Beranda > Tak Berkategori > Presiden SBY Tetap Percaya Pada Hendarman

Presiden SBY Tetap Percaya Pada Hendarman

14/03/2009

Dimuat Di INILAH.COM tgl 20/06/2008 – 09:47

Oleh : Mega Simarmata

Hendarman Supandji
(iPhA/Abdul Rauf)


INILAH.COM, Jakarta – Simpan saja keinginan menggantikan Hendarman Supandji sebagai Jaksa Agung RI. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tetap percaya kepadanya. Hendarman malah ditugasi memberesi Gedung Bundar.

Gunjingan menggusur Hendarman memang sempat mencuat menyusul banyaknya korps Kejaksaan Agung yang tersangkut praktik sogok menyogok. Gunjingan mengencang sejak kasus Jaksa Urip Tri Gunawan-Artalyta Suryani memasuki persidangan pengadilan Tipikor.

Hendarman dianggap tidak becus memimpin Kejaksaan Agung. Begitu banyak anak buahnya tersangkut perkara dan berhubungan dekat dengan makelar kasus, toh bolak-balik ia mengaku tidak tahu.

Tapi, di balik desakan emosional itu, tak sedikit pula yang mendukung Hendarman dipertahankan sebagai Jaksa Agung. Selain banyak kemajuan dicatat sejak Hendarman memimpin, ia juga diyakini paling bersih dan tak pernah punya sangkutan perkara dibandingkan petinggi Kejaksaan Agung lainnya.

Dan, ternyata, Hendarman dan pihak yang mendukungnya yang akhirnya ‘menang’. SBY dan Wapres M Jusuf Kalla tetap percaya penuh kepada Hendarman. Kini, ia pun ditugasi untuk segera membenahi dan membersihkan Gedung Bundar.

“Memperbaiki lembaga Kejaksaan Agung jauh lebih penting dan bijak ketimbang asal main copot Hendarman. Lakukan investigasi. Siapa salah, harus dihukum. Instruksi presiden adalah Hendarman harus segera bertindak mengembalikan nama baik Kejaksaan Agung sebagai pilar penegakan hukum di Indonesia,” kata Andi Malarangeng, juru bicara Presiden RI, Kamis (19/6).

Hendarman sendiri, sesuai menghadap SBY, mengaku mendapatkan nasihat-nasihat langsung dari sang presiden. “Yang tegar saja. Lakukan tindakan, lakukan pembenahan,” kata Hendarman mengutip ucapan SBY.

Menurut Hendarman, dirinya sudah melaporkan kepada SBY tentang perkembangan di Kejaksaan Agung. Respon SBY, kata Hendarman, langsung memerintahkan dirinya untuk menegakkan hukum secara benar.

“Saya ini sudah tertampar berkali-kali. Tapi, saya tetap berterima kasih karena pasti ada hikmah dari semua ini. Dengan adanya kasus ini, mata saya jadi lebih terbuka. Saya memang harus segera melakukan pembersihan,” kata Hendarman.

Hak prerogatif SBY selaku kepala negara ini hendaknya dihormati semua pihak. Benny K Harman, anggota Komisi III DPR-RI dari Fraksi Partai Demokrat, menuturkan, “Saya setuju Hendarman dipertahankan sebagai Jaksa Agung. Menyuruh Hendarman mundur, bukanlah solusi,” katanya.

Di mata Benny, pihak yang mendesak Hendarman mundur atau diganti adalah pihak yang haus kekuasaan.

Pentingnya langkah tegas membersihkan Gedung Bundar dari oknum-oknum jaksa nakal juga disampaikan Sekjen PDI-P Pramono Anung. “Jika memang sudah terbukti bersalah, ya harus ditindak tegas,” ujarnya.

Sumber INILAH.COM di Kejaksaan Agung menyebutkan, tarik menarik kepentingan sangat jelas terlihat di internal Gedung Bundar dengan mendompleng kasus Urip–Artalyta.

“Lihat saja, yang di-uyek-uyek malah Jaksa Agungnya. Kan aneh. Yang ribut-ribut itu pasti ada maunya. Bagaimana negara ini mau sejuk jika di balik setiap permasalahan selalu ada target kekuasaan,” kata sumber itu.

Hendarman, jaksa karir yang sangat prosedural, memang tak mudah dikorek. Apalagi, tentang tugas-tugas yang masih bersifat rahasia dan berkaitan dengan urusan negara. Ia tahu kapan harus bicara dan kapan harus diam.

Hendarman juga memilih diam ketika ada pihak yang asyik memutarbalikkan fakta dan terus mencoba melakukan banyak rekayasa.

Wajar jika SBY keukeuh mempertahankan Hendarman. Nyaris belum ada yang mampu menyamai integritasnya. Sebagai bawahan, ia pun dinilai cakap dan bisa bekerja sama dengan baik dengan instansi lain.

Yang harus dikoreksi dan otokritik bagi Hendarman adalah kemampuan dan kemauannya untuk menjadi pimpinan berhati baja. Maksudnya, ke depan ia harus lebih tegas, lugas, dan bergegas.

(Selesai)

%d blogger menyukai ini: