tapi kita bisa berbuat apa, kalau semua kegetiran dan kepedihan ini adalah takdir. Semoga saja semua fakta kebinasaan ini adalah benar sebuah takdir. Dan kita patut mengirimkan doa dengan segala ketulusan agar arwah dari RATUSAN RIBU rakyat Indonesia yang wafat dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini diterima di sisi Tuhan yang Maha Kuasa.

Keluhan tentang zaman sekarang ini adalah zaman Nyudo Nyowo, adalah sebatas intermezzo dari tulisan kami di pekan ini.

Pasca pelaksanaan Pemilu Legislatif 2009, terutama sejak hasil QUICK COUNT keluar maka ada suara-suara yang sangat mencengangkan. Ketua Umum DPP Partai Golkar M. Jusuf Kalla malah dihujat oleh sebagian orang didalam internalnya. JK dianggap gagal dan tak pantas jadi CAPRES.

Luar biasa, dengan perolehan angka yang termasuk tinggi seperti itu, kok malah JK yang dihujat.

Lalu, konstalasi perpolitikan didalam rumah tangga “Si Kuning” malah patut dapat diduga menjadi carut marut. Semua berlomba mendesak agar JK kembali pada SBY dalam berpasangan di Pilpres 2009.

Heran, mengapa tidak ada rasa malu untuk merendahkan martabat seorang Ketua Umum di hadapan rakyat Indonesia.

Bukan karena kami bersahabat baik dengan seorang JK dan Suryadharma Ali, maka kami terdorong untuk membelanya.

Ada kalimat bijak yang mengatakan bahwa setiap umat manusia itu harus bersyukur dalam segala hal. Tidakkah seluruh kader Partai Golkar menyadari bahwa perolehan suara yang diraih pada Pemilu Legislatif 2009 ini relatif sangat besar dan merupakan campur tangan Tuhan juga.

Bayangkan kalau nasibnya jungkir balik di urutan dengan digit 2 angka yaitu antara posisi 10 dan seterusnya. Jika JK sebagai Ketua Umum malah mengantarkan Partai Golkar nyungsep di posisi “neraka” yang perolehan suaranya hanya kurang dari 1 persen, silahkan hujat.

Tapi yang diraih oleh Partai Golkar adalah sebuah hasil maksimal yang terbaik. Luar biasa baiknya.

perampok.jpg Rampok image by labuhanbatu_photo

Belum saja terbongkar, apakah patut dapat diduga ada kecurangan yang sangat kotor dalam Pemilu Legislatif 2009 lalu yaitu digunakannya KEJAHATAN TEKNOLOGI atau IT dalam mengdongkrak perolehan suara pihak tertentu yang mempecundangi Partai Golkar, PDI Perjuangan, Partai Gerindra dan Partai Hanura.

Inilah cara berpolitik yang patut dapat diduga sangat biadab jika ada yang berlibido tinggi untuk meraih kemenangan sehingga untuk menyalurkan libido yang sudah sangat mendesak itu, maka patut dapat diduga akan menghalalkan segala cara.

Sabar, Tuhan tidak tidur dan rakyat Indonesia hanya tinggal menunggu bangkitnya sebuah perlawanan sejati jika patut dapat diduga ada kesewenang-wenangan yang lebih pantas untuk dihujat sampai akhir hayat para pelakunya.

Setelah JK yang kami sorot secara khusus, kami beralih kepada Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali (SDA).

Sama juga, ujug-ujug atau tiba-tiba SDA yang dihujat kalangan internalnya.

Yang perlu disadari disini adalah situasi perpolitik dalam setiap penyelenggaraan Pemilu Legislatif 5 tahun sekali ini, tidak ada yang sama. Jadi tak bisa dipersalahkan bahwa seolah-olah SDA ini adalah benalu dalam tubuh partai yang tak ada kegunaannya untuk memenangkan partai.

Sebagai partai yang berbasis agama, coba lihat bagaimana perfoma dari kader PPP sendiri. Kasus korupsi yang menimpa kader PPP Al Amin misalnya, bukankah itu sesuatu yang sifatnya sangat memalukan ? Tak cuma kasus korupsi, gunjang ganjing itu dilengkapi juga dengan bumbu perbuatan yang patut dapat diduga berbau asusila. Ditambah lagi dengan gencarnya pemberitaan dari tayangan infotaiment tentang perceraian.

Persoalan cinta, orang ketiga, perselingkuhan atau seks dalam bentuk apapun dalam diri masing-masing pribadi yang sudah matang usia atau karakternya, adalah urusan dari pribadi masing-masing itu sendiri.

Setiap orang yang sudah berumah tangga misalnya, sah-sah saja jika ia menyenangi lawan jenis yang lain. Tetapi yang penting untuk diingat adalah, bagaimana ia mengendalikan rasa suka, kekaguman, hawa nafsu atau ketertarikan yang hebat. Jika sudah sangat sulit mengendalikan, terjadilah yang disebut perselingkuhan. Dan jika sudah masuk dalam wilayah seperti itu, pihak lain juga tak berhak mencampuri karena itu merupakan tanggung-jawab si pelaku kepada dirinya, keluarganya, agamanya dan kepada Tuhan.

Dan jujur saja, tidak ada manusia yang berhak mengklaim bahwa dirinya jauh lebih baik atau jauh lebih sempurna dari manusia lainnya. Ingatlah bahwa kekurangan itu ada dalam diri manusia dan kesempurnaan hanya milik TUHAN.

Kami pernah menyinggung dalam sebuah tulisan bahwa tindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang membeberkan rekaman penyadapan pada kasus Al Amin – yaitu bagian dimana ada diungkapkan hal-hal berbau perempuan – adalah sebuah tindakan yang patut dapat diduga sangat tidak pada tempatnya, sangat arogan, lancang dan menunjukkan betapa KPK sangat tidak profesional dalam tugas-tugasnya.

Mengapa kami berpendapat demikian ?

Ya, sebab dari namanya saja sudah jelas bahwa KPK berkewajiban menangani kasus-kasus tindak pidana korupsi. Bukan masalah seksualitas atau perselingkuhan !

Dari namanya saja, sudah jelas bahwa KPK ditugaskan untuk memberantas tindak pidana korupsi dan bukan masalah MORAL yang menyangkut seksualitas.

Sudahlah, tidak perlu ada satu orang manusiapun di negeri ini yang mersa lebih suci dan lebih murni dari manusia lain.

Termasuk ANTASARI AZHAR sekalipun karena patut dapat diduga dalam menjalani tugas-tugasnya, mantan eselon II pada Jajaran Pidana Umum Kejaksaan Agung ini tidak memperhitungkan bahwa pameran penyadapan itu secara terbuka berdampak buruk pada hal-hal lain yang tidak ada relevansinya dengan kasus korupsi yang ditangani.

Apa hubungan, membeberkan di persidangan terbuka pada Pengadilan Tipikor bagian percakapan yang bicara mengenai perempuan ?

Tidak ada hubungannya !

Dan, jangan sok munafiklah bagi manusia manapun di muka bumi ini bahwa seolah-olah dirinya lebih suci, lebih murni atau lebih SEMPURNA dibanding pihak lainnya padahal patut dapat diduga justru paling busuk diantara yang sangat busuk.

Kenapa hal ini kami singgung ? Bayangkan, jika ada isteri yang mendengar atau mengetahui bahwa aib rumah tangganya diumbar terbuka untuk menjadi konsumsi publik ?

Sakitnya tidak seberapa tapi malunya ini, demikian ungkapan di kalangan masyarakat Medan yang sangat terkenal untuk menggambarkan harga diri yang terkoyak jika dinistakan secara terang-terangan di hadapan masyarakat.

Walau profesi Kristina, isteri dari Al Amin adalah artis yaitu pedangdut yang sangat tersohor, ia tetaplah manusia biasa yang punya hati, rasa, harkat dan martabat. Sehingga, dapat dimaklumi jika rasa malu itu membuatnya tak sanggup menerima kenyataan.

Nah, gunjang ganjing kasus korupsi Al Amin dengan seluruh tetek bengek pemberitaan yang saling bertautan inilah yang patut dapat diduga mempengaruhi “image” masyarakat terhadap partai yang menjadi “rumah” bagi garis perpolitikan Al Amin.

Lalu, iklan politik di berbagai media massa (khususnya di media pertelevisian), siapa bilang tidak berpengaruh ? Iklan politik di media televisi terutama, benar-benar besar pengaruhnya.

Dan sekarang kalau ditanyakan kepada seluruh pengurus DPP PPP misalnya, apakah sejak berbulan-bulan sebelum terselenggaranya Pemilu Legislatif 2009, PPP ada memasang iklan politik yang sangat gencar di media televisi ?

Dari situ saja, akan sangat terlihat bahwa kesalahan bukan pada Suryadharma Ali sebagai pribadi. Ia tak mungkin menalangi biaya iklan politik yang sangat besar anggarannya !

Dan kalaupun Partai Golkar memasang iklan yang sangat gencar beberapa bulan terakhir ini, tetap saja posisi Ketua Umum tidak pantas untuk dihujat dan dipaksa menanggung kesalahan ini seorang diri.

Patut dapat diduga karena rakus untuk mendapat jatah kursi MENTERI maka JK didorong-dorong untuk berkoalisi lagi dengan pihak tertentu agar kader yang bisa direferensikan menjadi kandidat MENTERI tidak kehilangan peluang emas.

Sekarang pertanyaannya, siapa yang bisa menjamin bahwa SBY akan menang dalam Pilpres 2009 ?

Terutama jika Pemilu Pilpres diadakan sangat jujur dan adil dalam arti yang sesungguhnya – ingat, dilarang keras bagi pihak manapun main kayu dan berbuat hina melakukan kecurangan bidang IT atau kecurangan apapun – maka patut dapat diduga pertarungan itu akan dimenangkan oleh pihak yang bersatu secara teguh menawarkan PERUBAHAN (CHANGE) kepada rakya tIndonesia.

Seluruh tokoh nasional – terutama yang berkumpul di kediaman Megawati Soekarnoputri baru-baru ini – jangan pasif dan diam walau hanya sejenak. Ayo, bersuara kepada rakyat.

Tampillah dengan dinamis, menarik hati dan sangat elegan lewat berbagai penampilan terbuka yang dikemas sangat cerdas. Buat iklan politik bersama, jangan lagi per orangan atau per partai politik.

Adakan kerjasama dengan berbagai lembaga survei yang independen sehingga survei pesanan pihak tertentu yang patut dapat diduga GEDE RUMONGSO alias GR tak karuan karena yakin bakal bertahta bagaikan RAJA-RAJA dahulu kala, akan terseok-seok langkahnya memikirkan cara kotor lain untuk berjaya.

Semua Ketua Umum Partai tampil dengan elegan mengendalikan kadernya, perintahkan untuk tutup mulut kepada publik atau media massa jika hanya untuk kepentingan menghujat partai dan ketua umum sendiri.

Bikin malu kalau kerakusan untuk meraih jabatan tertentu diumbar kesana kemari seperti anjing rebutan balung atau tulang.

Sadar dong, kepentingan bangsa harus ditempatkan diatas segala-galanya.

Hormati Ketua Umum dan jaga soliditas partai.

Mari, bangkit semua, untuk menghadapi tantangan yang terjal berliku. Singa-singa lapar adalah ilustrasi yang paling tepat untuk menggambarkan betapa mengerikannya ancaman dan dampak buruk yang akan dihadapi oleh bangsa, negara dan rakyat Indonesia dalam menghadapi pihak tertentu yang lapar akan kekuasaan. Kasihan sekali.

Undang kolega dari jaringan internasional untuk datang memantau. Undang pakar-pakar IT untuk memberikan simposium dalam mengantisipasi kejahatan IT dalam penyelenggaraan Pemilu Pilpres 2009.

Undang pakar-pakar IT dari AMERIKA SERIKAt, kalau perlu dari FBI, untuk memberikan pelatihan singkat kepada Jajaran KPU dan pihak manapun yang bertugas menangani teknologi dalam agenda politik nasional ini.

Sehingga, kalau ada pihak tertentu yang patut dapat diduga sangat liar bagaikan singa lapar melakukan kejahatan IT untuk merugikan pihak lain, akan sangat mudah untuk mendeteksi.

Selamatkan bangsa, negara dan rakyat Indonesia !

Selamatkan cita-cita luhur pada pendiri bangsa yaitu FOUNDING FATHER INDONESIA agar segenap anak bangsa Indonesia ini diantarkan ke gerbang hidup yang lebih makmur, aman, sejahtera, adil dan manusiawi.

Katakan tidak pada kepura-puraan, kesombongan dan arogansi kekuasaan !

Capekkkk deh !

Dan ibarat perlombaan menyanyi IDOL, di penghujung pertarungan politik yang sangat sengit ini akan diumumkan seperti ini. “AND, THE WINNER IS …… : INDONESIA !”.

Ya, Jusuf Kalla, Megawati, Wiranto,Prabowo Subianto, Soetrisno Bachir, Rizal Ramli, Gus Dur dan tokoh manapun yang bergabung dalam koalisi MERAH PUTIH yang membanggakan karena benar-benar solid dan mengedepankan kepentingan bangsa, akan menjadi bagian dari kemenangan INDONESIA.

Sekali lagi, pemenangnya haruslah pihak yang mementingkan kepentingan bangsa, negara dan rakyat INDONESIA.

Bukan yang menghalalkan segala cara yang kotor dan hina untuk menjadi pemenang yang dipaksakan untuk seolah-olah menjadi sangat hebat seperti batman, superman atau pahlawan animasi kartun anak-anak yang cuma ada dalam film imajinasi.

(MS)

%d blogger menyukai ini: